Arief: Menata Tangerang, Mengundang Investor  

Pelaku usaha mulai mencari alternatif dalam investasi kantor. Tangerang bisa menjadi pilihan lokasi mengingat posisinya yang strategis. Beragam program diusung untuk menciptakan Tangerang yang Liveable (layak huni), Investable (layak investasi), Visitable (akses mudah) dan E-City (kota cerdas).

“Ada 2 ruas tol yaitu tol Jakarta-Merak dan tol Bandara. Ke depan, akan menjadi 6 ruas tol, yaitu tol Kunciran-Bandara split menjadi dua yaitu satu ke Neglasari dan satu ke Benda, dan akan ada tol Tangerang-Sunter,” kata Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah.

Tangerang juga menjadi pintu gerbang negara dengan adanya Bandara Soekarno-Hatta. Dengan demikian, aksesnya tak hanya dari tol, dan kereta api listrik. Waktu tempuh Tangerang dari Jakarta bisa lebih lama ketimbang dari kota-kota lain melalui Bandara Soetta.

“Jadi, lebih cepat dari luar kota ke Tangerang. Dengan posisinya yang strategis, kami yakinkan Tangerang bisa menjadi hub Indonesia,” kata dia.

Wali Kota Tangerang Kota Arief Rachadiono Wismansyah Wali Kota Tangerang Kota Arief Rachadiono Wismansyah

Untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, lanjut dia, pemkot rutin bertemu dengan para pelaku usaha untuk mendengarkan masukan terkait pembangunan kota. Setiap masalah yang muncul, terutama yang terkait perizinan online, akan secepatnya diatasi. “Saat ini, mendirikan UKM dan mengurus paten bisa dilakukan di Kecamatan. Ke depan, bisa diurus di tingkat kelurahan,” kata dia.

Pelaku usaha maupun masyarakat umum bisa lebih mudah berkomunikasi dengan pemerintah kota lewat aplikasi yang dinamakan Laksa. Aplikasi Qlue-nya Tangerang ini bisa menjembatani permasalahan yang muncul. Aplikasi ini terhubung dengan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Path.

“Laporan masyarakat akan langsung ditindaklanjuti. Kami membangun Control Room mirip yang di Bandung, bersama tim IT Pemkot Tangerang. Investasinya tidak terlalu besar, sekitar Rp 3 miliar,” kata dia.

Dia menjelaskan, pemkot menyebar petugas di berbagai sudut kota untuk merespon cepat laporan warga. Dengan begitu, masyarakat bisa hidup dengan nyaman. Demikian juga para pelaku usaha bisa tenang menjalankan bisnisnya.

“Contoh, lokasi di Rawaboko. Tol di sana sudah tidak merah lagi karena kami cari solusinya. Jadi, tol ke Bandara lebih lancar. Kargo lancar dan masyarakat nyaman ke Bandara. Jadi, tidak merah lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Arief berharap bisnis yang bergulir lancar akan meningkatkan taraf hidup sekitar 1,8 juta orang warga Tangerang. Dengan semakin banyaknya lapangan kerja yang tercipta, masyarakat akan lebih sejahtera dan bisa mengakses pendidikan setinggi-tingginya.

“Saat ini, sekolah gratis dari mulai SD hingga SMA. Bahkan, untuk beasiswa kuliah pun akan diupayakan hingga level S3,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)