Obsesi Rizal Effendi Menjadikan Balikpapan sebagai Kota Terkemuka

 

Menjadikan Balikpapan sebagai kota terkemuka, nyaman dihuni, dan berkelanjutan menuju madinatul iman, itulah visi Rizal Effendi, Wali Kota Balikpapan yang bersama Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud memasuki periode kedua masa jabatannya, 2016-2021.

Untuk menjalankan visi tersebut, ada beberapa misi yang dijalankan Rizal. Antara lain, meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, mewujudkan kota layak huni dan berwawasan lingkungan, meningkatkan infrastruktur kota yang representatif, serta mengembangkan ekonomi kreatif sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Untuk mewujudkan Kota Balikpapan sebagai kota terkemuka, dalam lima tahun ke depan kota di Provinsi Kalimantan Timur ini akan diarahkan menjadi kota industri yang didukung dengan pengembangan kawasan industri Kariangau. Yaitu, kawasan industri manufaktur untuk menangkap peluang hasil sumber daya alam di kawasan pedalaman (hinterland) Balikpapan dan selanjutnya akan diolah untuk menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat dan Kota Balikpapan.

Kota Balikpapan juga diarahkan menjadi kota jasa terkemuka yang didukung dengan keberadaan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Peti Kemas (Kariangau Kaltim Teminal), kawasan pusat perdagangan dan jasa, serta adanya Politeknik Negeri Balikpapan dan Institut Teknologi Kalimantan. Di samping itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sedang mempersiapkan pembangunan area pantai (coastal area), sebagai kawasan perdagangan dan jasa baru di sepanjang pantai Balikpapan, yang dalam pelaksanaannya melibatkan beberapa investor terkemuka di Indonesia melalui lelang investasi.

Sejalan dengan itu, kemudahaan dalam mendapatkan izin untuk para pebisnis juga dilakukannya. Salah satunya dengan diterbitkannya Peraturan Daerah No. 11/2015 tentang Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal. Pemkot juga membentuk Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) untuk memfasilitasi investor yang akan berinvestasi di Balikpapan melalui satu pintu.

Dengan demikian, Pemkot Balikpapan memberikan kemudahan dan percepatan perizinan bagi investor yang akan menanamkan modal di Kota Balikpapan. Pemkot Balikpapan juga membuat program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memberikan pelayanan perizinan secara terpadu kepada masyarakat Balikpapan, sehingga masyarakat tidak perlu mengurus izin ke dinas teknis terkait.

Program dan terobosan yang dijalankan BPMP2T antara lain memangkas waktu pelayanan perizinan dengan melibatkan stakeholder terkait dalam pembahasan standar pelayanan perizinan. Kemudian, Pemkot menerapkan aplikasi Sistem Informasi Cerdas Pelayanan Terpadu untuk Publik (Sicantik). Aplikasi ini dapat digunakan pemohon untuk melacak perkembangan perizinan yang mereka urus menggunakan barcode yang didapat dari pendaftaran yang terhubung ke website BPMP2T.

“Kami juga membentuk Pelayanan Solusi Orang Sibuk (SOS ) agar masyarakat yang ingin mengurus perizinan, terutama yang sibuk pada jam kerja atau tidak dapat sama sekali datang ke BPMP2T,” kata Rizal. Fasilitas pelayanan SOS terdiri dari pelayanan perizinan online melalui website BPMP2T, pelayanan malam hari setiap Senin malam pukul 19.00-22.00 yang dikhususkan untuk pemohon langsung/tidak diwakilkan sehingga masyarakat yang sibuk pada siang hari dapat mengurus perizinan pada malam hari, dan pelayanan satu jam selesai, yaitu pelayanan yang diberikan pada malam hari, khusus untuk SIUP dan TDP.

BPMP2T juga menyiapkan layanan pengaduan atas pelayanan melalui website, surat elektronik, kotak pengaduan, dan pengaduan langsung di kantor BPMP2T. Selain itu, lembaga ini juga menata perizinan yang tumpang tindih, melakukan penyederhanaan perizinan dengan mengevaluasi persyaratan perizinan yang diperlukan. ”Kami membangun kantor BPMP2T yang lebih representatif untuk kenyamanan investor dan masyarakat yang mengurus perizinan,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana kemajuan daerahnya, Rizal mengatakan, “Dari segi infrastruktur, kemajuan pembangunan Kota Balikpapan cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari telah berhasilnya kegiatan-kegiatan strategis, baik yang berskala nasional maupun regional,” katanya. Misalnya, saat ini telah beroperasi Bandara Internasional Sultan Aji M Sulaiman Sepinggan dan Pelabuhan Petikemas Kariangau, juga dibangunnya PLTU-PLN (4 X 100 MW), Institut Tehnologi Kalimantan, Islamic Center Balikpapan, dan RSUD Kota Balikpapan. Kemajuan di bidang infrastruktur ini menjadi salah satu faktor Balikpapan menjadi kota terkemuka.

Reportase: Rizky C. Septania

Twitter @ddsuryadi

 

==================================================

 

 

 

Perkembangan Industri Formal Kota Balikpapan 2013-2015

 

     
  Uraian 2013 2014 2015 *
  Unit Usaha      
  Industri Kecil 614 712 715
  Industri Menengah 134 136 137
  Industri Besar 125 125 126
  Jumlah 873 973 978
         

 

 

 

Jumlah Ekspor-Impor Perdagangan

Kota Balikpapan 2013-2015

 
           
No Uraian 2013 (US$) 2014 (US$) 2015 (US$)
1 Nilai Ekspor Non-Migas 1,820,598,644.16 1,716,958,988.74 1.513.326.496.08
2 Nilai Ekspor Migas 405,649,578.53 103,586,417.54 107,608,534.67
3 Nilai Impor 2,812,215.76 11,142,630.84 11,664,216.06

 

 

 

Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Balikpapan

 

Tahun PDRB dengan Migas PDRB Tanpa Migas
ADHB ADHK ADHB ADHK
Rp (Juta) Rp (Juta) Rp (Juta) Rp (Juta)
2013 64.286.265,40 65.907.490,79 36.124.167,74 31.198.667,55
2014 71.615.824,50 68.984.218,07 39.842.708,50 32.738.385,24
2015 72.113.223,40** 71.934.245,14** 40.212.543,20** 33.038.655,21**

** angka proyeksi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)