Rahasia Rumah123 Pimpin Pasar KPR

Pasar properti masih lesu. Tapi, portal properti tak terganggu mengingat ruang untuk bertumbuh masih sangat besar. Pasar properti jauh lebih besar dibanding portal properti. Justru, ini adalah peluang untuk memperbesar penguasaan pasar KPR di portal properti yang kini mencapai 90%.

"Saat harga bbm naik, pengguna mobil berkurang dan sebagian beralih ke motor. Saat bisnis makin sulit, para pemain berusaha mencari jalan untuk meningkatkan efisiensi. Saat biaya iklan di surat kabar semakin mahal dan pasar properti turun, developer dan agen properti memasang iklan di portal properti demi efisiensi," kata Ignatius Untung, Country General Manager Rumah123.

Ignatius Untung - Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung - Country General Manager Rumah123

"Kami membagi target pasar menjadi dua yakni, consumer dan customer. Consumer adalah pemasang iklan yang juga terbagi dua, yaitu primary market dan secondary market. Primary market itu adalah developer sedangkan untuk secondary marketnya adalah agen properti yang multinasional atau independen. Secondary market adalah bank," kata dia.

Menurut dia, Rumah123 juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan furniture dan elektronik seperti Samsung, Sharp, dan Fabelio. Dari hasil riset kami, sekitar 40-50% pembelian AC, kulkas, mesin cuci ini terjadi setelah seseorang membeli rumah baru. Biasanya, para pemilik rumah mulai berpikir untuk mengisi rumahnya dengan perabotan da peralatan rumah tangga setelah membeli rumah atau proses KPRnya sudah diterima.

Dia menjelaskan, target pasar lainnya adalah customer yakni orang yang mencari rumah. Ada beragam tipe customer. Pertama, investor, yaitu orang yang membeli rumah untuk investasi. Kedua, pembeli rumah yang untuk ditempati sendiri. Tipe yang ini dibagi 3 pertama, pembeli rumah pertama. Kedua, upgrader yaitu pembeli yang ingin membeli rumah yang lebih luas/bagus dibandingkan rumah yang sekarang ditempati.

Ketiga, downgrader yang ingin membeli rumah yang lebih kecil. Contoh, sebuah keluarga yang anak-anaknya sudah tinggal di rumahnya masing-masing. Orang tuanya merasa rumah sekarang menjadi terlalu luas dan besar. Untuk mengurusnya, mereka memutuskan untuk membeli rumah yang lebih kecil. Rumah123 menargetkan pembeli potensial yang memiliki daya beli tapi memutuskan menunda dengan berbagai alasan. Seperti tidak mampu karena lebih mementingkan kebutuhan gaya hidup seperti membeli mobil, barang bermerek, atau gawai.

"Padahal kenaikan harga properti itu selalu lebih tinggi dari kenaikan gaji. Kenaikan gaji rata-rata 10-15% pertahun (kecuali jika pindah kantor). Kenaikan harga properti, meski ada di titik paling rendahnya saja naik 15-20%. Bahkan selama 3 tahun berturut-turut di tahun 2009 sampai 2012, kenaikannya 100%. Kami ingin menyadarkan potential buyer ini," ujar dia. (Reportase: Maria Hudaibyah Azzahra)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)