Golden Flower, Tetap Jaya karena Kualitas

Balkrishnan Udaikumar, Direktur Operasional Golden Flower (kedua dari kiri)
Balkrishnan Udaikumar, Direktur Operasional Golden Flower (kedua dari kiri)

Tak banyak perusahaan garmen di Indonesia yang masih kompetitif di tengah ketatnya perang dagang dengan China dan Vietnam. Salah satu pemain yang masih berkilau, PT Golden Flower Tbk., produsen garmen untuk merek premium seperti Calvin Klein, White House Black Market, Tommy Hilfiger, DKNY, Ralph Lauren, Ann Taylor, J-Crew, Express, dan Talbots.

Didirikan pada 1980, Golden Flower adalah salah satu perusahaan manufaktur garmen yang sudah mapan. Perusahaan ini memproduksi pakaian kasual dan formal bagi pria dan wanita dengan kapasitas total 8,5 juta potong per tahun.

Yang menarik, 95% produk yang dihasilkan berorientasi pasar ekspor. Tahun 2018, perusahaan ini meraih total penjualan Rp 438,45 miliar, dengan kontribusi penjualan ekspor 95,44% atau sebesar Rp 418,44 miliar. “Sekitar 85% ekspor kami ditujukan ke pasar Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Australia, Afrika Selatan, serta Jepang dan negara Asia lainnya,” ungkap Balkrishnan Udaikumar, Direktur Operasional Golden Flower. Didukung delapan fasilitas produksi yang berada di kawasan berikat (bonded zone) dan menempati tanah seluas 8 hektare, kini Golden Flower menyerap tenaga kerja tak kurang dari 3.000 orang.

Golden Flower mengekspor garmen ke AS (pasar utama) sejak 1984. Rata-rata peningkatan ekspornya sekitar 15% tiap tahun. Dan, di tahun 2019 ini omset perusahaan diharapkan meningkat menjadi US$ 50 juta. Kini ekspornya didominasi produk ladies blouse dan women dress. “Produk kami diproduksi dengan pengawasan tinggi dan didukung teknologi garmen terkini yang selalu diperbarui secara berkala. Kami sudah memiliki beberapa klien yang telah lama menjalin kerjasama sehingga kami memiliki order yang berkesinambungan,” ungkap Udaikumar.

Ia yakin, ke depan permintaan di pasar garmen masih stabil dan prospek ekspor masih cukup cerah. Untuk menambah penetrasi pasar, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas produk, mempersingkat lead-time produksi, dan melakukan upaya memperluas pasar. Pihaknya juga berencana memperkuat pangsa pasar di AS serta memperluas pasar ke Timur Tengah dan Eropa. Saat ini pihaknya mencoba memenetrasi pasar Timur Tengah untuk produk pakaian muslim. (*)

Sudarmadi & Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)