Cara Ewindo Menjaga Employee Engagement Selama Pandemi

Glenn Pardede, Managing Director Ewindo (kanan)

Pandemi Covid-19 mengubah cara kerja banyak perusahaan. Di antaranya penerapan model kerja jarak jauh atau Work From Home (WFH). Hal ini memunculkan isu mengenai employee engagement yang berkurang. Padahal keterikatan karyawan adalah hal penting yang berkorelasi erat dengan hasil bisnis yang dicapai.

PT East West Seed Indonesia (Ewindo), sebagai salah satu perusahaan idaman karyawan versi Majalah SWA, membagikan pengalamannya menjaga employee engagement di tengah pandemi.

Glenn Pardede, Managing Director Ewindo, mengatakan bahwa kebahagiaan karyawan sudah menjadi salah satu nilai di dalam perusahaannya, yang terdiri dari farmer’s best friend, happy and grateful employee, strive for excellence.

Happy employee sangat penting, bukan hanya di masa pandemi tetapi juga di masa apapun, karena sangat berkontribusi buat perusahan. Dan meningkatkan happy employee adalah nilai perusahaan kami selain menjadi sahabat petani,” ungkapnya di acara Employer of Choice Conference and Virtual Awarding yang diselenggarakan SWA.

Pihaknya telah melihat tantangan akibat pandemi terkait pengelolaan talenta yaitu less engaged karena WFH, situasi yang tidak menentu, yang akhirnya menimbulkan job insecurity. Untuk menghadapinya, Ewindo menemukan bahwa komunikasi dan dukungan manajemen adalah bahan utama untuk membuat karyawan selalu termotivasi. Manajemen bersepakat untuk selalu mengkomunikasikan perkembangan terkini.

“Dukungan manajemen dalam hal ini kita harus mendengarkan apa support yang dibutuhkan karyawan di masa-masa sulit ini,” ujarnya.

Glenn mengatakan, unsur terpenting guna mensukseskannya adalah sifat agile. Baik pada pemimpin dan karyawan. “Apa yang kami lakukan supaya agile ini: Pertama selalu update pandemic level/status, setiap pagi ada rapat direksi untuk membahas ini dan kami membuat BOD weekly video message,” terangnya.

Ia melanjutkan, Ewindo melakukan adjustment of employee well-being and work arrangement policies, dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan baru. Tahun 2022 perusahaan yang memiliki merek benih Cap Panah Merah ini meluncurkan Telecommuting Policy dan Alternative Working Arrangement. Contoh di antaranya adalah flexible benefit.

“Karyawan lebih fleksibel untuk menggunakan uang dari medical-nya, misalnya untuk membeli alat kesehatan atau ikut kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan. Kemudian untuk para milenial, ada better work life balance,” paparnya.

Kemudian Ewindo banyak berinvestasi untuk memperbaiki dan menciptakan infrastruktur digital. Glenn menuturkan, antara lain yaitu ERP, R&D Digitalization, hingga HR management System. “Menurut saya semua ini sudah menjadi kebutuhan yang paling utama. Digitalisasi telah menjadi agenda utama Ewindo dalam dua tahun terakhir dan ini tertanam di dalam strategi perusahaan sampai 2024,” tuturnya.

Dari semua upaya di atas, ia berkesimpulan bahwa ada tiga hal inti untuk menjaga employee engagement. Pertama, pemimpin harus benar-benar engage dengan karyawannya, karena akan menciptakan karyawan yang engage dengan perusahaan. Kedua, sifat agile sangat penting dalam semua proses. Ketiga, peduli/caring.Perusahaan harus bisa peduli dan karyawan harus bisa merasakannya, sehingga sebagai balasannya mereka akan lebih engage dengan perusahaan.

“Perusahaan idaman ibarat saya sebagai suami di dalam hubungan pernikahan tentang bagaimana saya menjadi suami yang idaman buat istri saya. Tentunya saya harus agile, caring, ready to serve dan sehat Begitu juga perusahaan, harus bisa ready to serve terhadap karyawannya kapan saja mereka membutuhkan,” tutur Glenn.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)