Pengembangan SDM Bukit Asam Kuatkan Manajemen Perusahaan

Sumber foto: apbi-icma.org

PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) menerapkan praktik Good Corporate Governance (GCG ) pada setiap aspek bisnis yang dijalankan. Ini seiring dengan upaya menjadi  perusahaan energi kelas dunia, salah satunya mengembangkan kompetensi dan keunggulan SDM yang dimiliki.

Dari sisi SDM, langkah strategis diambil PTBA untuk pengembangan seperti penyelarasan talent yang efektif dan efisien serta penguatan manajemen korporasi. Perbaikan komposisi pegawai dan fokus pada fungsi utama bisnis menjadi perhatian PTBA guna memperbaiki kinerja perusahaan. Tanggung jawab PTBA juga terwujud melalui penyesuaian remunerasi dan manfaat pensiun untuk karyawan.

Langkah lainnya adalah optimalisasi manajemen kerja dan peningkatan kompetensi SDM untuk mencapai visi & misi perusahaan. Cara ini sekaligus sebagai penguatan dan pengembangan nilai dan budaya perusahaan untuk ke depannya, sekaligus penyempurnaan HR Information System yang dimiliki. Semua langkah strategis ini dilakukan untuk mencapai sasaran SDM hingga 2020.

Bukit Asam Development Program (BADP) juga menjadi cara mengembangkan tiga hal dalam SDM yang ingin dicapai  yaitu leadership, professional, serta teknis & sertifikasi. PTBA juga menggelar Gen Y Acceleration Program yang merupakan akselesari untuk  generasi muda dalam menjawab tantangan yang demikian cepat dalam bisnis. Selain itu juga kami sudah menyempurnakan infrastruktur SDM.

Menurut CFO PT Bukit Asam (Persero) Tbk., Orias Petrus Moedak, PTBA memiliki simulator untuk meningkatkan kompetensi operator dalam mengoperasikan alat berat yang canggih yang berbasis listrik tersebut. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelatihan untuk kompetensi yang dimiliki oleh seorang teknisi. “Kami memang concern di SDM untuk mengimbangi sistem yang dimiliki. Fungsi, tugas wewenang, performance, sistem remunerasi, semuanya selalu disempurnakan dan dikaitkan dengan teknologi,” tambahnya.

Untuk memotivasi para karyawan, Bukit Asam Innovation Award (BAIA) diadakan sebagai trigger inovasi perusahaan untuk senantiasa dilakukan. Hasil dari BAIA, perusahaan dapat melakukan efisiensi hingga Rp320 miliar.

Di bidang CSR,`ada  program pemberian beasiswa ‘Ayo Sekolah’ di tahun 2016 untuk 1.500 orang dari tingkat SD, SMP, dan SMA. “Total nilai bantuan ‘Ayo Sekolah’ sebesar Rp2,5 miliar per tahun dan beasiswa ‘Bidiksiba’ untuk tingkat D3 dan S1, sebesar Rp2,7 miliar per tahun. Beasiswa ‘Bepasiba’ untuk tingkat S1 sebanyak 50 orang per tahun. Dari CSR ini, nilai SROI (Social Return of Investment) adalah 1,55, artinya Rp1 yang diinvestaskan memiliki benefit sebesar Rp1,55,” ungkapnya.

Pencapaian secara financial review jika dibandingkan dengan pemain global dan lokal peers lain, dari sisi Gross Profit Margin (GPM) PTBA berada di nomor dua. Sedangkan Operational Profit Margin (OPM) berada di nomor tiga. Nett Profit Margin (NPM) PTBA ada di nomor tiga. “Ini menjadi hasil dari penerapan tata kelola yang baik. PTBA juga mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 9% dengan laba usaha mencapai Rp2,53 triliun atau naik 3%. Untuk pendapatan perseroan sebesar Rp14,06 triliun. Sedangkan aset perusahaan tumbuh 10%,” jelasnya.

 

Reportase: Yosa Maulana

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!