Agar PLN Makin Digandrungi Anak Muda

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus menyiapkan pemimpin baru. Ribuan karyawan mereka akan pensiun pada tahun ini. Posisi yang lowong mesti segera diisi untuk menjamin ketersediaan energi listrik di Tanah Air.

Untuk anak muda alias generasi millenials, PLN mungkin bukan tempat kerja idaman seperti PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Kejatuhan harga minyak dunia dan komoditas lain menjadi berkah terselubung untuk perusahaan setrum milik negara ini.

“Baru-baru ini, kami menggelar Career Day di ITB. Dalam dua hari ada 3.300 pelamar yang mendaftar. Anak perusahaan juga sedang mencari karyawan untuk 280 posisi yang lowong. Ada 11.000 pelamar yang mendaftar,” kata Wisnoe Satrijono, GM PLN Corporate University.

Perusahaan pelat merah itu mesti bergerak cepat untuk merekrut talenta-talenta baru. Gap yang harus diisi di demografi pegawai sangat besar karena adanya moratorium rekrutmen pada kurun 1986-1990 dan 1995-2000.

whisnoe Wisnoe Satrijono, GM PLN Corporate University.

 

Tak heran, program pencarian pemimpin dari dalam (creating leaders from within) sudah dilakukan sejak 2009 lalu. Harapannya, kekosongan pemimpin segera terisi. Untuk itulah, metode pembelajaran harus disesuaikan dengan karakter generasi millenials.

“Ini menjadi tantangan di perusahan, yaitu bagaimana mengelola pembelajaran yang align dengan gen Y. Dimana salah satu ciri mereka adalah malas membaca buku atau SOP. Makanya kami coba sesuaikan pembelajaran itu online,” katanya.

Wisnoe menjelaskan, materi dalam kelas akan diganti ke tablet/smartphone alias dibuatkan aplikasnya. Setelah itu, baru mengikuti Leadership Development Programme di Pusat Diklat PLN Slipi. Berkat program yang terus diperbarui, kini monitoring sudah bisa dilakukan secara online.

Kebijakan ini meluncur untuk menghemat biaya. Pelatihan mulai dilakukan secara online. Dengan e-learning, PLN bisa menghemat biaya diklat, travel, SPBD, dan lainnya untuk peserta dari luar daerah. Tak hanya bertanya via e-learning, diskusi maupun ujian pun bisa dilakukan via online.

“Roadmapnya masih dalam perjalanan dan akan kami majukan terus. Kami punya aplikasi mobile masuk ke android sejak 2016. Diluncurkan 2013 untuk e-learning. Selain digital kami juga membuat knowledge cafe jadi bisa belajar dengan fun, interesting, biar mereka tidak bosan,” katanya.

Manajemen suksesi di PLN dilakukan di PLN Corporate Uuniversity sejak 2013 lalu. Ini adalah wajah baru Pusdiklat PLN yang bertujuan untuk menjadikan pengembangan karyawan dapat berdampak langsung terhadap kinerja PLN. Ada 8 akademi sesuai bisnis yang ada di PLN, mulai dari transmisi, distribusi, akademi, dan budaya.

“Kami memiliki frame work dengan konsep 10-20-70. Pembagian 10-20-70 itu adalah 10% training in class, 20% proses coaching, mentoring face to face session yang 70% on job training,” ujar Wisnoe. (Reportase: Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)