Untung Bersama Sejahtera, Ekspor Perhiasan Emas ke 30 Negara Lebih

Eddy Susanto Yahya, Presiden Direktur PT Untung Bersama Sejahtera (UBS)
Eddy Susanto Yahya, Presiden Direktur PT Untung Bersama Sejahtera (UBS)

Italia, Dubai, Hong Kong, dan Amerika Serikat merupakan sebagian negara dari total lebih dari 30 negara yang menjadi tujuan ekspor produk perhiasan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS). Perhiasan emas memang sangat diminati bukan saja karena menjadi alat investasi, tetapi juga menjadi fashion bagi penggunanya yang ingin tampil stylish. Itu sebabnya, UBS pun mendesain produknya hingga mencapai hampir 500 model baru setiap bulan dan desain- desain itu bisa diterima di berbagai negara.

Produk ekspor yang jadi andalan UBS meliputi emas perhiasan dengan berbagai kadar, mulai dari 9 sampai 22 karat, berupa kalung, gelang, anting-anting, cincin, liontin, dll. yang tidak dimiliki oleh pabrik lain. Beda negara beda karakteristik produk perhiasan yang diminati. Adapun kelebihan produknya sehingga meraih kepercayaan pasar di luar negeri adalah adanya konsistensi dalam ketepatan kadar, kualitas finishing yang termashyur, dan desain yang selalu inovatif.

Pabriknya pun ditata kelola sedemikian rupa menyerupai pabrik-pabrik maju di Italia, mulai dari alur proses dan tata letak yang mendukung efektivitas, operasional yang mendukung produktivitas, hingga keamanan pekerja yang diutamakan. Jumlah karyawan yang lebih dari 2.000 orang pun diatur sedemikian rupa sehingga produktivitas tinggi, dibantu otomatisasi dan robotic lewat mesin-mesin canggih terkini.

Saat ini, UBS mengekspor produknya dengan sistem original equipment manufacturer (OEM) dengan menggunakan merek pelanggan. Pihaknya bekerja dengan wholesalers dan ritel besar di negara-negara tujuan ekspor. “Kami berharap, ke depan kami bisa ekspor dengan merek kami sendiri, sama seperti yang dipasarkan di Indonesia,” kata Eddy Susanto Yahya, Presiden Direktur UBS.

Diakui Eddy, membidik pasar ekspor di tengah krisis global saat ini --antara lain terjadinya kericuhan di Hong Kong akhir-akhir ini-- membuat permintaan produk ekspor UBS terkoreksi. Lalu, di beberapa negara yang menerapkan bea impor yang tinggi, permintaan produk ekspornya terkoreksi. Namun, di negara-negara tujuan ekspor UBS lainnya justru mengalami peningkatan karena efek domino dari kondisi-kondisi di atas.

UBS diuntungkan karena memiliki kelebihan-kelebihan kompetitif dibanding vendor lain,” ujar Eddy. Misalnya, UBS lebih dapat diandalkan untuk memenuhi pesanan berkapasitas besar dalam waktu yang sempit. Ini penting bagi distributor yang ditekan waktu pemenuhan pesanan untuk mengejar, misalnya, saat Natal dan Tahun Baru. Kualitas yang konsisten, desain yang inovatif, dan harga yang kompetitif merupakan pertimbangan penting lainnya oleh distributor dalam memilih vendor.

Untuk menghadapi kondisi pasar yang sedang bergejolak, UBS pun memiliki strategi. “Strategi kami untuk menghadapi ketidakstabilan pasar, dengan membagi pasar kami. Kami terus berusaha mengembangkan pasar di lebih banyak negara, dan mengelola pasar yang sudah ada. Sehingga apabila pasar perhiasan di satu negara berkurang, kami masih bisa mencari pengganti di negara yang lain,” katanya.

UBS juga memiliki tim khusus marketing export, yang beranggotakan para tenaga penjualan. Tugas mereka yaitu customer visit dan ikut pameran di berbagai negara. Selain mengikuti pameran dagang, UBS juga rajin meriset kebutuhan pasar, serta mengarahkan dan mengembangkan arah desain selaras dengan kebutuhan setiap negara, sehingga lebih tepat dalam memenuhi keinginan mereka. “UBS memiliki kemampuan cukup luas untuk melahirkan kreativitas produk-produk yang diinginkan, bahkan yang belum terpikir oleh perusahaan lain sekalipun,” Eddy menandaskan.

Ke depan, UBS terus melakukan investasi teknologi baru, seperti 3D printing, laser cutting, dan super light designs. Lalu, terus mengembangkan pasar baru. “Dengan bantuan pemerintah, untuk melakukan perjanjian dagang dengan negara lain, seperti Gulf Cooperation Council, Rusia, dan Afrika, produk perhiasan kami bisa masuk ke negara-negara tersebut dengan bebas bea masuk, yang bisa meningkatkan daya saing kami,” kata Eddy berharap. (*)

Dede Suryadi dan Arie Liliyah

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)