Upaya Hijau Sharp Untuk Lingkungan

Berlomba untuk mewujudkan perusahaan hijau yang ramah lingkungan telah menjadi kewajiban yang mendasar untuk setiap perusahaan. Lingkungan dimana mereka berada patut mendapatkan perhatian khusus demi keberlangsungan bumi ini. PT Sharp Electronics Indonesia yang telah berdiri sejak 1970 di Indonesia  memahami peran penting lingkungan terhadap bisnis mereka. Oleh karena itu, mereka menjalankan bisnisnya dengan kegiatan positif yang mendukung keberlangsungan lingkungan.

Merek Sharp menerima penghargaan IBBA 2013.

 

"Kami di Sharp memahami peran dengan menciptakan kegiatan ramah lingkungan di area pabrik. Mengurangi pemakaian energi sebesar mungkin dan kontrol aktivitas yang berhubungan dengan lingkungan demi menekan emisi senantiasa kami galakkan," ujar Reno Permana, Building & Utility Maintenance Manager PT Sharp Electronics Indonesia.

Manajemen Sharp mengambil kebijakan dengan melakukan penggunaan sky light yang berbahan fiber untuk atap pabrik untuk mengurangi penggunaan lampu di siang hari. Penggunaan lampu berbahan LED sebagai upaya penerangan yang hemat daya dan memiliki ketahanan lebih lama digunakan sekitar 1500 buah, menggantikan lampu berbahan merkuri yang rencananya akan dilanjutkan sampai seluruh pabrik.

Berupaya lebih mewujudkan bisnis hijau yang kompeten, Sharp telah sejak lama menggunakan solar panel sekitar 360 buah untuk pabrik Karawang dengan kapasitas hampir 42 kw. Perawatan dan uji emisi juga mereka lakukan secara berkala, penggunaan inverter sebagai booster pump memberikan efisensi mencapai 30% untuk pemakaian energi listrik untuk pompa. Segala efisiensi Sharp ini mencatatkan data untuk penurunan emisi CO2 yang dihasilkan dari saving energy yang dilakukan dari berbagai macam aktivitas, antara lain aktivitas penggunaan lampu LED dan kontrol AC dengan menggunakan electronic control modul.

Total saving energy dari 2016 ini telah mencapai 567 CO2 dengan total kwh adalah 636 per tahun. Adanya solar panel yang digunakan juga untuk back-up office dapat menciptakan saving cost 10 juta per bulan. Efisiensi tersebut didapat dari selisih pemakaian yang mencapai 46% pada saat musim panas.

Namun penggunaan solar panel sangat fluktuatif karena tergantung cuaca. Sharp juga melakukan konservasi lingkungan di sub Karawang dengan membuat mini forest. Menciptakan kolam sebagai resapan air hujan yang akan mengaliri setiap kawasan disekitar. Penanaman pohon endemic Indonesia yang langka juga dilakukan seperti Pohon Keben, Kenari Babi, Sempur, Buni, Bisbul, Dahu, Mahoni, Anyang-Anyang, Ganitri, Merbau, Kopsia, Kantil, dan Matoa. Sharp senantiasa membuat hijau pabrik Karawang dengan penanaman benih yang mendukung reboisasi.

Sharp sadar akan limbah yang dihasilkannya, dua jenis sampah, Non-B3 dan B3 (Bahan Berbahaya Beracun). Pemilahan sampah Non-B3 berdasarkan fungsi daur ulang yang masih bernilai akan diberikan kepada warga setempat untuk bisa mereka manfaatkan, seperti dibuat kompos dengan pembinaan yang juga dilakukan oleh Sharp.

Untuk sampah B3 diatur sesuai ketentuan yang berlaku dengan memberikan kepada perusahan pengelola sampah B3 bersertifikat seperti kerjasama Sharp dengan PPLi (Prasadha Pamunah Limbah Industri) untuk mengelola limbah CRT dan TV. Pengelolaan limbah domestik dilakukan dan diolah sendiri secara terpadu dan ramah lingkungan, sebelum dibuang ke saluran yang sudah ditentukan pemerintah seperti yang telah dilakukan pabrik Sharp di Karawang.

Reporter: Yosa Maulana

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)