Ini Kunci Sukses Transformasi Digital Telkom

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk berhasil melakukan transformasi digital. Nilai merek pun terangkat. Konsultan merek, Brand Finance, menyebut nilai merek Telkom saat ini mencapai US$ 2,62 miliar.

“Digital transformation itu melingkupi tiga hal yaitu digital leadership, digital strategy dan digital culture, ketiganya harus dilakukan secara komprehensif,” kata Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Services.

Kunci perubahan dalam sebuah organisasi adalah tekad dan kemauan pemimpinnya. Komitmen petinggi perusahaan sangat mempengaruhi sukses tidaknya penerapan transformasi digital.

Kemudian, perusahaan memerlukan tenaga pendorong agar transformasi bisa berjalan cepat dan optimal, yakni strategi digital dan disiplin dalam eksekusinya. Dimulai dari komitmen pemimpin, lalu dijalankan dengan strategi yang tepat, maka akan muncul budaya baru yakni kultur digital.

Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise dan Business Services Telkom Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise dan Business Services Telkom

Menurut dia, proses transformasi digital ini harus dilakukan secara komprehensif di seluruh bagian tubuh Grup Telkom. Terutama dari segi kultur digital mengingat perusahaan ini sebelumnya tergolong tradisional yang fokus pada konektifitas dan infrastruktur.

“Sekarang, eranya sudah berubah. Infrastrukturnya digital. Konsekuensinya, pengelolaannya juga harus berbeda. Orang-orang Telkom masih dinilai sebagai orang-orang infrastruktur. Itu tidak salah karena kami masih bermain di area itu,” katanya.

Di era yang baru ini, lanjut dia, bisnis dan inovasinya sudah serba digital. Tak heran, mereka memerlukan banyak karyawan baru dengan keseharian yang lekat dengan digital, yakni para generasi Y alias generasi millenial. Inti dari transformasi digital ternyata bukan di teknologi melainkan di sumber daya manusia. “People berubah, berarti konsekuensinya, kultur juga berubah ke arah digital,” ujar Awal.

Wajar kalau Telkom pun melakukan rekrutmen besar-besaran Gen Y yang sangat dekat dengan dunia digital. Pada anak-anak muda ini, BUMN telekomunikasi ini menyandarkan harapan untuk merancang bisnis masa depan. Mereka mesti siap karena siklus bisnis digital yang sangat cepat.

“Bisnis digital banyak main di aplikasi dan konten, tipikal bisnisnya benar-benar berbeda. Tidak seperti sekarang, yang Telkom lakukan lebih banyak di konektivitas, pipa, dan jaringan,” katanya.

Targetnya memang tidak main-main, yakni Telkom ada di jajaran Top 10 Telco Asia Pacific pada 2020 mendatang. Saat ini, mereka sudah nangkring di peringkat kedua setelah SingTel di kawasan ASEAN. Padahal, tahun 2015 lalu mereka masih di peringkat 12-13.

“Sebenarnya, dengan market cap saat ini, Telkom sudah mungkin masuk posisi 8 atau 7. Arahan Pemerintah melalui Kementerian BUMN, kami mendapat mandat untuk bisa masuk Fortune 500 Companies,” ujar dia. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)