Cara Molindo Kelola Bisnis Agar Tetap Hijau

Presiden Direktur PT Molindo Raya Industrial (MRI), Arief Goenadibrata ada Accra Indonesia Green Companies (IGC) 2018.

Salah satu perusahaan pemenang Indonesia Green Companies 2018, PT Molindo Raya Industrial-Ethanol Distillery (Molindo), berhasil menjalankan bisnisnya seimbang dengan aspek lingkungan. Bergerak dalam industri manufaktur kimia yang memproduksi ethanol dan gas CO2, Molindo yang telah berdiri sejak 1965 itu memiliki total kapasitas produksi 80 juta liter per tahun.

Total produksinya yang begitu besar menjadikan Molindo produsen ethanol terbesar di Indonesia dengan kualitas terbaik. Perusahaan ini berhasil menguasai 53% dari total penjualan domestik di Indonesia. Kesuksesan bisnis yang diraih, dibarengi penerapan praktik green business.

Presiden Direktur PT Molindo Raya Industrial (MRI), Arief Goenadibrata, mengungkapkan bahwa penerapan green business dilakukan dari hulu perusahaan dan hal ini telah diterapkan sejak berdirinya berkat kepedulian founder atas lingkungan. Bisnisnya sendiri adalah pengolahan limbah hasil tetes tebu (molasses) menjadi ethanol dari sejumlah pabrik gula di Kabupaten Malang.

Dua konsep untuk menjaga lingkungan di mana bisnisnya berlangsung diterapkan melalui ’Overall Process Efficiency’ dan ‘Overall Zero Discharge.’ Dua cara ini dilakukan Molindo dalam mengelola limbah yang juga sebagai bahan produksinya melalui enam strategi utama, yaitu meningkatkan kapasitas produksi ethanol secara konsisten, meningkatkan efisiensi pemakaian material & energi, meningkatkan kapasitas produksi, menurunkan konsumsi material, menaikan yield proses fermentasi, dan menurunkan pemakaian air atau sirkulasinya.

Melalui konsep Overall Zero Discharge, perusahaan berusaha tidak menimbulkan limbah, baik itu cairan, padat, maupun gas, yang keluar dari kegiatan industri yang berpotensi mencemari lingkungan dan alam sekitar. Caranya, Molindo tidak lagi menciptakan limbah terbuang karna langsung dibakar untuk menjadi abu yang kemudian dipakai menjadi pupuk.

Salah satu bentuk pengelolaan limbah dengan membangun green house seluas 3 hektar untuk pupuk organik. Upaya ini menunjang Petrokimia Gresik untuk menyalurkan limbah tebu menjadi pupuk organik. “Kami kerja sama dengan Petrokimia Gresik untuk menyalurkan hasil pupuk kami ke petani tebu. Tak hanya itu, limbah yang dapat digunakan sebagai pakan ternak juga sedang di uji coba di beberapa desa binaan di Salatiga, Jawa Tengah,” jelasnya.

Penerapan Overall Process Efficiency dilakukan Molindo dengan menghimpun energi dari limbah finase untuk menghasilkan energi listrik melalui unit Finase Boiler. Finase Boiler menggunakan bahan bakar limbah tersebut sebagai pengganti batu bara, sehingga konsumsi batubara dapat turun sebesar 70% dari konsumsi saat ini. “Alhasil, konsumsi batubara dari 41,468 MT per tahun menjadi 12,440 MT per tahun dan tidak ada limbah finase yang dibuang ke sungai,” ungkapnya.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!