Strategi Santos Jaya Abadi Mendominasi Pasar Kopi Bubuk Kemasan


Paulus NugrohoSejarah kopi bubuk kemasan Kapal Api telah terentang hampir satu abad di bumi Indonesia. Kopi Kapal Api pun hingga kini sukses mempertahankan dominasinya di industri kopi bubuk kemasan bermerek. Di balik kedigjayaan PT Santos Jaya Abadi, yang menaungi merek kopi Kapal Api, yang terdapat konsistensi dalam menjaga kualitas sekaligus inovasi mutakhir yang terus berlangsung tanpa henti di berbagai lini.
 
Paulus Nugroho, Direktur Pengelola SJA, memaparkan, salah satu rahasia kekuatan Kapal Api terletak pada komitmen perusahaan untuk menerapkan teknologi teranyar di bidangnya. Hal ini berdampak pada konsistensi kualitas yang terus terjaga. Salah satu catatan yang masih ada adalah, Kapal Api merupakan pabrik kopi pertama di Indonesia yang memakai drum roaster buatan Eropa. Sementara perusahaan lain kala itu masih memakai mesin goreng biji kopi tradisional,” Paulus memaparkan kepada Majalah SWA.
 
Teknologi di bidang lain pun turut digarap. Di antaranya Kapal Api termasuk yang pertama menggunakan iPad dan aplikasi bagi tenaga penjualnya demi meningkatkan efisiensi pemesanan dan pengantaran. Selain itu kini telah dimulai big data processing berbasis Oracle dan bahkan telah memiliki sistem e-commerce sendiri.
 
Aspek pemasaran yang menjadi ujung tombak kinerja Kapal Api pun pun turut digarap serius. Paulus memaparkan, Kapal Api merupakan merek kopi pertama yang beriklan di stasiun televisi di Indonesia, yakni TVRI.  Bahkan hingga kini, berbagai teknik pemasaran teranyar pun terus diaplikasikan dalam meningkatkan popularitas merek dan juga penjualannya. Kami memakai basic teori marketing dari Philip Kotler-Markplus untuk diterapkan. Dari marketing 1.0, 2.0, 3,0 dan saat ini sedang mengolah penerapan Marketing 4.0 yakni moving from traditional to digital serta content marketing,” Paulus menjelaskan.
 
Para pendiri dan pengelola Kapal Api pun sejak lama sadar, kompetitor terus mengintai demi merebut tahta penguasa kopi di Indonesia. Karena itu transformasi internal dengan merekrut tenaga-tenaga profesional telah digencarkan sejak tahun 1990-an. Dalam pengembangan SDM, kita selalu mendorong learning and teaching organization. Mengirimkan karyawan ke berbagai pelatihan, ataupun kita membangun SJA Learning Centre, yang sudah memakai e-learning sebagai sarana training,ujar Paulus.
 
Profesionalitas pun diimbangi dengan fokus bisnis yang tajam terjaga. Paulus menuturkan, PT SJA sejak awal difokuskan untuk menaungi merek Kapal Api. Sementara berbagai bisnis penunjangnya di amanatkan ke berbagai anak usaha. Seperti PT Excelso Multi Rasa yang menaungi kafe Excelso Coffee Shop, PT. Fastrata Buana membawahi urusan distribusi, PT Santos Premium Creamer menangani produk Coffee Creamer, PT  Sulotco Jaya Abadi mengelola kebun kopi di wilayah Toraja, PT Weiss Tech menaungi workshop dan engineering mesin kopi dan PT Agel Langgeng yang mengelola bisnis permen. Jadi di kami transformasi dilakukan secara evolusioner, bertahap. Secara Kaizen. Bukan reeingineering ala manajemen Barat,” ungkap Paulus.
 
Konsistensi dan dedikasi dalam mengusung tinggi profesionalitas pun diimbangi dengan mempertahankan lem perekat yang menyatukan berbagai lapisan perusahaan, yakni budaya kekeluargaan. Jadi, di satu sisi SJA mempertahankan budaya kekeluargaan yang menjadi ruh perusahaan, sementara di sisi lain mengusung tinggi semangat profesionalitas dalam menjalankan  proses bisnis. Kami menterjemahkan kekeluargaan sebagai we are connected to each other with heart, because all of them are a part of the family.  Bonding with our heart, doing every step of business process proffesionaly. This is the main key. Seninya adalah balancing kedua sisi yang seolah-olah kontradiktif tersebut,” tegas Paulus.
 
Sejumlah catatan pun menjadi bukti pencapaian legendaris kopi Kapal Api di Indonesia. Menurut Paulus, selain berhasil mempertahankan pangsa pasar di atas 60% di Indonesia dan mengekspor ke lebih dari 20 negara, SJA kini tercatat sebagai salah satu coffee roaster terbesar di Asia. Pencapaian lainnya yakni kemampuan perusahaan untuk menciptakan lapangan kerja yang telah menafkahi puluhan ribu orang di seantero Indonesia.
 
Simak saja, jumlah karyawan pabrik SJA kini mencapai 10 ribu orang. Ditambah lagi dengan pekerjaan turunan yang tercipta di level distribusi, karyawan agen, grosir, semi grosir, toko, supermarket, kedai kopi modern dan tradisional dan lain sebagainya. Apalagi bila memperhitungkan pihak-pihak yang terlibat dalam supply chain seperti pemasok, petani, perusahaan angkutan dan sebagainya, maka kontribusi kami sangat signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan men-drive ekonomi dan tentu saja pendapatan pajak,” jelas Paulus. (Reportase: Sri Niken Handayani)
 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)