Telkomsigma Genjot Pangsa Pasar Hingga 50%

Telkomsigma telah menjadi pemimpin pasar (market leader) di bisnis teknologi dan informasi (TI) di Tanah Air. Namun anak usaha PT Telkom Tbk itu belum puas, tahun ini Telkomsigma ingin menguasai pangsa pasar (market share) hingga 50% dari tahun lalu yang masih 40%. Salah satu cara yang ditempuh adalah memperbanyak industri vertikal.

CEO Telkomsigma, Judi Achmadi menuturkan, tahun ini perseroan bertekad melakukan dominating market. Saat ini, Telkomsigma sebenarnya telah menjadi market leader dengan market share rata-rata 40%. Pada 2016, kinerja keuangan Telkomsigma tumbuh sekitar 30% dan tahun ini diharapkan di atas 30%.

“Jadi, tahun ini market-nya akan kami dominasi. Kami akan meningkatkan market share menjadi 50%, kami akan buat banyak industri vertikal,” ujarnya.

(Kanan) Judi Achmadi, CEO Telkomsigma

 

Ia mencontohkan, banking dan financing merupakan satu vertikal industri sendiri, dan masih banyak industri yang masih bisa dibidik seperti kesehatan, manufaktur, distribusi, transportasi, dan ritel. Perseroan mengambil ahli dari masing-masing sektor untuk memuluskan penjualan solusi.

“Untuk menjual solusi TI di kesehatan, kami akan merekrut dokter, bukan insinyur, ini untuk memahami pilar industri itu dengan baik. Kami sudah mulai lakukan itu tahun lalu, yakni untuk travel dan transportasi,” jelas dia.

Untuk menggenjot pertumbuhan kinerja tahun ini, lanjut dia, Telkomsigma juga memperbanyak partnership. Dalam partnership, Telkomsigma memiliki vendor management yang khusus berhubungan dengan perusahaan-perusahaan asing, juga terdapat Bali Camp sebagai wadah untuk menjaring start up di Tanah Air.

Telkomsigma juga menjalin kerja sama dengan pemerintah, misalnya Telkomsigma menjadi pendukung TI untuk tol laut yang dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan, Pelindo I, Pelindo II, dan Pelni.

“Tahun ini akan kami perluas ke Pelindo lainnya. Di transportasi sebenarnya kami sudah masuk di TransJakarta, KCJ (commuterline). Sekarang integrasinya sedang kami pikirkan bersama, satu kartu bisa buat ke semua transportasi itu di 2017,” jelas dia.

Telkomsigma memiliki tiga portofolio bisnis, yaitu Sistem Integration, Data Center, dan Manage Service. Yang paling besar kontribusi bagi pendapatan perusahaan adalah sekitar 50-60% dari Sistem Integration, lalu 30% dari Data Center, dan sisanya Manage Service. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)