IGCSA 2022: Makin Banyak Perusahaan Menjalankan Bisnis Berkelanjutan

Saat ini perusahaan – perusahaan di Indonesia  makin sadar pentingnya menjalankan bisnis berkelanjutan.  Perusahaan tidak hanya mengejar profit, tapi juga  menjalankan bisnis yang ramah lingkungan (planet) dan peduli terhadap masyarakat (people). Pendekatan yang digunakan adalah Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Environment, Social, and Governance (ESG).

Pemerintah juga mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi bisnis berkelanjutan. Bagi perusahaan publik ataupun perusahaan jasa keuangan,  wajib menerbitkan laporan tahunan (annual report) yang umumnya berisi tentang pencapaian kinerja bisnis dan laporan keberlanjutan (sustainable report) berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 51 Tahun 2017.

SWA Media Group pun membuktikan komitmennya dalam mendorong perusahaan tidak hanya go green, tetapi juga berkelanjutan (sustainable). Untuk itu, Majalah SWA dan SWAnetwork mengapresisi perusahaan-perusahaan yang telah menjalankan bisnis berkelanjutan, di tahun 2022 menyelenggarakan perhelatan Indonesia Green & Sustainable Companies Award (IGSCA). Awarding ini merupakan pengembangan dari penghargaan sebelumnya, Indonesia Green Companies Achievement, yang telah 8 kali diselenggarakan,” jelas Kemal E. Gani, Group Chief Editor SWA Media di Jakarta (12/5/2022).

Adapun kriteria penilaian IGSCA terdiri dari aspek Ekonomi Berkelanjutan, Inklusi Sosial, Kesejahteraan dan Kenyamanan Karyawan, Pengelolaan Lingkungan, serta Standar Etika dan Kepatuhan (Compliance). Dewan Juri menetapkan 10 perusahaan dengan nilai tertinggi yang menerima penghargaan IGSCA 2022 dan tiga perusahaan yang mendapatkan penghargaan khusus.

Untuk penjurian dilaksanakan pada 22-24 Maret 2022. Dewan Juri menetapkan lima aspek untuk menilai para finalis itu. Masing-masing adalah ekonomi/bisnis berkelanjutan, inklusi sosial, kesejahteraan dan kenyamanan karyawan (bobot masing-masing 15%), kemudian pengelolaan lingkungan (20%) serta standar etika dan compliance (10%). Dari lima aspek tersebut, kemudian dinilai  hasil-hasil yang dicapai dan dampak nyata secara keseluruhan (bobot 25%),

Menurut Darwina Wijayanti, salah seorang juri IGSCA 2022, aspek penting dalam kompetisi IGSCA adalah masuknya unsur keberlanjutan dalam melakukan bisnis. Perusahaan diharapkan tidak hanya mengejar profit semata, melainkan juga harus  memperhatikan aspek keadilan sosial dan aspek kelestarian lingkungan.

Siapa saja pemenangnya? Dewan Juri IGSCA 2022 menetapkan 10 perusahaan yaitu Danone Indonesia, DBS Indonesia, L'Oréal Indonesia, PT Indonesia Power Grati Pomu, Sido Muncul, PT Kaltim Prima Coal, PT Kirana Megatara Tbk., PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim ), plus PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Selain awarding, rangkaian acara IGSCA juga mengadakan webinar pada Kamis, 12 Mei 2022. Acara dibuka dengan sambutan Dr. Sonny Keraf, Menteri Negara Lingkungan Hidup RI (1999-2001)yang juga Juri IGSCA 2022 dan star speaker Prof. Dr. Emil Salim, Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup RI )1978 – 1993) yang menjelaskan tentang ‘Corporate Citizenship: Strategi Mengoptimalkan Implementasi ESG’.

Menurut Sonny, perusahaan-perusahaan yang mengikuti IGSCA  2022 menunjukkan model bisnis yang berlandaskan prinsip ekonomi sirkular. Dia menyoroti program perusahaan itu sudah mengimplementasikan manajemen produksi yang ramah lingkungan. “Perusahaan -perusahaan peserta IGCSA 2022 selektif memilih bahan baku, mempraktikkan manajemen limbah, hingga berinisiatif memberikan dampak positif kepada aspek sosial, yaitu menjangkau dan memberdayakan masyarakat sekitar untuk memasok kebutuhan, jasa, dan aktivitas produksi sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Webinar menarik ini dibagi dalam tiga sesi. Sesi 1 dengan tema ‘Becoming Champion in Manufacturing Industry  by Implementing Green & Sustainable Business’ menghadirkan pembiacara  tiga pembicara jempolan. Masing-masing adalah Rahmad Pribadi - Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur; Karyanto Wibowo - Director of Sustainable Development of Danone Indonesia dan Melanie Masriel - Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability at L‘Oreal Indonesia

Pada sesi 2 dengan topik ‘Becoming Champion in Retail, Trading & Distribution Industry  by Implementing Green & Sustainable Business’ ada dua pembicara hebat. Pertama, Freddy Anwar selaku Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dan D. Yuvlinda Susanta, Head of Corporate Affairs & Sustainability PT Lion Super Indo.

Sesi 3 bertema ‘Becoming Champion in Energy Industry  by Implementing Green & Sustainable Business’ tidak kalah serunya dengan nara sumber hebat: Yosefan Johan, GM PT Indonesia Power Grati Pomu dan tema ‘Becoming Champion in Finance Industry  by Implementing Green & Sustainable Business’ dengan pembicara Heru Hatman, Team Head Institutional Banking DBS Indonesia serta  Reynaldi Hermansjah selaku Presiden Direktur Indonesia Infrastructure Finance.

Reynaldi berharap Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menjadi lembaga keuangan yang melakukan pembiayaan dan advisory di bidang infrastruktur di Indonesia dengan mengedepankan aspek sustainability. Salah satu keunikan IIF adalah  seluruh projek yang dibiayainya harus mengimplementasikan aspek ESG berstandar internasional. Dia mencontohkan  dalam mendanai projek infrastruktur pembangkit listrik tenaga minihidro sebesar 7,4 MWh yang bisa memangkas emisi karbon. IIF pun melakukan manajemen sosial seiring diimplementasikannya pemberdayaan masyarakat serta kewirausahaan dan manajemen lingkungan hidup.

Reportase : Vina Anggita dan Anastasia AS

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)