Di Erajaya, Leader dari Internal Bertambah, Bisnis Pun Kian Mulus

Tim HC Erajaya Teguh Yoga Raksa, GM Human Resources Business Partner & People Management Erajaya (ke-2 dari kiri) bersama tim HRD Erajaya

Program Leadership Development yang dicanangkan PT Erajaya Swasembada Tbk., memoles kualitas pegawai di berbagai jenjang jabatan, seperti koordinator wilayah, kepala wilayah, kepala regional, koordinator reginonal, atau general manager. Karyawan Erajaya, menurut  Teguh Yoga Raksa, GM Human Resource Business Partner & People Development Erajaya, diwajibkan mengikuti program ini. “Di toko, kami juga melaksanakan program leadership buat store leader atau area head,” Teguh menerangkan. Leadership Development dilaksanakan perseroan sejak tahun 2014. Transisi program pelatihan kepemimpinan ini berubah dari yang dulunya training saja menjadi ke learning solution.

Perusahaan memiliki Erajaya Development dan Assesment Center untuk menempa ketrampilan pegawai yang diproyeksikan untuk menempati jabatan lebih tinggi. Pelatihan diberikan kepada karyawan yang dipromosikan ke jabatan tertentu. Contohnya, pegawai yang dipromosikan ke penyelia diharuskan mengikuti Supervisor Development Program selama tiga hari. Teguh berpendapat bahwa pengembangan SDM berpengaruh terhadap bisnis Erajaya yang mencakup ritel dan distribusi perangkat telekomunikasi. Jumlah pegawai Erajaya pada 2017 sebanyak 7.228 orang, sedangkan di tahun 2016 sebanyak 6.837 orang. Tahun ini, Erajaya telah menghasilkan pemimpin bisnis sebanyak 773 orang. Grafik creating leaders dari internal Erajaya kian bertambah dari tahun ke tahun. Jumlah leader di tahun 2016 sebanyak 669 orang dan tahun 2015 sebanyak 656 pegawai. Persentase pemimpin yang dihasilkan dari internal juga lebih banyak dibandingkan talenta yang diambil dari luar perusahaan, yakni sebesar 73%. Sisanya berasal dari talenta eksternal.

Dampaknya terhadap bisnis, misalnya, di divisi ritel yang menyertakan 248 pegawai mengikuti Store Leader Development Program. Leader dari internal yang dihasilkan pada program ini sebanyak 154 orang dan eksternal  94 orang. Performa penjualan kian kinclong, seperti penjualan aksesoris perangkat telekomunikasi yang tumbuh sebesar 41% dari sebelumnya 28%. Program ini juga berimplikasi positif ke karier peserta yang dipromosikan ke jenjang berikutnya. Sebanyak 46% dari jumlah peserta (248 pegawai) tersebut naik ke jenjang berikutnya dalam setahun setelah mengikuti program tersebut.

Contoh pengembangan SDM ini menyokong ekspansi bisnis Erajaya. Perusahaan, lanjut Teguh, juga beradaptasi di era disrupsi digital karena bermigrasi dari web based ke aplikasi untuk menyasar pasar milenial. Untuk itu, dibutuhkan SDM yang menguasai dinamika bisnis di era digital atau menyokong rencana perusahaan berekspansi di pasar domestik dan luar negeri.

Ke depana, Erajaya bakal membangun corporate university sebagai kawah candradimuka yang akan melahirkan pemimpin bisnis. “Rencananya, kami akan mendirikan school of retails, sales, distribusi, dan leadership development,” ujarnya.

Pengembangan pemimpin di Erajaya merefleksikan laju bisnis perusahaan. Pendapatan Erajaya pada kuartal III/2017 senilai Rp 16,65 triliun, naik 6,81% dari Rp 15,59 triliun di periode yang sama tahun lalu. Tak hanya penjualan, laba bersih emiten berkode ERAA ini juga melonjak 16,97%, menjadi Rp 222,68 miliar dari Rp 190,36 miliar.

Reportase: Akbar Keimas

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)