Penerapan Manajemen Lingkungan Pertamina TBBM Surabaya Group

Operation Head TBBM Surabaya Group PT Pertamina Terminal BBM Surabaya Group, Rully Marzuli.

PT Pertamina (Persero) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Surabaya Group konsisten telah menerapkan sistem manajemen lingkungan sejak 2009.

Sejalan dengan kebijakan perusahaan terkait Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Linkungan, perushaaan ini telah menerapkan berbagai teknologi dan inovasi program konversi sumber daya sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan.

Hal ini diwujudkan dalam keikutsertaannya pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dan berhasil meraih penghargaan PROPER hijau empat kali berturut-turut dalam empat tahun terakhir dan dua kali masuk kandidat emas. Pencapaian tersebut tak lepas dari target-target yang harus dicapai dalam proses pengelolaan lingkungan.

Target pertama, efisiensi dan monitoring penggunaan energi dan sumber-sumber energi baru yang ramah lingkungan. Kedua, efisiensi dan monitoring penggunaan air. Ketiga, reduksi dan monitoring limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Keempat, reduksi dan monitoring sampah non-organik dan pemanfaatan kembali sampah organik. Kelima, penghijauan dan keanekaragaman hayati.

“Sudah menjadi kebijakan perushaan untuk sadar akan lingkungan. Ini syarat utama kami untuk memulai operasi,” ujar Rully Marzuli, Operation Head TBBM Surabaya Group PT Pertamina Terminal BBM Surabaya Group. Komitmen menjalankan green company merupakan kerja seluruh tim, meskipun masalah lingkungan ini ada di bagian operasional dan dipegang oleh Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Itu sebabnya, semua orang yang berada di lingkungan operasional harus memiliki kepatuhan terhadap lingkungan sehingga aspek lingkungan sangat tertib dijalankan di perushaan ini.

Rully juga menjelaskan berbagai pencapaian perusahaan di bidang lingkungan yang diraih tahun lalu. Menurutnya, pencapaian di bidang energi tahun lalu menghasilkan energi dari pijakan mobil tangki yang beroperasi di terminal BBM dengan menghasilkan efisisensi sebesar 46.389 GJ/ tahun. Lalu, di bidang udara, berhasil mengoptimalisasi rantai distribusi produk Laws 5 Ex dengan efisensi sebanyak 50.029 TonCo2eq.

Perusahaan juga melakukan efisiensi penggunaan air sebanyak 9.992 m3 dengan instalasi water treatment yang dilakukan untuk air pemadaman kebakaran di lokasinya. Perushaan ini berhasil menekan limbah B3 dengan pemasangan ball valve pada connector selang RTW dengan efisisensi 13,47 ton. Sementara itu, untuk program limbah non-B3, pihaknya menggunakan metode paperless dengan efisiensi sebanyak 0,04 ton/tahun. “Salah satu unggulan kami tahun lalu adalah mengurangi listrik PLN. Kami melakukan satu project yang menghasilkan energi listrik dari pijakan mobil tangki, yakni kinetic flywheel conversion,” kata Rully.

Ini merupakan komitmen Pertamina sendiri untuk menggunakan energi terbarukan. Eenrgi listrik tersebut dihasilkan dari sebuah pijakan yang dilalui oleh mobil tangki yang lalu-lalang di terminal perusahaan yang beroperasi selama 24 jam. Pijakan tersebut akan memutarkan dinamo yang menghasilkan energi yang disimpan ke dalam baterai. Mobil tangki ini berjumlah 213 unit dan rata-rata dalam sehari bisa 500-600 mobil tanki yang beroperasi.

Saat baru dibuat, satu pijakan membutuhkan investasi mencapai Rp53 juta. Hasilnya dapat menghemat biaya PLN hingga Rp160 juta per tahun. “Di internal kami, proyek ini Sudah mendapatkan penghargaan di tingkat perusahaan. Jadi, ternyata di bagian operasional juga dapat menghasilkan listrik dari hasil lalu-lalang mobil tangki,” ungkap Rully dengan bangga.

Program green lainnya yang dijalankan TBBM Surabaya Group adalah untuk masyarakat di lingkungan perushaan ini yang diberi nama Kampung Hijau Pertamina. Dalam kampung tersebut dibuat program unggulan zona hidroponik, bank sampah, saluran instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu, sentra ekonomi masyarakat, dan program lansia sehat. Program pembangunan IPAL dan pengolahan biogas dimulai tahun 2014. “Sekarang semua program Sudah madiri dan sekarang berlanjut ke program sanitasi di Jambangan, Surabaya,” ungkap Rully.

Selain Kampung Hijau Pertamina, TBBM Surabaya Group juga memiliki program keanekaragaman hayati yang bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Elang Indonesia untuk melindungi Elang Jawa atau Burung Garuda. Targetnya, untuk meningkatkan populasi burung tersebut sebesar 10% sampai denga 2019. Program ini menjadikan TBBM Surabaya Group sebagai pelopornya. “Keuntungan dari menjalankan proggram green ini tak ternilai. Berdampak positif pada citra perusahaan. Meskipun bergerak di bidang migas, namun kami peduli akan lingkungan,” katanya.

Selain itu, dampak positif lainnya adalah menyebabkan terjadinya re-mapping, sehingga lebih efektif dalam pendistribusian BBM yang notabene bisa mencemari lingkungan. Perwujudan program ini senantiasa melibatkan karyawan Pertamina, salah satu contohnya adalah Forum Komet (knowledge management) yang beguna untuk forum sharing antara pekerja dan unit bisnis dalam membahas inovasi yang dimiliki.

Sekadar informasi, TBBM Surabaya Group adalah salah satu instalasi distribusi BBM di bawah naungan PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V.  Perseroan  telah beroperasi sejak 1957 ini merupakan operasional dan produk yang paling kompleks.

TBBM memiliki tanggung jawab untuk menampung produk sebanyak 144.000 kl dan menyalurkan BBM rata-rata 12.000 kl setiap hari untuk produk Premium, solar, biosolar, kerosine, Pertamax, Pertalite, Pertamax Plus, Pertamina Dex, Dexlite, avtur, avgas, marine diesel fuel, dan marine fuel oil. Moda penyaluran melalui kapal tangker, mobil tangki, pipanisasi, dan rail tank wagon dengan area operasional distribusi yang meliputi wilayah Surabaya dan sekitarnya.

 

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)