Astra Green Energy Bertumpu pada People, Process, dan Platform

Menurut Environment & Social Responsibility Division Associate PT Astra International  Tbk, Wioko Yudhantara, dalam pelaksanaan kinerja bisnisnya, Astra menerapkan nilai Catur Dharma melalui strategi Triple-P Roadmap. Melalui strategi tersebut, perusahaan harus dapat membawa dampak positif dengan memberi best value, to be social and environmentally responsible conscious corporate.

Ada tujuh lini bisnis Astra: otomotif, jasa keuangan, alat berat & pertambangan, agribisnis, infrastruktur & logistik, teknologi informasi, dan properti. Raksasa otomotif di Indonesia ini diperkuat oleh 212 perusahaan dengan 218.463 karyawan, serta 9 yayasan yang mendukung program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

"Kami juga menerapkan strategi Triple-P Roadmap untuk meraih tujuan Astra 2020, yakni menjadi Pride of the Nation,” ungkap Wioko. Triple-P Roadmap menjabarkan langkah-langkah strategisnya untuk pertumbuhan bisnis dalam Portfolio Roadmap, strategi pengembangan sumber daya manusia dalam People Roadmap, dan realisasi tanggung jawab sosial perusahaan dalam Public Contribution Roadmap.

Pengelolaan Public Contribution Roadmap Astra Internationl memiliki dua panduan utama, yakni Astra Green Company (AGC) dan Astra Friendly Company (AFC). AGC adalah sistem yang dibuat untuk memandu anak perusahaannya dalam mengelola bidang keselamatan kerja. Sedangkan, AFC adalah pedoman untuk mengatur anak perusahaan bidang program CSR atau public contribution. “Dalam program CSR Astra, kami berfokus pada usaha kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan,"ujarnya.

Astra Indonesia Hijau, juga menjadi salah satu program dari Astra Green Energy yang mengelola soal lingkungan. Usaha yang dilakukan Astra ini sejak isu eksternal Astra muncul dan sejalan dengan komitmen Presiden Jokowi terhadap COP21, Paris, guna menekan emisi atau gas rumah kaca di Indonesia. Dalam program ini, ada empat hal  yang dicanangkan dengan adanya economic challenge terkait dengan global warming dan climate change, yaitu green technology, energy source, renewable energy, dan energy conservation.

Bagi Wioko, Astra Green Energy bukanlah hal baru. Dicetuskan pertama kalin tahun 2015, terdapat tiga strategi yaitu people, process, dan platform. “Dalam people kami kembangkan SDM, awareness, pengetahuan, dan kompetensi agar dapat menghemat energi dengan bijak. Selain itu, kami juga mengembangkan policy, supporting tools yang mendukung implementasi. Terakhir di bidang platform, kami juga membuat tools untuk bisa mengeimplementasikan manajemen energi yang baik, dan audit energi secara mandiri,” jelasnya.

Tahun 2016, Astra dan grupnya mengadakan consolidating dan embedding agar dapat saling mendukung upaya penghematan energi. Tahun 2017, Astra melakukan 3s, yaitu speed-up improvement, significant impact, dan system orientation. Workshop sebagai salah satu bentuk speed-up improvement guna penyebaran yang masif. Untuk dampak signifikan, Astra memetakan peralatan atau penggunaan energi yang tersebar di  instalasi Grup Astra untuk menghasilkan penghematan yang besar. Terakhir, system orientation agar pengematan dapat menjadi habit yang berkelanjutan.

“Hasilnya, kami berhasil menghemat 1.549 terajoule, 92% dibanding 2016 dan mencatatkan cost reduction sebanyak Rp408 miliar, selisih Rp169 miliar atau 71% dibanding 2016,” ungkap Wioko. Untuk hasil lain dari Astra Green Energy dibuktikan dengan 99 instalasi yang telah menerapkan  (kenaikan 45,6% dibanding 2016), dan berhasil menurunkan emisi CO2 ke udara sebesar 125.000 ton-CO2 eq atau berhasil menurunkan emisi CO2 sebesar 92% dibanding 2016.

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!