Mencetak Leader Tangguh Ala Citibank

Citibank melahirkan banyak pemimpin tangguh di perbankan dan perusahaan swasta lain sejak hadir di Indonesia lebih dari 45 tahun lalu. Namun, bisnis mereka kurang bergairah pada 2013 lalu. Laju bisnis yang melambat, jumlah nasabah terus menyusut, dan banyak talent terbaik yang dibajak perusahaan lain.

“Mei 2013 lalu, secara bisnis Citibank tumbuh lebih lambat dari yang lain. Pelan-pelan, kami harus mengembalikan lagi keyakinan dan kepercayaan customer. Karena banyak orang hebat, banyak dari people kami di-hire perusahaan lain. Jadi, komplet, dari bisnis, customer, dan pegawai,” kata s Direktur HR Citibank Indonesia.

Untuk mengembalikan kondisi bisnis yang lebih baik, lanjut dia, profit harus dinaikkan. Caranya, mulai dari fokus pada pelayanan. Nasabah akan senang dengan pelayanan prima yang diberikan karyawan Citibank yang lebih dulu harus bahagia dengan pekerjaannya. Kuncinya ada pada kemampuan seorang pemimpin dalam mengayomi anak buahnya.

Tapi, rupanya kebahagiaan karyawan tak sesederhana hanya urusan materi alias gaji yang tinggi. Ada banyak hal. Selain penghasilan yang pas, atasannya juga tidak boleh berlaku seenaknya, harus bisa mengayomi dan membimbing anak buahnya dengan cara-cara yang baik. Suasana kerja juga harus nyaman, kompak dan tidak saling menjatuhkan antara yang satu dengan yang lain.

citibank Pambudi Haju Tri Soenarsihanto, Direktur HR Citibank Indonesia.

“Dari tiga elemen, yaitu gaji, atasan dan suasana kerja kami tata pelan-pelan. Kami latih, ajari dan training para atasan dengan baik, lalu diterapkan dan dinilai. Penilaian memengaruhi pada saat pengajian dan bonus. Jadi semua sesuai yang mereka kerjakan,” katanya.

Dengan cara tersebut, menurut dia, perlahan situasi di kantor semakin kondusif. Karyawan menjadi lebih bahagia. Nasabah menjadi ikut bahagia berkat pelayanan baik yang diberikan. Hasil akhirnya, dengan sendirinya keuntungan perseroan pun terangkat. Lalu, apa rahasianya?

“Kami lakukan survey terhadap 4.000 karyawan Citibank di Indonesia. Kami tanyakan, apa saja yang keinginan dan kebutuhan mereka. Ada yang inginnya uangnya saja, pulang malam tidak masalah asalkan dapat banyak bonus. Ada pula yang inginnya pulang cepat, ada yang inginnya punya pengalaman kerja di Citibank di luar negeri atau karir di luar negeri,” katanya.

Tiap karyawan punya keinginan berbeda-beda, sehingga para leader mesti menjadi seperti dokter. Jika pasien sakit A misalnya, obatnya A. Begitu juga dengan talent. Jika ada anak buah yang tidak kerasan dan ingin keluar, tanyakan apa penyebabnya. Jika sudah tahu sebabnya, akan mendapatkan formula yang tepat untuk menjawab keluhan karyawan.

“Konsep programnya dalam bentuk pelatihan selama sehari dengan pembicara dari jajaran BOD. Kami mengingatkan para leader untuk menjadi leader yang diharapkan. Pelatihan itu melibatkan semua semua level, dari direksi sampai supervisor yang punya anak buah,” ujarnya. (Reportase: Syukron Ali)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)