Angkasa Pura II, Transformasi untuk Pertumbuhan Bisnis

Tina T. Kemala Intan, Direktur HC, General Affairs & IT Angkasa Pura II

Ada target besar yang dicanangkan manajemen Angkasa Pura II (AP II) untuk digapai: 2020 Giant Dream. Persisnya, tahun depan diharapkan BUMN operator bandara ini mampu meraih visinya sebagai The Best Smart Connected Airport Operator in the Region.

Beberapa tahun terakhir, transformasi pun dilakukan untuk menggapai hal tersebut. Ada tiga transformasi yang digelar. Pertama, transformasi bisnis dan portofolio usaha. Program ini menekankan pada upaya optimalisasi kinerja berbagai unit bisnis dan anak usaha. Kedua, transformasi infrastruktur dan sistem operasi. Hal itu terlihat pada peningkatan kapasitas bandara serta pembangunan infrastruktur digital. Adapun yang terakhir, transformasi human capital (HC) sehingga karyawan perusahaan menjadi manusia tangguh yang mendukung dan selaras dengan seluruh visi yang dicanangkan.

Seperti transformasi lainnya, untuk transformasi HC, manajemen AP II sangatlah serius. Mereka membentuk kerangka transformasi yang fokus pada tiga unsur, yakni (1) Strongest by Best People; (2) Performing for Committed to Excellence; dan (3) Customer Centric Organization. Unsur pertama bicara tentang upaya menciptakan SDM berkelas dunia. Lalu, unsur kedua, membangun komitmen untuk kesempurnaan. Dan, unsur terakhir, menciptakan organisasi yang fokus pada kepuasan pelanggan.

Contoh yang menunjukkan keseriusan ialah upaya menciptakan kondisi Strongest by Best People. AP II telah membuat Airport Learning Center untuk mencetak great leader dan great people dari lingkungan internal. Dalam proses learning tersebut, divisi HC menitikberatkan pada perubahan dari culture of productivity ke culture of growth.

Manajemen operator bandara ini sepenuhnya menyadari bahwa keberadaan SDM yang hebat merupakan hal krusial untuk menopang dua transformasi lainnya (transformasi bisnis dan portofolio usaha, serta transformasi infrastruktur dan sistem operasi).

Dalam tahun-tahun terakhir, portofolio yang disasar BUMN ini termasuk bisnis yang sifatnya digital. Di antaranya, proyek bisnis Digital Airport (Indonesia Airports Apps, Infrastructure Digitalization), Airport Digital Business, dan Airport Operation Control Center. Dalam situasi seperti itu, kultur SDM menjadi tantangan terbesar.

Menurut Tina T. Kemala Intan, Direktur HC, General Affairs & IT Angkasa Pura II, ada perbedaan signifikan untuk menangani bisnis digital dibandingkan bisnis penerbangan (aero). Bisnis digital lebih membutuhkan kultur inovasi dibandingkan bisnis operator penerbangan yang lebih mengacu pada regulasi yang kaku.

Inilah yang terus digodok. “Kami sedang membangun thousand digital squads. Menyeleksi karyawan secara online untuk diikutsertakan dalam online course dari universitas luar negeri, terkait kemampuan untuk digital bisnis, big data, dan lainnya,” ungkap Tina.

Selain menciptakan Airport Learning Center untuk mencetak great leader dan great people, manajemen AP II juga mengembangkan aplikasi untuk internal karyawan demi menunjang program transformasi SDM. Lewat aplikasi iPerform yang bersifat platform tunggal ini, segala urusan operasional, absensi, performa karyawan, aplikasi chat, dan mobile learning mudah diakses. “Dahulu terpisah-pisah, sekarang sifatnya single platform. Ada juga smart dashboard untuk menyokong performa servis, bisnis, dan operasi. Coaching juga lebih ditekankan daripada masuk kelas, karena materi belajar kelas sudah bisa diakses melalui mobile learning,” Tina menjelaskan.

Transformasi dari sisi SDM ini terasa semakin penting mengingat tahun ini AP II membidik pendapatan sebesar Rp 11 triliun dan mengangkut 118 juta penumpang. Dari target pendapatan tersebut, tahun ini menjadi istimewa lantaran operator 16 bandara ini akan lebih banyak mendiversifikasi usaha sehingga pendapatannya tidak hanya fokus pada pengelolaan bandara. Persisnya, mereka akan mengeksplorasi bisnis nonpenerbangan (non-aero) seperti pengembang hotel, pengembang perparkiran, dan ground handling. Diversifikasi usaha itu dilakukan melalui kegiatan beberapa anak usaha, yakni Angkasa Pura Kargo, Angkasa Pura Solusi, Angkasa Pura Properti, Angkasa Pura Aviasi, dan Angkasa Pura Integral.

Diyakini, tanpa SDM yang mumpuni, AP II akan repot mengeksekusi rencana tersebut, sekaligus gagal menggapai 2020 Giant Dream.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)