Madu TJ, Memadukan Loyalitas Pelanggan dan Inovasi | SWA.co.id

Madu TJ, Memadukan Loyalitas Pelanggan dan Inovasi

Adji Widjaja, Senior Brand Manager PT Ultra Sakti

Di pentas persaingan bisnis madu, sebenarnya merek Madu TJ bukan pemain lama. Masih banyak brand lain yang lebih dulu eksis di pasar. Namun, akselerasi Madu TJ memang terbilang cepat, baik dilihat dari pertumbuhan market share maupun image building. Pada survei IOB 2023, Madu TJ juga menjadi juara di kategorinya. Kunci suksesya, membangun loyalitas pelanggan dan terus berinovasi.

Contohnya, pada aspek inovasi, selain dari varian produk, juga dari sisi channeling pemasarannya. Inovasi terbaru kami dari segi produk, meluncurkan varian baru Madu TJ Honey Comb, di mana madu dikemas dengan sarangnya. Proses pengemasan madu dan sarangnya ini membutuhkan teknologi pengemasan yang cukup rumit karena rawan kontaminasi dan membutuhkan control point yang ketat dari segi pengolahannya,” ungkap Adji Widjaja, Senior Brand Manager PT Ultra Sakti yang mengelola Madu TJ.

Selain itu, Madu TJ juga meluncurkan beberapa varian kombinasi madu dan herbal untuk kesehatan. Antara lain, Madu TJ OBH dan Madu TJ Masuk Angin untuk mengatasi batuk dan gejala masuk angin.

Dari segi pemasaran, Ultra sakti juga sudah menerapkan digitalisasi dalam pengolahan data dan laporan dari field force untuk mendapatkan input yang lebih maksimal mengenai kondisi lapangan. Pengelola Madu TJ juga menangani keluhan atau masalah pelanggan dengan bantuan teknologi, baik itu melalui surat elektronik, media sosial, dan kanal digital lainnya agar masalah pelanggan dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan segera. Kami mempunyai kebijakan untuk melakukan follow-up keluhan sehari selesai, Adji menandaskan.

Selain itu, di internal PT Ultra Sakti ditanamkan pola pikir bahwa setiap karyawan adalah pemasar yang harus mempunyai jiwa melayani pelanggan. Kepada setiap karyawan sudah ditanamkan untuk peka terhadap keluhan pelanggan.

Di sisi lain, pengelola Madu TJ juga terus melakukan survei kepuasan dan loyalitas pelanggan secara berkala,, baik oleh tim internal maupun eksternal. Berbagai parameter digunakan untuk melihat umpan balik (feedback) pelanggan, seperti repeat purchase, jumlah komplain yang masuk, chat medsos yang positif ataupun negatif, dan parameter lain yang relevan. Pelanggan loyal diberi penghargaan dan insentif khusus.

Adji meyakini, meski penjualan madu pascapandemi Covid-19 sempat menurun, kini ada kecenderungan mulai rebound dan kembali meningkat. Apalagi, posisi demand-supply di industri madu Indonesia belum berimbang; permintaan lebih besar dibandingkan pasokan.

Menghadapi tahun politik, pengelola Madu TJ yakin pasar akan tetap tumbuh. Sejauh ini Madu TJ tak hanya dipasarkan di dalam negeri, tapi juga sudah diekspor ke beberapa negara, antara lain Malaysia, Taiwan, Brunei, Nigeria, dan Senegal. (*)

 

Sudarmadi & Vina Anggita

 

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)