Danone Aqua: Kombinasikan Rotasi Pegawai, Pelatihan dan Mentoring

Pambudi Sunarsihanto, VP Human Resource Danone Aqua (paling kanan, bersama tim HC Danone Aqua

PT Tirta Investama (Danone Aqua) rutin mengumpulkan pegawainya untuk membahas perkembangan bisnis terkini dan strategi menghadapi tantangan. Kemudian, karyawan yang menjadi leader diharuskan berinisiatif mengimplementasikan solusi untuk mengembangkan bisnis Danone Aqua. “Intinya bukan hanya one way, tapi mereka berinisiatif,” ujar Pambudi Sunarsihanto, VP Human Resource Danone Aqua. Cara itu adalah salah satu pengimplementasian nilai-nilai leader yang ditanamkan Danone Aqua yang terangkum dalam CODES (Creates a meaningful future, Open connection inside and outside, Drives for sustainable results, Empowers self & diverse teams, dan Self awareness).

Pimpinan diharuskan memberikan teladan kepada pegawai. “Dimulai dari presiden direktur yang harus melakukan itu dan menjadi contoh, kemudian ke jajaran direksi, lalu ke semua manajer senior hingga sampai ke level bawah. Pada saat mengimplementasikannya, kami menggunakan konsep keteladanan atau leading by example,” Pambudi menegaskan. Dia mengatakan, pihaknya mengembangkan SDM dengan cara memberikan suatu proyek dan rotasi pekerjaan yang porsinya 60%, mentoring dan coaching (20%), mengikuti kelas pelatihan (10%), dan kelas digital atau e-learning (10%). Danone Aqua sudah menghasilkan pemimpin dari internal perusahaan, salah satunya adalah Bernas Istiqlal yang menduduki jabatan VP Quality & Food Safety Danone Aqua.

Pambudi menyebutkan, pihaknya merotasi pegawai di berbagai unit bisnis untuk mengukur kemampuan si karyawan itu menyelesaikan aneka macam tantangan bisnis. “Contohnya Bernas, yang dirotasi setiap 2-3 tahun sekali menduduki jabatan yang baru. Rotasi itu tidak selalu promosi dan belum tentu naik, tapi bisa penempatan dari satu jabatan ke jabatan lain yang setara levelnya,” Pambudi menjelaskan kiat perusahaan menggembleng pegawai. Contoh lainnya adalah Ema Rohmat yang kala itu menjabat Manajer Danone Aqua di Klaten, kemudian dirotasi ke Sukabumi, lantas ditarik ke kantor pusat, atau dirotasi ke unit human resource sampai akhirnya sekarang menjadi Industrial Region Danone Aqua.

Rotasi tak hanya sebatas di Danone Aqua, tetapi bisa dirotasi ke perusahaan yang terafiliasi, seperti Sari Husada dan Nutricia. Lebih lanjut, dia mengatakan, perusahaan ini juga memberi peluang bagi calon leader dirotasi ke luar negeri. Adapun rencana suksesi kepemimpinan dikaji ulang dua kali dalam setahun. Jumlah leader yang dihasilkan di level direksi sebanyak 60%-70% berasal dari internal perusahaan. ”Kemudian leader di bawahnya 70%-80% dan di level middle ke bawah itu sudah lebih dari 90%. Nah, karena leader ini banyak yang dari dalam, akibatnya pegawai merasa betah dan engage. Makanya, pegawai yang resign dari perusahaan kami itu rendah, cuma 2,6% per tahun, padahal rata-rata di industri ini berkisar 7%-8%,” kata Pambudi.

Ke depan, Danone Aqua akan memperbanyak talenta yang dirotasi ke luar negeri untuk belajar lebih banyak. “Semakin banyak pegawai dirotasi ke departemen lain, semakin banyak program yang berjalan, ini bukan hanya di training class room, tapi juga membudayakan mentoring culture,” tutur Pambudi.

Reportase: Arie Liliyah

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)