8 Program Transformasi Bank Sumut

Presiden Direktur PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut), Edie Rizliyanto.

Sempat mengalami kekosongan kepemimpinan untuk posisi direktur utama di tahun 2012-15, PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) akhirnya dipimpin oleh Edie Rizliyanto. Dua calon dirut sebelumnya tidak lolos tes kelayakan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga menyebabkan tata kelola perusahaan tidak ideal selama periode kekosongan tersebut.

Tidak idealnya tata kelola perusahaan, disampaikan oleh Edie, karena mayoritas pimpinan kantor cabang Bank Sumut melakukan proses pengajuan kredit tanpa mengacu aturan dan standar operasional. Selain itu, dipicu oleh pola pikir pegawai yang cenderung inferior dan relatif tidak produktif.

Edie membenahi kondisi tersebut secara bertahap sejak ia menempati jabatan Direktur Bisnis & Syariah Bank Sumut, 30 Januari 2014. Saat itu, terjadi demonstrasi 1.700 pegawai alih daya yang menuntut manajemen Bank Sumut untuk meningkatkan status mereka sebagai pegawai tetap. Dialogpun dilakukan bersama tim legal, OJK, DPRD, dan Kementerian Tenaga Kerja yang akhirnya masalah terselesaikan.

Tak berhenti di situ, saat Edie ditunjuk menjadi Dirut Bank Sumut, Maret 2015, ia bertekad mengubah performa bisnis bank yang saham mayoritasnya dimiliki Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini. Ia juga menyelasaikan campur tangan organisasi kepemudaan yang mengklaim kadernya di Bank Sumut itu layak menempati posisi strategis dan membenahi persepsi mengenai keberadaan direksi dari luar perusahaan. “Dengan code of conduct yang mengatur sikap profesional dan perilaku pegawai, akhirnya situasinya kondusif. Saya mengajak karyawan fokus ke visi-misi perusahaan sebagai lembaga bisnis,” jelasnya.

Edie menginisiasi pelaksanaan 8 program transformasi, yaitu memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat permodalan, merestrukturisasi sistem teknologi informasi atau core banking, menambah produk dan fitur layanan, menyelesaikan kredit macet (non-performing loan/NPL), mengimplementasikan manajemen risiko kredit, dan memperluas layanan perbankan syariah.

“Salah satu contoh konkret implementasi program tersebut adalah penyaluran kredit yang didampingi staf manajemen risiko. Sebelumnya hanya diputuskan oleh pemimpin kantor cabang. Program ini termaktub dalam program implementasi manajemen risiko kredit,” jelasnya. Lainnya adalah inovasi produk dan layanan SMS Banking, Kredit SIPP (Saham Insan Pengusaha Pemula) dengan bunga 6,99% per tahun, dan Gadai Emas. Inovasi produk tersebut melengkapi produk Bank Sumut yang telah ada.

Inovasi yang dilakukan diselaraskan dengan pembenahan struktur organisasi, kompetensi SDM, karakter kepemimpinan, dan operasional bisnis. Untuk meningkatkan kualitas pegawai, Edie memberikan beasiswa kepada dua pegawai berprestasi untuk kuliah di luar negeri. Ia juga mengubah orientasi pegawai dengan memberikan pelatihan, terutama pimpinan kantor cabang Bank Sumut, dengan mengikuti pelatihan di Kodam Bukit Barisan. Peningkatan kompetensi SDM dilakukan Bank Sumut sejak 2015 dengan menggunakan talent management. Sedangkan untuk talent pool, perusahaan juga mengundang konsultan untuk membuat pemetaan gaji, kompetensi karyawan dan sebagainya.

Bank Sumut juga menetapkan kebijakan  tidak merekrut pegawai tetap untuk posisi teller dan customer service. Perusahaan juga tidak merekrut analis kredit mikro karena sudah bekerja sama dengan Investree. “Kami berkolaborasi dengan fintech yang memiliki big data untuk mengolah sistem analisis risiko dan manajemen risiko kredit serta psikolog untuk menganalis profil peminjam,” tuturnya. Kerja sama Bank Sumut dan Investree sejak Mei 2018 ini memberikan pinjaman kredit hingga Rp2 miliar.

Agar kompetensi pegawai sesuai dengan kebutuhan, manajemen merekrut karyawan yang yang terbiasa dengan perkembangan digital. Bank Sumut juga menyelesaikan restrukturisasi core banking pada Februari 2018 untuk merambah pelayanan bank yang lebih digital. “Ke depan, kami akan melayani nasabah dalam satu genggaman. Pada semester II tahun ini ingin masuk ke digital banking,” ujar pria yang pernah berkarier di Bank Mandiri Hong Kong (2007-10).

 

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)