Obsesi BRI Menjadi Merek Global

 

Dalam survei Indonesia Top 100 Most Valuable Brand 2016 yang dilakukan Brand Finance dan Majalah SWA, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) meraih posisi kelima. Tahun ini, brand value BRI mencapai US$ 1,6 miliar atau meningkat 23,1% dibanding tahun sebelumnya (US$ 1,3 miliar). Bagaimana BRI bisa meraih brand value setinggi itu?

Sis Apik Wijayanto, Direktur Konsumer BRI, menjelaskan, pada dasarnya membangun merek di industri perbankan saat ini memiliki banyak kesamaan dengan strategi membangun merek di pasar ritel. Hal ini tidak bisa dimungkiri mengingat produk perbankan saat ini sudah masuk ke dalam aktivitas keseharian konsumennya seperti produk digital banking BRI (mobile banking, Internet banking, e-Pay, T-Bank, Agen BRILink, dll.).

Sis Apik Wijayanto, Direktur Konsumer BRI Sis Apik Wijayanto, Direktur Konsumer BRI

Dalam meningkatkan brand value, BRI senantiasa melakukan inovasi produk dan meningkatkan kualitas interaksi dengan konsumen. “Kami terus berusaha secara konsisten membentuk positioning BRI sebagai bank terbesar dengan mengembangkan infrastruktur yang lengkap ditambah ke depan BRI akan didukung dengan teknologi satelit BRISat yang canggih dan modern, sehingga secara luas dapat menjangkau konsumen hingga pelosok,” tuturnya.

Lalu dalam hal aktivasi merek, BRI telah menciptakan program yang dapat dirasakan oleh semua segmen dari perdesaan hingga perkotaan, dari masyarakat menengah-bawah hingga menengah-atas. Sebut saja  Pesta Rakyat Simpedes, dan Untung Beliung Britama, yang dapat meningkatkan awareness BRI sekaligus loyalitas konsumen, karena program tersebut dapat dirasakan oleh konsumen di seluruh wilayah Indonesia.

BRI juga memiliki aktivitas untuk meningkatkan usage dari digital banking seperti mobile banking, Internet banking, serta payment dengan menggunakan e-Pay BRI. Tak lupa, BRI pun mulai banyak memanfaatkan kanal digital dan media sosial sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi dengan konsumen, mengingat di sanalah tempat Gen Y atau nasabah BRI masa depan berada.

Kemudian dari sisi pengembangan jaringan layanan perbankan, BRI terus mengembangkan Agen BRILink dan layanan Teras BRI Kapal, sehingga keberadaan touch point BRI semakin kuat dan merata di seluruh Indonesia. Untuk segmen yang lebih menengah dan premium, BRI menciptakan Hybrid Lounge, dan BRI Prioritas, sehingga bank ini mampu memberikan pelayanan yang sama baiknya kepada seluruh konsumen.

Menurutnya, yang memengaruhi sekaligus yang terpenting dari peningkatan nilai suatu merek adalah pengakuan pasar atau tingkat akseptasi pasar terhadap merek BRI. Dengan akseptasi pasar yang tinggi, maka BRI nantinya tidak hanya dinilai oleh konsumen sebatas hubungan produsen-konsumen, tetapi lebih dari itu, nilai dan bonding yang tercipta akan membawa BRI memiliki kedekatan emosional dengan nasabahnya. Dengan begitu, loyalitas dan brand value pun akan terbangun dengan sendirinya.

Saat ditanya apa target BRI ke depan? Sis Apik mengatakan, di era disrupsi yang serba cepat ini, BRI akan mengarah menjadi the best digital financial services. Artinya, BRI akan selalu menciptakan inovasi produk berbasis digital, karena sesuai dengan prediksi ke depan bahwa perdagangan online akan terus tumbuh dan kebutuhan layanan berbasis digital semakin meningkat. “Kami optimistis pertumbuhan fee-based income BRI akan tumbuh sebesar 30% setiap tahun, karena kami kini didukung oleh teknologi BRISat yang akan mempermudah BRI dalam melakukan inovasi dengan kualitas jaringan yang lebih baik tetapi tetap efisien,” ungkapnya.

Di masa depan, walaupun  BRI hendak secara konsisten terus mengembangkan produk dan layanan perbankan modern berbasis teknologi, dalam komunikasinya tetap membawa nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan Indonesia, serta tetap fokus pada sektor UMKM. Hal ini bisa menjadi suatu kebanggaan bagi nasabah bahwa produk dan layanan BRI “bernilai Indonesia”.

Pihaknya juga optimistis, BRI bisa menjadi merek global selama tetap konsisten dengan peningkatan performa bisnis dan aktivitas pemasaran komunikasi seperti saat ini. “Kami optimistis dalam kurun waktu lima sampai 7 tahun ke depan BRI akan masuk dalam jajaran merek global,” ujarnya mengungkap obsesi banknya. Prediksi tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan cerminan satu dekade ke belakang, BRI selalu menunjukkan performa finansial yang baik dengan membukukan laba yang terbesar selama 10 tahun berturut-turut dengan tetap fokus pada segmen microbanking dan menjadi market leader di segmen itu.

Dari berbagai survei lembaga independen pun menunjukkan tingkat awareness dan loyalitas konsumen terhadap BRI khususnya di produk microbanking meningkat secara progresif. Ke depan, upaya BRI tentunya akan terus meningkatkan prestasi yang telah diraih. Dengan adanya dukungan teknologi yang semakin maju, BRI hendak mengembangkan produk dan layanan berbasis digital banking dan digital payment seperti mobile banking, Internet banking, e-Pay, T-Bank, Agen BRILink, dll., sehingga selain meningkatkan kenyamanan bagi konsumen juga dapat meningkatkan fee-based income dari sisi transaksi.

Kini,  BRI adalah bank nasional yang telah memiliki daya saing berkapasitas dunia dengan dukungan human capital dan teknologi yang mutakhir dan andal. “Kami yakin dengan strategi kami untuk menjadi the best digital financial services, BRI akan siap menjadi pemain global yang tetap menguasai pangsa pasar UMKM di Indonesia,” ujarnya. Pengalaman BRI selama hampir 120 tahun di microbanking ditambah dukungan teknologi BRISat saat ini membuat BRI semakin matang dan optimistis bahwa ke depan BRI akan siap menjawab tantangan dan kebutuhan konsumen di kawasan lokal, regional, bahkan global.

Reportase: Sri Niken Handayani

Twitter @ddsuryadi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)