Anabatic Cari Ribuan Lulusan SMK Terbaik

Ada banyak cara mencetak pemimpin hebat. Anabatic Technologies Tbk memilih melakukannya dengan mendidik ribuan lulusan SMK terbaik lewat program Boot Camp. Sejak 2010 lalu, sudah ada 118 lulusan SMK yang kemudian menduduki posisi strategis di perusahaan IT ini.

“Target kami hingga 2020 mendatang ada 1.000 peserta. IT adalah kreatifitas, IT adalah anak muda. Kami tak ragu mendorong anak muda untuk menjadi leader,” kata Felix P. Mulia Group CFO Anabatic Technologies.

Di mata manajemen, lulusan SMK ini punya daya juang lebih tinggi dibanding lulusan sarjana. Tak heran, perusahaan IT yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2015 ini tak memilih membangun suksesi kepemimpinan bukan dengan merekrut lulusan segar dari banyak universitas ternama di Tanah Air.

Pada umumnya, lulusan SMK itu sudah siap bekerja dan punya pola pikir yang praktis punya daya juang yang lebih tinggi. Mereka juga lebih kreatif dan tidak kalah dengan lulusan SMA atau Sarjana. Secara dasar di bisnis IT adalah pemrograman. Jika sudah jago di pemrograman, selanjutnya akan mudah mencapai apa saja.

“Lewat pemrograman bisa buat solusi IT. Lewat Boot Camp, kami siapkan para pemimpin masa depan. Tipikal anak muda pada umumnya, lulusan SMK bisa belajar cepat, aktif, dan kreatif ,” ujar dia

anabatic Felix P. Mulia Group CFO Anabatic Technologies (kiri)

Ide untuk menggelar Boot Camp bermula dari adanya kebutuhan sumber daya manusia dari dalam mengingat proses perekrutan dari jenjang sarjana kurang maksimal. Para calon karyawan dinilai tak punya semangat juang tinggi. Lulusan SMK ini akan dididik untuk mendukung desain program yang dibuat para lulusan sarjana.

Seiring berjalannya waktu, karier para peserta Boot Camp terus naik sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Pada satu titik, lulusan SMK dan Sarjana bisa saling berkompetisi. Boot Camp pun menjadi salah satu elemen penting kesuksesan Anabatic. “Seperti proyek dengan Bank Mandiri, misalnya, hampir 40-50% timnya dari peserta Boot Camp yang berada di balik layar projek core banking tersebut,” katanya.

Sejak tahun 2010, sudah ada 118 peserta Boot Camp yang berasal dari 19 SMK di berbagai wilayah di Pulau Jawa. Targetnya adalah 1.000 peserta hingga 2020 mendatang. Wilayah pemasok lulusan SMK ini juga diperluas ke Sumatera dan Bali. Setiap tahun yang ikut mendaftar mencapai ratusan orang hingga manajemen pun akhirnya harus melakukan seleksi.

“Selama 6 tahun program booth berlangsung, sebanyak 95% lulusan Boot Camp sudah siap menjadi pemimpin masa depan,” kata Felix.

Adapun, rinciannya, 1% menempati posisi Departement Head selevel manajer, 4% menempati posisi Section Head (supervisor), 2% menjadi Team Leader, 24% menjadi Specialist/Senior staff yang sudah siap untuk menghandle satu proyek dan berinteraksi dengan klien, dan 69% para lulusan baru 2015 yang menjadi staff junior dan menjadi bagian dari team. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)