Transformasi BTN di Masa Depan

Transformasi sebagai langkah yang diambil di tengah perubahan zaman diterapkan oleh bank plat merah BTN. Bicara soal transformasi, BTN memiliki tiga transformasi yang dilakukan, yakni transformasi bisnis, infrastruktur dan sumber daya manusianya.

Ketiga transformasi tersebut dilakukan BTN secara simultan agar perusahaan dapat menjadi perusahaan kelas dunia. Menurut Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono, untuk transformasi bisnis perbankan ada tiga periode yang dilakukan, pertama, tahapan survival transform yang telah dilalui pada 2013 hingga 2015. Tahapan kedua, periode digital banking yang dijalankan sejak 2015 dan terakhir, tahapan global partnership transform agar BTN mampu menghadapi persaingan global.

Pada transformasi infrastruktur, BTN mengembangkan layanan digital banking untuk lebih mempermudah layanan kepada nasabah. “Penerapan layanan digital banking telah dilakukan BTN pada tahun lalu dengan membuka gerai smart branch, portal www.btnproperti.co.id bagi masyrakat yang ingin mencari informasi terkait kredit rumah baru hingga soal mengajukan KPR,” ungkap Maryono. BTN juga memiliki portal www.rumahmurahbtn.co.id yang dapat diakses masyarakat yang ingin memiliki ruah lelang dengan harga yang lebih murah.

Sedangkan untuk transformasi people atau human capital, dilakukan agar proses kerja BTN dapat lebih cepat. Selain itu, SDM BTN juga harus mengedepankan good coporate governance, sehingga proses transformasi yang dilakukan perseroan dapat berjalan lancar. Persiapan BTN untuk menggarap pasar millenial juga terlihat dari mayoritas karyawan yang merupakan generasi milenial. Semua proses transformasi BTN itu dirangkum dalam program ‘5 Siap,’ yakni Siap SDM, Siap Teknologi, Siap Proses Bisnis, Siap Pendanaan dan Siap Suplai Rumah.

“Transformasi juga membuat BTN ‘naik kelas’ menjadi lebih baik, tak hanya menjadi anchor dalam program satu juta rumah. Aset BTN kini tercatat melompat ke posisi bank dengan aset terbesar ke-5 di Indonesia,” ungkapnya. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan bisnis BTN rata-rata sekitar 18-20%. Untuk pertumbuhan KPR bahkan mencapai 21,86% YoY per Juni 2018.

Dengan kinerja positif tersebut, hingga 30 Juni 2018, BTN masih menjadi pemimpin pasar KPR di Indonesia dengan pangsa sebesar 37,73% (lainnya dikuasai BCA sebesar 17,18%, BNI 8,94%, Mandiri 9,47% dan BRI 5,5%, CIMB Niaga 6,45 %, lainnya 14,67%). Sebagai bank yang befokus di pembiayaan perumahan sejak 1974, BTN masih berhasil mendominasi pasar KPR subsidi dengan nilai sebesar 94,12% dari total realisasi KPR subisidi nasional.

Menghadapi masa depan, BTN telah memiliki cetak biru aksi transformasi hingga 2025. Pada tahapan akhir transformasinya yakni periode ‘global playership’ akan dimulai sejak 2019 hingga 2025. “Pada periode tersebut, kami berencana akan mampu membawa produk dan layanan BTN beroperasi sesuai standar layanan internasional dan kelas dunia. Tujuannya, agar semakin banyak menjangkau masyarakat indonesia untuk memenuhi kebutuhannya, khususnya untuk memiliki rumah yang terjangkau dengan mudah,” ungkapnya.

Bagi Maryono, kedepannya rumah masih menjadi kebutuhan utama masyarakat indonesia, terlebih adanya angka populasi milenial di Indoneisia yang terus tumbuh. Dengan berbagai inovasi dan transformasi yang dilakukan, BTN menargetkan untuk menjadi bank dengan pelayanan berstandar global, tapi tetap bercita rasa lokal. “Kami juga terus memperkuat budaya kerja perusahaan sehingga dapat menjadi pondasi   tangguh menghadapi persaingan global dan menggarap berbagai peluang bisnis ke depannya,” harapnya.

Perubahan pasar dan globalisasi tentu menjadi dua hal tantangan yang dihadapi BTN. Namun hal itu sekaligus menjadi peluang untuk melakukan transformasi yang telah tercatat dalam cetak biru 2025. “Kami akan jadikan senjata untuk menghadapinya dan menggarap peluang yang ada,” ujar Maryono.

Bersama tagline ‘Sahabat Keluarga Indonesia’,  BTN kini tak hanya menawarkan KPR namun juga layanan (kredit konsumer) untuk membiayai kebutuhan keluarga yang tinggal di rumah tersebut. Upaya ini menjadi peluang bisnis yang besar. “Untuk menggarap pasar di luar negeri, kami pun terus menggelar kemitraan terutama dengan para aanggota yang tergabung dalam World Saving Bank Institute (WSBI) Asia Pacific Region. Tahun lalu, kami melakukan kemitraan dengan Dongbu Savings Bank untuk menganalisis peluang kerja sama bisnis di Korea,” ungkapnya.

Reportase: Arie Liliyah

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)