Matthew Harrington: Era Digital Buka Peluang Baru Bagi Pemasar

Era digital menjadi inovasi dalam menciptakan pasar baru. Keberadaannya kadang menjadi dilema bagi pasar yang telah ada sebelumnya. Zaman yang sarat akan teknologi terbaru ini perlahan menggantikan teknologi terdahulu yang dianggap konvensional. Mau tidak mau kita harus beradaptasi akan perkembangan ini, inilah yang juga dihadapi oleh perusahaan untuk tetap menjaga brand yang dimilikinya.

Nama besar sebuah perusahaan tidak boleh merasa puas atas prestasi yang telah dicapainya. Era yang baru ini dapat mengharuskan mereka yang memiliki reputasi kuat untuk memastikan tetap kuat demi menghindari perubahan tiba-tiba akibat realitas media sosial di era digital ini. Menurut Matthew Harrington, Global Chief Operating Officer, Edelman, perusahaan perlu menyadari pentingnya promosi dan melindungi hubungan mereka dengan pemangku kepentingan. Reputasi yang baik senantiasa dijaga dengan beragam individu dan perusahaan yang bersedia membantu di masa krisis atau saat mengelola sebuah isu.

Era digital di tahun 2017, salah satunya lewat  media sosial, menjadi metode utama dalam berhubungan dengan stakeholder. Platform digital juga dapat menjadi alat yang digunakan perusahaan (brand) untuk menjaga dialog dua arah dengan konsumen.

“Metode pemasaran tradisional, seperti iklan, merupakan metode satu arah dan tidak memungkinkan adanya dialog. Di era baru ini, konsumen mengharapkan sebuah hubungan yang lebih dinamis dengan berbagai perusahaan (brand) yang menjadi bagian dari hidup mereka,” ujar Matthew.

Indonesia menjadi salah satu yang paling aktif di dunia sebagai negara yang mengadopsi saluran digital. Penetrasi internet yang hampir mencapai 50% dengan 130 juta pengguna, Indonesia termasuk negara dengan tingkat pengguna sosial media (Facebook & Twitter) tertinggi. Sekitar 50% dari jumlah penduduk Indonesia adalah Facebook user dan Jakarta merupakan kota dengan tingkat tweet per hari tertinnggi di dunia. “Ini merupakan peluang besar untuk berinteraksi dengan konsumen dan komunitas. Era baru ini membuka banyak peluang bagi para pemasar untuk menciptakan proses co-creation yang lebih interaktif dalam pengembangan dan penyediaan produk dan layanan,” imbuhnya.

Unsur seni dan sains merupakan cara terbaik menciptakan tim komunikasi yang baik. Melalui sudut pandang seni, kreativitas dan prespektif yang segar penting untuk melihat pasar guna menarik dan mempertahankan perhatian individu yang di sasar. Dari sisi “sains”, dibutuhkan anggota tim yang mampu mempelajari dan memanfaatkan data serta melakukan analisis. Melalui data-data tersebut dapat menganalisis bentuk campaign dan memperkirakan laba investasi hasil kerja keras perusahaan.

Peluang besar yang ditawarkan teknologi digital salah satunya melalui telepon selular, tidak mengubah kebutuhan manusia akan human touch. Peningkatan minat dan acara-acara yang memungkinkan adanya interaksi langsung mampu melengkapi pengalaman online yang didapat para konsumen. “Saya percaya, perpaduan dunia nyata dan digital ini akan meningkat seiring berjalannya waktu,” ungkap Matthew.

Matthew juga mengungkapkan hasil penelitian tahunan (2017) yang dilakukan Edelman. Paling menarik dari penelitian ini, secara global kepercayaan hilang untuk pertama kalinya pada empat institusi yang dilakukan survei, antara lain media, pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan bisnis. Hal ini terjadi karena, “Untuk membangun kembali kepercayaan dan mengembalikan keyakinan pada sistem, keempat institusi tersebut harus keluar dari peran-peran tradisional dan mulai mengupayakan model operasional yang baru dan terintegrasi. Menempatkan masyarakat atau publik sebagai pusat dari segala sesuatu yang mereka lakukan,” jelasnya.

Reporter : Arie Liliyah

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)