Strategi Eratex Bermain di Pasar Ekspor

 

Produk Garmen PT Eratex Djaja

 

Kompetisi di sektor garmen memang dahsyat. Sudah tak terhitung banyaknya perusahaan garmen di Nusantara yang gulung tikar akibat tidak mampu menghadang serbuan produk impor. Di tengah kondisi demikian PT Eratex Djaja Tbk., ternyata bukan hanya mampu bertahan, melainkan bertumbuh pesat dalam 5 tahun terakhir dan bahkan mengekspor produknya ke mancanegara.

 
Memang, dengan inovasi dan teknologi canggih, perusahaan PMA yang berdiri sejak tahun 1972 itu mampu bersaing dan terus menggaet klien dari kalangan merek-merek tenar di jagat fesyen dunia. Pertumbuhan bisnisnya pun cukup pesat, mencapai 2,5 kali lipat dalam 5 tahun terakhir.
 
Eratex Djaja yang merupakan anak usaha Busana Apparel Group itu sendiri berfokus pada produksi garmen bawahan, alias pakaian yang menutup bagian bawah tubuh seperti celana pendek, celana panjang, dan rok. Segmentasi yang ditempuh perusahaan yang memiliki pabrik di Jalan Soekarno Hatta nomor 23, Probolinggo, Jawa Timur itu sejatinya merupakan buah strategi yang diturunkan dari induk Eratex.
 
Fokus khusus tersebut pun terbukti tidak menjadi halangan bagi Eratex untuk bertumbuh pesat di pasar ekspor. Bahkan, seperti yang dipaparkan oleh Rika Suwaibah, Assistant General Affair Manager Eratex, perusahaannya yang justru harus mengerem permintaan demi menyesuaikan dengan kapasitas pabrik. ‘Anomali’ positif itu tak lain berkat pilihan strategi yang ditempuh perusahaan yang berkantor pusat di AXA Tower Lt.43, Jl. Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan.
 
Rika sapaannya, memaparkan sejumlah strategi perusahaannya hingga mampu terus bertumbuh di pasar ekspor. Rika mengungkapkan, di antara berbagai kunci keberhasilan perusahaannya antara lain berkat manajemen produksi yang sangat tertata baik, penggunaan teknologi yang masif dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Di samping itu perusahaan juga memiliki divisi pemasaran tersendiri baik di dalam maupun di luar negeri.
 

Di dalam manajemen produksi perusahaan, Rika memaparkan, Eratex memiliki sejumlah keunggulan. Antara lain memiliki divisi internal laundry, area pencucian garmen yang luas, fasilitas garment dying yang masih langka di Indonesia. Ditambah lagi penggunaan teknologi pun cukup masif di dalam Eratex. Hal tersebut nampak pada pembuatan pola dan desain yang menggunakan sistem komputerisasi, penggunaan mesin auto cutter, mesin jahit otomatis, dan mesin blower yang membuat produk jadi siap packing tanpa harus disetrika lagi secara manual.

Eratex Djaja Rika Suwaibah, Asisten Manajer General Affairs PT Eratex Djaja (kedua dari kiri)

 

 
Tak ketinggalan perangkat lunak perencanaan produksi yang terbaru pun turut dibenamkan dalam sistem operasi perusahaan. Terdapat pula 12 poin pengecekan kontrol kualitas produk demi memastikan hasil akhir yang bebas cacat. Berbagai sistem dan teknologi yang diterapkan pada gilirannya membuat proses produksi menjadi lebih tertata dan teratur.
 
Tentu saja, berbagai keunggulan di atas tak akan berarti tanpa ditopang oleh SDM  berkualitas unggul. Untuk itu, Eratex tak segan-segan membangun divisi internal pelatihan SDM yang dipimpin oleh seorang manajer khusus. Berkat divisi tersebut, SDM Eratex mampu menghasilkan berbagai produk anyar dengan gaya terkini yang memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi.
 
Dampaknya, biaya tinggi mampu diimbangi dengan produktivitas dan kecepatan produksi yang melesat pula. Selain itu kualitas produk Eratex pun tak perlu disangsikan lagi oleh klien. “Karena produktivitas tinggi akan menurunkan biaya produksi, deadline produksi yang lebih pendek, dan mengirimkan produk tepat waktu,” jelas Rika.
 
Sebagai perusahaan dengan lingkup pemasaran global, Eratex pun mengantongi berbagai sertifikat standard mutu, keamanan dan lain sebagainya. Salah satu sertifikat terbaru yang dimiliki termasuk sertifikasi C-T PAT dan AEO. Rika menjelaskan bahwa sertifikasi keamanan tersebut merupakan progam kerjasama antara pihak pembeli dan bea cukai di negara tujuan ekspor. “Para buyer mengirimkan dulu tim audit independen, untuk mengaudit kami sebelum membeli. Sehingga mereka yakin kami adalah produsen yang baik dalam praktik bisnisnya,” ungkap Rika
 
Berbagai keunggulan internal itu pun ditambah dengan pemasaran yang kuat. Total Eratex memiliki empat grup pemasaran. Tiga ditempatkan di Hong Kong dan satu di Surabaya. Dari sana Eratex melayani empar pasar ekspornya, AS, Jepang, Eropa dan negara lainnya untuk berbagai merek ternama seperti POLO, VF, ANN INC, DKNY dan GU.
 
Hasil dari berbagai inovasi dan strateginya, Rika menyebutkan Eratex mampu bertumbuh 2,5 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Nilai ekspor di tahun 2016 pun mencapai USD 70,3 juta, alias nyaris menembus Rp 1 triliun dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 9,6% selama 5 tahun terakhir. Prediksi Rika, perusahaannya akan mampu menembus omset Rp 1 triliun dalam 1-2 tahun ke depan.
 
Reportase: Arie Liliyah/Riset Armiadi Murdiansyah

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)