Astra Otoparts, Agresif Lakukan Branding di Luar Negeri

David Anthonius, Kepala Divisi Internasional Astra Otoparts
David Anthonius, Kepala Divisi Internasional Astra Otoparts

Saat ini PT Astra Otoparts Tbk. (AO) memiliki dua divisi bisnis besar, yaitu trading dan manufacturing. Untuk divisi manufacturing, pabrik AO lebih banyak memasok barang genuine ke pabrikan secara langsung atau original equipment manufacturer (OEM). Adapun untuk divisi trading, AO membaginya ke dalam tiga divisi, yakni domestik, ritel modern, dan distribusi internasional. “Ketiga divisi ini, engage dengan satu divisi lain, yakni brand management, yang mengelola kegiatan branding untuk pasar domestik dan internasional,” kata David Anthonius, Kepala Divisi Internasional Astra Otoparts.

Terkait pasar ekspor, AO memiliki dua merek, yakni Incoe dan Aspira. Merek Incoe spesifik hanya untuk produk aki, sedangkan Aspira merupakan umbrella brand AO yang tidak hanya menyediakan produk aki, tetapi juga produk suku cadang lainnya. “Untuk mendukung kegiatan ekspor, kami juga memiliki representative office di Dubai, karena UAE menangkap pasar di Timur Tengah dan Afrika,” kata David.

Ia menjelaskan, dalam menembus pasar ekspor, tentu ada tantangan yang harus dihadapi. Di antaranya, mengenai country image. Di industri komponen, banyak country partner (mitra) AO di luar negeri yang lebih memandang barang-barang asal Amerika Serikat, negara Eropa, Thailand, atau Taiwan sebagai negara yang memiliki segmen tersendiri di pasar komponen. Untuk itu, pihaknya harus mengembangkan country image Indonesia sebagai pelaku industri komponen yang mumpuni untuk pasar ekspor.

Kebetulan, negara yang dimasuki AO memang beragam. Ada di wilayah Asia, Afrika, dan sebagian di Eropa, juga Amerika. Sehingga, pihaknya pun harus beradaptasi dengan negara yang mau dirambah. Selain itu, terdapat persoalan terkait produk palsu (fake product). Hal ini, menurut Davud, ada sisi positif dan negatifnya. Sisi negatifnya, barang palsu akan mengganggu penjualan AO. Sisi positifnya, ini merupakan pengakuan pasar ekspor terhadap produk yang dipasarkan AO.

Agar produknya bisa diterima di pasar luar negeri, AO juga rajin membuat promosi atau branding. Contoh kegiatan branding-nya seperti yang dilakukannya di Malaysia, dengan membuat delapan billboard besar di Kuala Lumpur, salah satu pusat kota pembelian terbesar AO. “Kami pun menyesuaikan bahasa di billboard dengan penggunaan bahasa setempat,” ujar David. AO juga memiliki proyek mendatang untuk brand Aspira yang akan tersebar di 300 gerai di Malaysia.

Selain di Malaysia, AO juga membuat billboard di Thailand, bekerjasama dengan komunitas di sana. Kerjasama terbaru AO adalah dengan polisi setempat di Thailand dengan menggantikan ban motor mereka. Lalu di Dubai, cara branding-nya adalah semua penjual di toko menggunakan baju Incoe AO. Cara lainnya, AO rajin mengikuti berbagai pameran, seperti yang diselenggarakan oleh Automechanika di Shanghai, Kuala Lumpur, Dubai, dan Vietnam. “Total ada sekitar 18 negara yang sudah kami registrasikan,” ucapnya.

Selain cara promosi konvensional, AO juga sudah melakukan aktivitas pemasaran online dengan membuatkan akun media sosial untuk setiap negara mitranya. Di Vietnam, AO memasarkan produknya melalui platform Lazada, juga bekerjasama dengan seorang influencer di sana. Hal ini karena Vietnam sangat kental dengan pengunaan influencer di media sosial.

Hal lain yang dilakukan AO agar produknya bisa diterima pasar luar negeri adalah setiap tahun melakukan riset perilaku konsumen ke lebih dari 10 negara. “Yang kami lakukan harus engage dengan mitra kami dengan melakukan market survey,” ujarnya. Selain itu, AO juga bekerjasama dengan konsultan lokal untuk mengembangkan brand Incoe pada tahun lalu dengan melakukan survei ke negara yang menjadi tujuan AO.

Lalu, apa pencapaiannya? Salah satu pencapaian AO tahun ini adalah pasar Vietnam tumbuh dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Kendati, awalnya banyak tantangan karena adanya batasan dari pemerintah setempat. Diakui David, Vietnam yang sudah dirambah AO dalam tiga tahun terakhir ini menjadi salah satu negara penyelamat di pasar luar negeri bagi AO tahun ini. Hal ini terjadi di tengah perang dagang antara AS dan China yang berpengaruh terhadap pasar ekspor. 

Ke depan, tantangan akan semakin dinamis dan kompleks. Salah satunya, cepat atau lambat, mobil listrik akan hadir di Indonesia dan dari sekarang pun AO sudah melakukan persiapan. “Divisi Engineering Development Centre (RnD) kami juga dituntut untuk terus melakukan pengembangan ini,” ujar David percaya diri. (*)

Dede Suryadi dan Chandra Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)