Queen Pacific Suksesabadi, Menjaga Kualitas dan Jejaring

Surianti, Direktur Utama Queen Pacific Suksesabadi
Surianti, Direktur Utama Queen Pacific Suksesabadi

Sebagai produsen alas kaki, kiprah PT Queen Pacific Suksesabadi layak diacungi jempol. Produk sandal jepitnya telah mendarat di Amerika dan Eropa. Hingga saat ini, merek besar yang disuplai antara lain Michael Kors (Amerika Serikat), Hush Puppies di Asia Pasifik, serta Bata (Peru dan Kenya). Ini prestasi yang tak kecil. Sebab, perusahaan yang memiliki pabrik di Tangerang ini mulai merambah pasar ekspor pada 2017.

Awalnya, perusahaan yang didirikan oleh Surianti ini sudah merasa puas hanya memproduksi untuk pasar lokal. Titik baliknya pada 2017. Ketika pasar lokal jatuh, dia memutuskan menjajal pasar ekspor. Perusahaan mengikuti program TPSA Project (program kerjasama Kanada-Indonesia) yang diadakan Kementerian Perdagangan untuk mengekspor produk. “Hingga tahun 2016, fokus kami adalah lokal. Pada 2017 kami mulai fokus pasar ekspor,” ujar Surianti.

Hasilnya positif. Tahun 2018 profitnya naik 83% dari tahun sebelumnya. “Sandal jepit selalu dibutuhkan, apalagi untuk ibu-ibu. Jadi, sampai kapan pun kebutuhan sandal jepit tidak akan hilang,” Direktur Utama Queen Pacific Suksesabadi itu menegaskan.

Menyadari pasar ekspor bergantung pada kemauan pembeli, Surianti sangat menekankan pentingnya hubungan baik, termasuk menghilangkan ego serta kepentingan pribadi dalam setiap negosiasi. “Biarkan mereka yang menjadi pemenang. Biarkan mereka memutuskan perjanjian, asalkan kami tetap mendapat order dan profit. Kadang mereka permintaannya aneh-aneh, tapi kami ikuti saja,” ungkapnya.

Selain harus menekan ego, upaya menembus pasar juga tidak selalu terasa manis. Surianti mengenang perusahaannya pernah dipandang sebelah mata. Banyak kalangan yang mempertanyakan keaslian produk sandalnya. Mereka tidak percaya ada pabrik di Indonesia yang bisa menyuplai alas kaki ke Michael Kors. Pada saat pameran, beberapa potential customer juga enggan berkunjung ke Indonesia untuk meninjau pabrik. Mereka lebih memilih Cina atau Vietnam yang pabriknya lebih banyak.  

Tapi makin ke sini, kami bisa membuat market percaya. Sekarang kami sudah terima pesanan hingga April 2020,” katanya. Jadi, apa rahasianya?

Kualitas produk. Surianti menyatakan itu adalah hal utama. Queen Pacific Suksesabadi menerapkan sistem kontrol yang sangat ketat. Ini ditempuh lantaran faktor competitive advantage. Bila ingin bersaing dengan produsen dari China dan Vietnam lewat harga, dia menyatakan itu sulit dilakukan. Karena itu, pihaknya bertarung dari sisi kualitas.

Mereka menambah mesin yang lebih canggih dan efisien. Tata letak pabrik juga diatur sedemikian rupa agar lebih efisien. Keterampilan orang produksi pun diasah. “Saya tidak ada toleransi untuk kesalahan, bahkan (untuk urusan) persentase warna produk. Kualitas bukanlah short term, tapi long term. Menurut saya, yang bisa dipercaya adalah kualitas dan kejujuran,” katanya tandas.

Saat ini Queen Pacific Suksesabadi menyuplai ke enam merek, dan kapasitas produksi per hari sebanyak 14 ribu-15 ribu pasang alas kaki. Sebagai pemasok tetap untuk Michael Kors, perusahaan melakukan penjualan langsung tanpa melalui agen, dan saat ini sudah melebihi enam season (1 season = 3-4 bulan). “Mereka kasih desain lalu kami kombinasikan dengan inovasi dan ide dari kami. Ini artinya kami sudah dipercaya sehingga mendapat akses lebih mudah untuk ekspansi ke brand lain,” Surianti menjelaskan.

Sembari tetap menggenjot kualitas, pihaknya menyadari potensi resesi ekonomi dunia. Karena itu, dia menanamkan pada tim untuk menggenjot produksi di awal tahun (target 60-70%). Hal ini ditempuh sebagai salah satu strategi mengantisipasi ekonomi yang melemah di akhir tahun. (*)

Yosa Maulana & Andi Hana

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)