Net Connect Jadi Kekuatan Net TV

Dengan gagah berani, PT Net Mediatama Indonesia meluncurkan Net TV pada 2013 lalu. Berkat content yang bagus dan strategi digital yang mumpuni, bagian dari kelompok usaha Indika Group itu mampu meraih 3-4% pangsa pasar.

“Di middle-upper market, kami tinggi sekitar 6-7%. Saat lahir, kami canangkan Net bukan saluran TV biasa, tapi saluran TV yang agresif di digital,” kata Wishnutama Kusubandio, Direktur Utama Net TV.

Menurut dia, Net TV menggabungkan kekuatan siaran graits (free to air) dengan digital lewat aplikasi Net Connect. Aplikasi ini terkoneksi dengan saluran Net TV yang sedang berlangsung. Sehingga, masyarakat bisa ikut terlibat dalam semua program dan tayangan.

“Mereka bisa memberi feedback berupa “clap” jika suka dengan tayangan kami dan “boo” jika tidak suka. Bahkan, ada beberapa program yang memungkinkan penonton bisa berinteraksi langsung seperti kuis dan Q & A,” kata dia.

wishnutama net tv Wishnutama Kusubandio, Direktur Utama Net TV.

Saat baru beberapa hari dirilis sebelum acara NET 3.0, lanjut dia, tercatat sudah 100 ribu orang yang mengunduh aplikasi Net Connect. Pada tahun ketiganya, Net TV menargetkan satu juta unduhan untuk mendapatkan database penonton.

Tama mengklaim aplikasi Net Connect ini boleh jadi yang pertama di dunia pertelevisian. Ia menilai database penonton sangat bermanfaat untuk kelanjutan bisnis Net TV karena data tersebut sudah bisa menggantikan peran lembaga rating Nielsen.

“Kami juga punya portal berita yaitu Netz. Dengan pendekatan yang berbeda dengan portal-portal berita lain yang suah ada, kami ingin pembaca bisa mengekspresikan perasaan mereka ketika membaca. Ini akan menjadi data sehingga kami bisa memahami keinginan publik,” tutur dia.

Net TV juga sangat agresif di dunia digital. Itu terlihat dari adanya 17.834 video yang dirilis unit digital Net yakni Department New Media. Departemen khusus ini didirikan untuk mengantisipasi dunia digital. Apalagi, karakter penonton TV dan digital tentu berbeda.

Perseroan juga paling aktif di media sosial, seperti Twitter dan yang lainnya dibanding stasiun TV lain. Kalau dilihat jumlah follower, memang TV lain lebih banyak. Hanya saja, follower Net TV lebih berkualitas, seperti presiden dan wakil presiden, menteri, dan tokoh penting lain.

“TV adalah core delivering content. New media ini menyasar pasar digital. Dari sini, kami bisa tahu habit audiens, lalu muncul fungsi-fungsi lain seperti customer service dan engagement generator. Nah, angka penonton, subscribers, dan engagement terus naik dari waktu ke waktu,” katanya. (Reportase: Jeihan Kahfi Barlian)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)