Nilai-Nilai Adhi Karya Ciptakan Brand Value

Sustainability development menjadi prioritas PT Adhi Karya dalam menjalankan bisnisnya selama ini. Mempertahankan brand yang telah mereka bangun sebagai upaya menjadi perusahaan konstruksi terkemuka di Asia Tenggara menjadi target yang ingin dicapai. Dalam pertumbuhannya, Adhi Karya  harus mampu memberikan manfaat terbaik bagi segenap pemangku kepentingan.

Bukti Adhi Karya mempraktekan bisnis berkelanjutan adalah dengan menjaga bumi untuk tetap lestari. Menurut Budi Harto, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, prinsip ini telah dilakukan dalam bentuk aksi kepedulian terhadap lingkungan, seperti kegiatan bantuan berkelanjutan melalui program pelestarian alam “Belajar Kolaboratif Pengembalian Krisis Sosial-Ekologis di lereng utara Gunung Halimun di Desa Parigi, Kabupaten Sukabumi. “Aktifitas ini sekaligus memberikan perkenalan kepada masyarakat pelosok tentang perusahaan kami,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2016, ADHI telah menyalurkan dana Program Kemitraan untuk mendukung pengembangan usaha mikro. Total dana yang disalurkan mencapai Rp1,88 miliar. Alokasi dana terbesar yakni Rp910 juta untuk sektor perdagangan, sektor industri sebesar Rp410 juta, sektor jasa Rp500 juta dan peternakan sebesar Rp60 juta. Hal ini menjadi strategi utama bisnis ADHI bahwa perusahaan adalah bagian dari masyarakat.

“Pendekatan terarah dan lebih berbaur dengan masyarakt sekitar akan menciptakan simbiosis mutualisme, juga menguatkan persepsi positif terhadap keberadaan perusahaan di tengah masyarakat. Kondisi ini dipercaya akan mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkesinambungan,” ujarnya.

Pengelolaan yang sehat dan berkesinambungan dipegang ADHI dengan Good Corporate Governance (GCG), prinsip yang menjadi pedoman dalam pengelolaan dan pengendalian perusahaan agar sesuai dengan harapan. Sistem kelola CGC ini diharapkan akan berdampak pada penetapan target perusahaan, penilaian resiko usaha, meningkatkan kinerja, dan mengembangkan budaya kerja yang responsif. “ADHI percaya penerapan GCG dapat menciptakan kepercayaan para pemangku kepentingan dan meningkatkan citra perusahaan yang baik sekaligus sebagai standar praktik terbaik internasional yang akan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan,” jelas Budi.

ADHI merupakan salah satu BUMN yang menerapkan GCG selaras dengan dinamika bisnis konstruksi. ADHI melaksanakan kebijakan-kebijakan GCG yang terintegrasi dan dirancang untuk memastikan terlaksananya pengelolaan kepatuhan, manajemen risiko dan pengendalian internal. Aspek positif lainnya dari penerapan GCG di lingkungan Perusahaan antara lain adalah terciptanya efisiensi, daya saing, pertumbuhan, nilai bisnis yang tinggi dan hasil usaha yang tinggi.

Untuk meningkatkan corporate value atau brand value perusahaan, ADHI memiliki inisiatif 3B yaitu Bekerja Cerdas, Berintegritas, dan Bersahaja. “Bekerja Cerdas” adalah inti dari kapabilitas dan produktivitas Adhi Karya dengan mengedepankan inovasi dan efesiensi yang dilandasi jiwa entrepreneurship.

Sedangkan “Berintegritas” menjadi kejujuran yang diiringi rasa tanggung jawab dalam menjalankan setiap pekerjaannya. “Bersahaja” menjadi inti perilaku yang tidak berlebihan (proposional), sederhana, dan rendah hati yang akan menciptakan iklin kerja kondusif. Nilai-nilai inilah yang diharapkan terbentuknya hubungan baik dengan seluruh faktor yang terkait pada usaha Adhi Karya.

Perlahan berusaha menjadi perusahaan konstruksi terkemuka di Asia Tenggara dibuktikan dengan kepercayaan yang makin tinggi yang diberikan investor dan stakeholder. Daya saing dan pengalaman yang dibuktikan dengan keberhasilan proyek konstruksi yang telah di bagun. “Masyarakat tak lepas dari keberhasilan yang diraih ADHI, untuk itu kami erperan aktif dalam mengembangkan program CSR serta Program Kemitraan & Bina Lingkungan Perseroan,” jelasnya.

Brand yang kuat dibangun dengan kemampuan yang luar biasa. Dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat, memakan waktu yang sangat lama, dan pastinya membutuhkan dukungan biaya yang tidak murah. Ini yang telah dilakukan Adhi Karya hingga sampai pada posisi sekarang. “Proyek dan nilai penawaran kontrak tiap tahunnya menjadi bukti nyata bahwa keberadaan brand menjadi salah satu aset berharga yang akan membawa namausahaan menuju puncak kesuksesannya,” ujar Budi.

Menurutnya, banyak manfaat yang dirasakan saat brand dapat menguasai pasar, antara lain daya tarik tersendiri untuk konsumen, kemudahan mendapatkan loyalitas konsumen, peluang menetapkan harga jual lebih tinggi dengan kualitas terbaik yang dimiliki, dan diferensiasi produk terbuka lebar untuk ciptakan lini bisnis guna memperluas pasar yang sudah ada.

Reportase: Akbar Kiemas

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)