Indo Kordsa Cetak Kenaikan Penjualan 81%

Krisis global tak membuat PT Indo Kordsa Tbk sempoyongan. Kehadiran jaringan pemasaran global sangat membantu meningkatkan efisiensi untuk setiap permintaan yang masuk. Indo Kordsa Indonesia adalah koordinator untuk wilayah Asia-Pasifik.

“Kami melakukan koordinasi global untuk menggarap pasar ekspor. Sales kami hanya satu. Sales di masing-masing region adalah lokal. Kalau ada permintaan, kami melihat secara geografis, mana yang paling menguntungkan,” kata Onny Gunawan, Manajer Penjualan Grup Indo Kordsa.

Menurut dia, pasar ekspor memang mengalami tekanan seiring perlambatan ekonomi global. Perusahaan memiliki 6 negara tujuan ekspor terbesar, yakni Thailand, Korea Selatan, Turki, Taiwan, Jepang dan China.

Jajaran tim PT Indo Kordsa Tbk. Andreas Salim, Supply Chain Group Manager (kiri) dan Onny Gunawan, Manajer Penjualan Jajaran tim PT Indo Kordsa Tbk. Andreas Salim, Supply Chain Group Manager (kiri) dan Onny Gunawan, Manajer Penjualan

“Selama kurun 2010-2017, penjualan kami tumbuh hampir dua kali lipat. Ada kenaikan 81%. Pasar lokal cukup stabil, yang gonjang-ganjing adalah pasar ekspor,” ujarnya.

Dia menjelaskan, perseroan melakukan kerjasama strategis untuk meningkatkan daya saing produk. Misalnya, dengan perusahaan transportasi dan logistik, memanfaatkan jaringan mereka di pasar global.

Dengan adanya jaringan di Thailand, lanjut dia, Indo Kordsa mampu bersaing dari segi geografis dan kapasitas untuk memenuhi permintaan Asia Pasifik dan negara regional lain. Untuk memperbaiki tingkat layanan, perseroan merombak total segmentasi pasar. Tidak hanya pasar domestik dan ekspor, lalu pelanggan besar dan kecil.

“Sekarang kami membagi pelanggan yang menguasai pasar lebih dari 60%, pelanggan yang berpotensi menjadi besar, pelanggan yang lebih mementingkan cost. Dengan segmentasi ini, kami bisa menyesuaikan tingkat servis,” katanya.

Supply Chain Group Manager, Grup Indo Kordsa, Andreas Salim menambahkan, industri ban secara umum menurun. Tapi, penjualan ke Eropa justru melonjak hampir dua kali lipat. Sayang, kapasitas di Turki belum siap memenuhi permintaan. “Jadi, kami melihat kapasitas (di negara mana) yang masih bisa digunakan,” kata dia.

Kantor Pusat Grup Indo Kordsa ada di Eropa, tepatnya di Turki. Perusahaan inilah yang menggarap pasar Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Untuk perusahaan yang bermarkas di Brasil, cakupannya adalah pasar di Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Sepanjang 2015, penjualan ekspor mencapai US$ 174,91 juta alias 71,16% terhadap total penjualan bersih US$ 207,87 juta. Hingga September 2015, pendapatan naik menjadi US$ 156,76 juta, dibanding periode sama tahun sebelumnya US$ 142,39 juta. Laba usaha melonjak dari US$ 6,38 juta menjadi US$ 20,05 juta. Laba bersih periode berjalan juga naik dari US$ 3,44 juta menjadi US$ 13,60 juta.

“Fokus kami adalah bahan dari polyester. Pangsa pasar di level domestik adalah 60-70%. Kami jual benang ban dalam bentuk gulungan dan bal-balan. Untuk pasar ASEAN, Kami merupakan produsen bahan baku ban terbesar dari sisi kapasitas yang independen,” kata Onny. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)