Transformasi Angkasa Pura II Terapkan GCG

Muhammad Awaluddin Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

Mengelola banyak bandara bukanlah tantangan yang mudah. Namun,  PT Angkasa Pura II (Persero)  atau AP II berhasil melakukan pengelolaan 13 bandara di bagian barat Indonesia dengan manajemen tranformasi yang tepat.

Kesibukan yang dihadapi BUMN operator bandara itu luar biasa. Lihat saja, tahun 2016 trafik penumpang di 13 bandara tersebut berjumlah 95 juta penumpang. Tahun 2018 ini,  targetnya dapat menembus 100 juta penumpang sesuai dengan indikasi demand terhadap transportasi udara yang semakin meningkat.

Tuntutan tingginya pelayanan AP II juga seiring dengan dicapainya prestasi Bandara Soekarno-Hatta sebagai The World's Most Improved Airport 2017 dan Bandara Kualanamu yang mendapatkan bintang 4 versi Skytrax. Prestasi  ini memberikan tanggung jawab baru bagi AP II, yaitu pengelolaan bandara di Banyuwangi pada 2018.

Menurut Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, Group Structure AP II tergabung dalam tiga perusahaan yang terkonsolidasi yaitu Angkasa Pura Solusi, Angkasa Pura Kargo, dan Angkasa Pura Property. “Dengan kepemilikan saham 100%, fokusnya pada 3 perusahaan, yaitu planning, financial, dan strategy tidak boleh dilakukan secara sendiri oleh anak perusahaan,” ujarnya.

Semua pengelolaan bisnis portofolio, improvement management business, dan alignment portofolio diatur oleh induk perusahaan. Mereka tidak lagi menjadi bagian unit yang terpisah, ketiganya terintegrasi penuh dengan induknya. “AP II berusaha terus menambah bisnis portofolio perusahaan dan mengatur level cost perusahaan dengan tujuan meningkatkan profitabilitas,” ujarnya.

Dilakukan setahun yang lalu tanpa campur tangan konsultan, transformasi yang dilakukan AP II melibatkan semua pihak untuk melakukan perubahan. AP II fokus pada customer centric organization disebabkan penataan di level strategi perusahaan tidak lengkap. Kini perusahaan telah mengenal layer middle organization di level tengah. Transformasi yang dilakukan menjadikan setiap unit perusahaan untuk mandiri dan tidak tergantung pada kantor pusat lagi.

Kini peran kantor pusat telah mendekati semi holding, lebih banyak mengatur 3 strategi besar yaitu strategic planning, policy making, dan monitoring. Memberikan shared value berupa PERFORM yang merupakan akronim dari pride of Indonesia, entrepreneurial, respectfull, focus, outstanding service, responsible, meritocratic. “Paling penting adalah bagaimana perusahaan dapat mendemonstrasikan shared value yang dimiliki. Shared value PERFORM menjadi pusat dari style, skill structure, strategy, system, dan staff,” ungkapnya.

Bentuk dari transformasi yang dilakukan AP II antara lain business & portofolio transformation, infrastructure & operation system transformation, dan human capital transformation. Pergeseran ekspektasi penumpang pesawat yang disebabkan teknologi mulai terjadi. Adanya gawai menjadi daya dorong untuk individu menjadi lebih mandiri. “Kami meluncurkan aplikasi Airports Digital Life Experience yang menyasar pada perbaikan layanan penumpang, digital printing sebagai bentuk efisiensi, dan penerapan lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi ini juga memunculkan business oportunity baru yaitu penggunaan big data, yang mana pada masa mendatang akan monetizing. Selain itu, AP II mempersiapkan airport electronic payment system untuk mendapatkan benefit dari proses transaksi. Tidak hanya menerapkan stream existing business, perusahaan juga berusaha menciptakan new business. Hal ini dilakukan untuk mencapai visi 2020 sebagai The Best Connected Airport Operator in the Region. Saat ini AP II menduduki posisi 44 dunia dan tahun 2018 menargetkan posisi 20 besar dunia.

Dari sisi human capital, dipersiapkan human resource dan capability SDM ke arah digital capability. “Tahun 2016 AP II merekrut 3.100 karyawan baru, dengan komposisi 70% generasi millenial. Rekrutmen ini bertepatan dengan pengoperasian Terminal 3. Pegawai AP II hingga hari ini telah berjumlah 10 ribu,” ungkapnya. Beberapa program pengembangan talent yang sistematis dijalankan untuk menciptakan pemimpin. Tahun 2018 anggaran  akan ditingkatkan untuk people growth. “Invest in people is very important. The main focus is not infrastructure anymore, but people,” tambah Awaluddin.

AP II mengusung konsep 3C, yaitu  character 50%, competency 30%, dan collaboration 20% untuk mendorong program great people development program. Total 6 bulan proses kategori general untuk mencari best talent dari best university di dunia dilakukan dengan mengadakan roadshow di beberapa negara. AP II berusaha menjemput orang Indonesia dari universitas terbaik untuk pulang dan membangun Indonesia dengan bekerja di AP II.

Transformasi AP II yang berbasis customer centric ini sengaja diambil yang disesuaikan dengan dinamika di industri yang terjadi saat ini. Tetap memperhatikan pengembangan infrastruktur sebagai salah satu lini bisnisnya, AP II kini pun mengembangkan kompetisinya di sisi pelayanan. Oleh karena itu, belakangan mereka habis-habisan membenahi aspek pelayanan.

Upaya lainnya dari AP II adalah transformasi organisasi dengan konsep structure follow strategy dengan pendekatan stakeholder. Pendekatan GCG (good corporate governance) diterapkan guna membuat kebijakan yang akan dikeluarkan melalui aturan agar menjadi infrastruktur regulasi.

Dengan menggunakan pendekatan GCG, program transformasi besar memiliki pijakannya. Selain itu, pada aspek stakeholder relationship dilakukan program bina lingkungan yang membangun relasi dengan warga sekitar, stakeholder bisnis, dan kerja sama. Asset assessment and balancing sesuai aturan GCG  juga dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada tahun 2017.

Seiring berjalannya waktu, langkah-langkah transformasi dan strategi yang dijalankan AP II tersebut membuahkan hasil. Perusahaan ini meraih berbagai apresiasi, seperti Anugerah BUMN 2017 untuk peringkat 1 kategori Kinerja Keuangan Terbaik, peringkat 2 kategori Transformasi Perusahaan Terbaik, dan The Best of Overall BUMN. Bahkan, sang pemimpin, Muhammad Awaluddin juga diganjar CEO BUMN Terbaik 2 untuk kategori Visioner.

 

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)