GCG PT Timah untuk Optimalkan Nilai Perusahaan

Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk., mengatakan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) PT Timah dilakukan untuk memaksimalkan nilai perusahaan (corporate value).

"Penerapan GCG dilakukan untuk memaksimalkan nilai perusahaan agar memiliki daya saing yang kuat secara nasional dan regional. PT Timah juga berusaha meningkatkan kontribusi perusahaan dalam perkonomian nasional sebagai tanggung jawabnya terhadap stakeholders maupun lingkungan sekitar perusahaan. Kami sengaja melibatkan masyarakat dalam pertambangan untuk memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, seperti pengolahan material dan pegelolaan dampak lingkungan,” jelas Mochtar.

Strategi yang dilakukan Timah dengan meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, kepercayaan, tanggung jawab dan adil. Upaya ini dilakukan agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat secara nasional dan regional. “Selain itu, kami juga mendorong pengelolaan perusahaan secara profesional, transparan dan efisien. Pemberdayaan fungsi dan peningkatkan kemandirian organ juga menjadi perhatan perusahaan,” ujarnya.

Baginya, menjalankan bsnis perusahaan harus dilandasi nilai moral dan tanggung jawab sosial atas lingkungan sekitar. Segala peraturan yang diberlakukan pada perusahaan sebagai bentuk sistem yang membuat perusahaan tidak keluar jalur. “Kami ingin dapat meningkatkan kontribusi perusahaan dalam perekonomian nasional, menciptakan pencitraan perusahaan (corporate image) yang semakin baik sebagai perusahaan tambang mineral,” ungkapnya. Nilai perusahaan yang menjadi pedoman yaitu integritas, komitmen, terbuka, rasional, dan visioner.

Pembangunan smalter baru dengan nilai investasi Rp600 miliar dilakukan karena perusahaan telah mulai masuk ke tambang primer. Investasi ini juga menjadi langkah untuk dapat suistain menghadapai perubahan bisnis di zaman sekarang. Selain itu, strategi perusahaan adalah melakukan sinergi dan pegembangan usaha yang terintegrasi baik antara pertambangan timah, non timah, hilirisasi, dan bisnis berbasis kompetensi. “Strategi bisnis kami mempertahankan laju pertumbuhan laba 15% per tahun, meningkatkan kualitas aspek pertumbuhan, proses bisnis internal, pelanggan dan finansial, “ ujar Riza.

Strategi umum perseroan adalah meningkatkan penguasaan dan perluasan cadangan, menyempurnakan proses bisnis perseroan (total mining), komitmen dalam melaksankannya, dan menjaga tata kelola penambangan yang baik dan benar. Implementasi tata nilai perusahaan dan budaya kerja professional berguna untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan pegawai melalui penerapan sistem manajemen dan pengembangan kompetensi dan sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

“Untuk itu, kami merevitalsasi usaha dana perusahaan dalam upaya mendorong sinergi dan pertumbuhan bisnis di seluruh grup usaha. Selain itu, mengembangkan usaha baru dengan melakukan inovasi produk akan mendorong pertumbuhan pendapatan dan daya saing perusahaan,” ungkapnya.

Dari sisi produksi, posisi Timah saat ini menduduki peringkat ke-2  dengan total produksi 66.900 MT. Perseroan berkontribusi sebesar 7% dari tota produksi global pada tahun 2016 yaitu 341.390 MT. Bahkan,  berhasil mengekspor 95% produknya  antara lain ke Jepang, Korea, Taiwan, Tiongkok, Singapura, Kanada, Amerika, Inggris, Belanda, Perancis, Spanyol, Italia dan 5% untuk pasar domestik. Selain itu, berusaha melakukan pengembangan produksi hilir karena melihat adanya kebutuhan, positioning yang kuat, dan peluang  menjadi pemain global.

Sekadar informasi Timah didirikan 2 Agustus 1976 dan go public di lantai Bursa Efek Indonesia pada 1995 dengan kode perdagangan saham TINS. Perseroan memiliki area produksi meliputi Bangka Belitung dan Kepulauan Riau dengan 64% berlokasi di offshore & 365% berlokasi di onshore. Komposiis kepemilikan saham BUMN pertambangan ini terdiri dari 65% milik Pemerintah Indonesaia dan sisanya dimiliki oleh investor yang terdiri dari domestik 27% dan internasional 8%. Saat ini, perseroan memiliki 328,392 ton cadangan timah yang tersedia di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau untuk dieskploitasi.

 

Reportase: Tiffany Diahnisa

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!