Pipa Lokal Ini Merambah ASEAN dan Afrika

Produk PT Rusli Vinilon Sakti memang hanya pipa. Meski sekilas tak ada nilainya, manfaat pipa untuk distribusi air bersih sangatlah besar. Tak ada pipa, distribusi air akan terganggu, terutama di wilayah yang sedang tertimpa bencana. “Pipa kami sudah hampir dipakai semua pengembang besar di Indonesia. Vinilon juga sudah diekspor ke negara-negara ASEAN dan bahkan hingga ke Afrika,” kata Sandy Susanto, Direktur Utama PT Rusli Vinilon Sakti.

Menurut dia, perseroan adalah trader pipa impor dari Jepang sebelum memproduksi pipa sendiri. Dari sana, mereka membangun basis konsumen sendiri. Harapan konsumen terpenuhi dengan produk yang kualitasnya sama dengan yang diimpor dulu.

Produk mereka adalah pipa PE (polietilena) dengan jenis pipa PVC (polyvinyl chloride) dan HDPE (high density polyethylene). Kedua jenis pipa ini diaplikasikan untuk kebutuhan distribusi air yang besar dan kebutuhan drainase. Masing-masing punya keunggulan sendiri.

“Harga pipa PVC yang lebih murah 30-40% dan lebih mudah dalam pemasangan dibanding pipa HDPE. Sedangkan, pipa HDPE lebih lentur dan memiliki fleksibilitas yang tinggi,” katanya.

Rusli Vinilon Sakti menjadi pelopor produsen pipa HDPE yang relatif lebih kuat dan lentur meskipun harganya sedikit lebih mahal. Mereka optimis masyarakat akan lebih menyukai pipa jenis ini. Apalagi, negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa juga sudah mulai beralih ke pipa HDPE.

Bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh pada 2004 silam menjadi berkah tersendiri untuk perseroan. Semua pipa di Serambi Mekkah pecah, baik yang baja maupun PVC. Bantuan dari NGO asing juga datang dalam bentuk pipa HDPE.

Sandy Susanto Sandy Susanto, Direktur Utama PT Rusli Vinilon Sakti.

Perseroan pun akhirnya diundang secara khusus oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Mereka diminta memproduksi secara masif pipa HDPE untuk kebutuhan pembangunan skala besar, terutama infrastruktur di wilayah rawan bencana.

“Kami menyatakan sanggup. Akhirnya, pemahaman tentang keunggulan pipa HDPE pun meroket. Kami digandeng Kementerian PU untuk banyak proyek pembangunan di daerah-daerah,” kata Sandy.

Rusli Vinilon Sakti juga menyuplai pipa HDPE sebagai pelindung kabel serat optik bersertifikat milik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Semua perusahaan telekomunikasi di Indonesia seperti Telkomsel, XL, dan Indosat pun mengikuti jejak Telkom untuk proyek telekomunikasi mereka di seluruh Indonesia.

“Fungsi pipa HDPE ini adalah sebagai casing fiber optik agar terproteksi. Kami membantu di proyek-proyek telekomunikasi mereka di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, hampir seluruh proyek infrastruktur pemerintah dari Kementerian PU, Perusahaan Daerah Air Minum, PAM Palyja menggunakan pipa HDPE dari Rusli Vinilon Sakti. Pengembang swasta ternama seperti Agung Sedaya Group, Agung Podomoro, Summarecon, Sinarmas Land juga telah menggunakan produk mereka.

“Tak ketinggalan jaringan hotel Aston, gedung perkantoran seperti Kuningan Place, bandara Hasanuddin, perkebunan sawit milik Astra, dan lainnya. Hampir semua proyek di kota-kota di Indoensia menggunakan produk Vinilon,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kekuatan merek, lanjut Sandy, perseroan terus berinovasi dan menghasilkan produk baru yang memberi nilai tambah. Contohnya, produk penyambung antarpipa yang dapat dengan mudah disambungkan tanpa membutuhkan lem atau alat bantu khusus.

Kualitas produk, mulai dari proses produksi, bahan baku yang digunakan, hingga teknologinya juga menjadi perhatian utama. Perseroan juga membantu memberikan sertifikasi kepada para pekerja di bidang perpipaan. Program ini digelar 4-5 kali dalam setahun. (Reportase: Jeihan Kahfi Barlian)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)