Siasat April Group Menawan Hati Pembeli

Industri kertas dan bubuk kertas di Indonesia hanya tumbuh 3-4% pada tahun ini di era digital saat ini. Meski begitu, salah satu pemain besar di Indonesia, yakni APRIL (PT Riau Andalan Pulp and Paper-RAPP) masih yakin kebutuhan kertas masih akan tinggi di tahun-tahun mendatang.

Presiden Direktur RAPP, Tony Wenas mengatakan, konsumen yang menggunakan kertas masih ada. Itu terlihat dari masih lakunya koran dan majalah di Tanah Air dan juga dunia. Meski punya gagdet keren dan canggih, semacam Ipad, tak sedikit orang yang masih menulis di buku notes.

“Jadi, ada kebiasaan-kebiasaan yang memang nyamannya seperti itu. Jumlah penduduk dunia semakin banyak. Pada 2050 diperkirakan ada 9 miliar jiwa. Indonesia sekitar 350 juta jiwa. Semua orang new comers ini akan memulai dengan kertas dan pensil,” katanya.

Tonny Wenas Presiden Direktur RAPP, Tony Wenas

Dengan produk kertas andalan, Paper One, APRIL tak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga mancanegara. Produk-produk mereka telah tersebar ke 75 negara di dunia. Pasar lokal hanya menyerap 25% penjualan. Ekspornya sudah sampai ke Amerika, China, Eropa, Timur Tengah, India, dan bahkan Afrika.

“Di Indonesia, hanya ada 3 pemain besar. Kami salah satunya. Pangsa pasar kami no 9 dunia untuk pulp dan no 6 dunia untuk kertas,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, pesaing utama APRIL adalah perusahaan kertas asal Brasil. Negara tersebut memiliki hutan yang lebih luas dari Indonesia. Dengan kondisi iklim yang mirip, sang pesaing tentu lebih diuntungkan dari segi ketersediaan bahan baku hutan dan tanaman.

“Produsen pulp and paper terbesar itu di Amerika, Jepang, Chile, Finlandia yang di atas kami. Tapi, kami diuntungkan dengan masa tumbuh poin yang lebih cepat, yakni 4,5 tahun. Bandingkan dengan di Amerika yang mencapai 20 tahun dan Eropa 40 tahun karena mereka punya 4 musim,” katanya.

Untuk menarik hati para pembeli di seantero jagat, menurut Tony, APRIL telah mendapat sertifikat PEFC pada tahun 2014. Mereka menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraihnya. Itu artinya, produk mereka dihasilkan dari hutan yang terjaga kelestarian dan pengelolaannya pun ramah lingkungan.

“Kami tidak membakar hutan. Kedua, sustainable forest management policy, menyeimbangkan antara produksi dan konservasi. Kami sudah tidak membuka hutan alam. Jadi, bisa 100% plantation. Dengan program ini, konsumen jadi lebih tertarik untuk beli,” katanya.

Perseroan kini juga tengah menyiapkan produksi kertas jenis high grade digital paper. Manfaatnya adalah bisa menghemat penggunaan tinta hingga 30%. Saat ini, APRIL tengah membangun pabrik kertas ketiganya. Total kapasitas produksi akan naik dari 850 ribu ton menjadi 1,2 juta ton kertas pertahun. (Reportase: Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)