ANTV, Mengembangkan Pembelajaran Berdampak Bisnis

Fauzan Muslim, Manajer Human Capital Development ANTV (tengah bawah), bersama team ANTV

Para personel Cakrawala Andalas Televisi, atau lebih dikenal dengan brand ANTV, boleh berbangga. Pasalnya, stasiun televisi tempat mereka berkarier sudah masuk dalam kelompok Tier-1 di lingkungan penyedia layanan FTA (free-to-air) TV. Dari sisi kinerja ini, berdasarkan data Nielsen Media Research, pada semester I/2018, ANTV berada di peringkat kedua setelah SCTV, dengan share yang sama: 15,5. Adapun pada momen Ramadan 2018 (17 Mei-14 Juni 2018), berada di peringkat pertama dari 13 stasiun TV nasional, dengan share 15,6.

Selain itu, ANTV pun sudah termasuk perusahaan media terkonvergensi, karena menyediakan layanan digital pula, seperti news portal, social media, streaming and VOD app, dan mobile app. ANTV juga punya program berupa off air event. Secara keseluruhan Inilah yang disebut strategi 360o.

Tentu, prestasi tersebut tak lepas dari bagaimana perusahaan media televisi ini mengelola personel (SDM)-nya. Bahkan, menurut Fauzan Muslim, Manajer Human Capital Development ANTV, karena sudah ada di peringkat atas, pihaknya harus bisa menjawab tantangan terkait dengan manajemen SDM ini. Ia menyebut, dari sisi ini, ada tiga tantangan utama yang dihadapi ANTV, yakni milennial invation, transformasi para pemimpin bisnisnya agar selaras dengan zaman sekarang (leader zaman now), dan penyiapan sistem human capital (HC) yang interaktif.

Dalam mendesain strateginya, Divisi HC ANTV mengedepankan pengembangan SDM yang selaras dengan tujuan korporasi, yakni membangun SDM yang memiliki kreativitas dan inovasi tanpa batas, menjadi team player sejati, memiliki integritas kuat, serta untuk para milenial bisa memiliki pola pikir dan perilaku berbasis digital. Dari total karyawannya yang lebih dari 1.200-an orang itu, sekitar 51 persen berasal dari kalangan milenial.

Untuk mendukung strategi 360o tersebut, ANTV menerapkan strategi human capital (HC) yang cukup komprehensif. Bersamaan dengan itu, dikembangkan pula roadmap kompetensi yang baru. Menurut Fauzan, pihaknya sudah memiliki roadmap hingga tahun 2020, dengan fokus pada peningkatan kompetensi SDM. “Akan ada perubahan kompetensi SDM, yakni karyawan dituntut untuk berpikir bagaimana berbisnis, tidak hanya bekerja dari pukul 9 sampai pukul 5 sore,” katanya.

Strategi HC yang dikembangkan ANTV terdiri dari lima pilar, yakni (1) Learning & Business Impact Program, (2) People Nurturing, (3) Learning Campaign & Branding, (4) Culture, Leadership and Engagement, serta (5) Credible Business Partners & Excellent Services. “Tujuan pilar-pilar strategi ini memang berbeda-beda, tapi tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lain,” kata Fauzan.

Seperti kebanyakan perusahaan terkemuka lainnya, untuk menjalankan strategi HC yang cukup komprehensif tersebut, ANTV mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi pendukungnya. Dalam hal ini, teknologi pendukung bagi pelaksanaan strategi HC di ANTV yakni Human Capital Information System yang reliabel, sistem Employee Self Service bernama ANTV Go, dan aplikasi employee collaboration bernama TAP (The ANTV Playground).

Dalam konteks Learning & Development di bidang manajemen SDM, ANTV boleh dibilang punya program yang menarik dan berbeda (unik) dibandingkan perusahaan lain. Program itu tak lain yang menjadi salah satu pilar strategi HC-nya, yakni Learning & Business Impact Program. Sesuai namanya, program pengembangan SDM yang intinya adalah program pembelajaran ini dikaitkan dengan dampak bisnis (business impact) yang dihasilkannya.

Program pembelajaran ini terdiri dari beberapa jenis program aksi. Pertama, Creative Incubator, yang mengombinasikan aktivitas workshop, coaching, dan arahan dari BOD; Focus Group Discussion; dan presentasi program baru untuk ANTV. Kedua, Program Maker Development Class, yang merupakan program pelatihan intensif dengan penekanan pada pembelajaran praktik untuk meningkatkan kompetensi inti dan teknis dari tim pembuat program ANTV. Ketiga, Content Creator Class, pelatihan untuk karyawan agar bisa memproduksi konten, seperti naskah/narasi, video, dan audio. “Kami bahkan membolehkan setiap karyawan ANTV untuk menjadi YouTuber,” ujar Fauzan.

Secara keseluruhan, program pembelajaran di atas terdiri dari kegiatan workshop, coaching, presentasi dan arahan dari BOD, serta sharing session. “Ketiga hal itulah yang kami kembangkan sebagai inovasi baru di lingkungan internal,” ujar Fauzan. Menurutnya, seluruh peserta program-program tersebut adalah karyawan ANTV, dengan narasumber para talent mumpuni perusahaan ini. Adapun untuk sharing session, narasumbernya selain dari kalangan internal juga dari kalangan eksternal, misalnya dari para YouTuber top dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Yang juga menarik, ANTV bukan hanya peduli pada pengembangan SDM perusahaan, tetapi juga bakat-bakat muda baru dari kalangan eksternal, misalnya dari kalangan kampus. Untuk itu, ANTV punya program Klik Talk, Kampus Keren, dan Viva Youth Festival. Klik Talk adalah platform belajar atau berbagi pengetahuan dan pengalaman kerja (dengan memanfaatkan platform YouTube) dari seluruh karyawan ANTV, yang ditujukan khususnya untuk kalangan mahasiswa. Adapun Kampus Keren adalah kegiatan CSR ANTV di bidang pendidikan, dengan materi yang berkaitan dengan industri media, yang diharapkan akan berdampak pada peningkatan branding ANTV.

Menurut Fauzan, program pembelajaran yang dilakukan di ANTV telah memberikan hasil nyata. Sebagai contoh, dari hasil pelatihan Content Creator, ANTV berhasil membangun revenue stream baru, yakni lahirnya media digital berbasis YouTube, bernama ANTV Official dan ANTV Klik. ANTV Official yang telah memiliki lebih dari 500 ribu subscriber dan video view lebih dari 158 juta antara lain punya kanal ANTV Keren, Topik ANTV, dan Lensor (Lensa Olahraga). Sementara ANTV Klik yang memiliki lebih dari 800 ribu subscriber dan video view 85 juta lebih, kanalnya antara lain Klik Bocah, KlikPedia, Klik Asik, dan Klik Misteri.

Fauzan menyebutkan, YouTube telah memberikan grade B untuk ANTV Official, dengan perolehan revenue sebesar 58 persen dari target. Adapun untuk ANTV Klik, YouTube memberikan grade B+, dengan revenue 120 persen dari target.

Terkait program Content Creator ini, ANTV menetapkan tiga key performance indicator, yaitu apa saja program baru yang dihasilkan, berapa viewer dan view yang dicapai, dan berapa besar revenue yang masuk. “Adanya progarm pengembangan karyawan sebagai content creator ini juga berdampak pada perubahan organisasi dan perubahan produksi program,” kata Fauzan.

Reportase: Chandra Maulana dan Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)