MAP, Enam Strategi untuk Tumbuh

Ratih Darmawan Gianda, VP Hubungan Investor & Komunikasi KorporatMAP Group.
Ratih Darmawan Gianda, VP Hubungan Investor & Komunikasi KorporatMAP Group.

Sebagai emiten, PT Mitra Adi Perkasa Tbk. (MAP) terus berupaya memaksimalkan pertumbuhan demi meningkatkan nilai untuk para pemegang sahamnya. Ini bukan hal yang mudah dan sederhana. Saat ini MAP mengelola lebih dari 150 merek secara eksklusif melalui 110 konsep ritel, serta mengoperasikan lebih dari 2.300 gerai di 81 kota.

Lantas, apa saja strategi yang ditempuh?

Pertama, mengelola brand portfolio dengan menerapkan strategi 360ᵒ Retailing. Artinya, kurang-lebih semua area dan peluang dimasuki. Di MAP, seluruh produk untuk siklus kehidupan dilayani, mulai dari segmen balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. Selama lima tahun terakhir, perseroan menambah merek yang dikelolanya, antara lain Asics, Onitsuka Tiger, Lego, Clarks, Smiggle, Sephora, 2XU, dan Astec, merek lokal milik pasangan legenda bulutangkis, Alan Budikusuma dan Susi Susanti.

Kedua, menjaga hubungan baik dengan para prinsipal (pemilik merek) dan pengelola mal yang sering diistilahkan sebagai landlord. “Gerai MAP rata-rata mencapai 30% di mal premium di kota-kota besar Indonesia,” ungkap Ratih Darmawan Gianda, VP Hubungan Investor & Komunikasi Korporat MAP Group.

Untuk memasok gerai-gerai itu, dijalankan strategi ketiga: mengelola inventori (persediaan barang) secara efisien dan modern. Tujuannya, mencukupi kebutuhan gerai.

Kemudian, strategi keempat, selain bermain di ranah offline, MAP mengelola platform digital yang dimiliki sendiri (proprietary), di antaranya MAPEMALL.com, PlanetSports.asia, Reebok.id, Crocs.co.id, Skechers.co.id, KidzStation.asia, Sephora.co.id, Zara.xom/id, Zara.com/vn, dan Digimap.co.id (authorized reseller Apple untuk menjual beragam produk Apple). Platform digital ini merupakan respons MAP terhadap potensi pasar digital. Mereka menyebut strategi ini sebagai investasi online dan digital.

Termasuk dalam strategi ini, MAP menambah jalinan kemitraan dengan marketplace (Lazada, Blibli.com, iLotte, Shopee, dll.) dan perusahaan teknologi finansial, serta bekerjasama dengan para digital influencer untuk meningkatkan penjualan dan interaksi dengan publik.

Dengan meluasnya area permainan (offline dan online) serta area interaksi, customer experience mesti dijaga. Untuk itu, digenjot strategi kelima: mengintensifkan customer loyalty program lewat MAP Club. Diluncurkan pada 2016, jumlah member-nya lebih dari 3,1 juta. “MAP Club juga menjadi kendaraan bagi kami dalam mewujudkan omnichannel untuk mengintegrasikan gerai offline dengan online,” Ratih menegaskan.

Untuk melengkapi strategi di atas, MAP mengembangkan jurus keenam: ekspansi. Tahun 2016 mereka masuk Vietnam, menghadirkan sejumlah merek Inditex (Zara, Massimo Dutti, Pull&Bear, dan Stradivarius). Tahun 2018, Planet Sports serta beberapa merek dari MAP Active juga hadir di Vietnam. Map Active bahkan merambah pasar Filipina, mendirikan distribution company. Dalam keluarga MAP Group, MAP Active mengoperasikan gerai pakaian dan aksesori untuk produk sport dan leisure.

Seluruh strategi ini membuahkan hasil. Dari laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2019, laba bersih MAP tumbuh 26,86%, dari Rp 735,83 miliar menjadi Rp 933,49 miliar. Kinerja ini membuat perseroan membagikan laba per saham tahun buku 2019 naik menjadi Rp 56 dari sebelumnya sebesar Rp 44. Saham emiten berkode MAPI ini menjadi incaran investor asing di bursa, dengan harga di kisaran Rp 1.115 pada Desember 2019.

Kinerja yang positif itu kini mendapat tantangan berat. Pandemi Covid-19 memukul sektor ritel. Laba bersih MAP kuartal I/2020 terkoreksi 83,6% menjadi Rp 27,3 miliar dari periode sebelumnya (Rp 138,2 miliar).

Pihak MAP terus berupaya survive di tengah situasi yang berat ini. Ratih mengungkapkan, selama pandemi tidak seluruh gerai yang dikelola MAP tutup. Gerai food & beverage tetap beroperasi, khususnya Starbucks, Pizza Marzano, Genki Sushi, PAUL Bakery, Burger King, dan Domino’s Pizza yang tetap melayani pelanggan setianya melalui jasa drive thru (untuk beberapa gerai), pengiriman online atau jasa antar sesuai dengan prosedur standar operasional yang berlaku.

MAP juga memperkenalkan program Chat & Buy yang memungkinkan pelanggan berbelanja melalui aplikasi WhatsApp. Intinya, MAP berinisiatif mencari terobosan agar tetap tegak di tengah efek pandemi yang menerpa banyak sektor ekonomi, terutama ritel. (*)

Teguh S. Pambudi & Herning Banirestu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)