Peran Digital untuk Alfamart, Apa Saja?

Teknologi tak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Pesatnya perkembangan teknologi digital juga mengubah wajah bisnis di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tumbuh kembang industri ritel tak bisa dilepaskan dari digitalisasi.

Strategi digital adalah satu dari 4 strategi besar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). Tiga lainnya adalah meningkatkan toko fisik, engagement dan personalisasi konsumen menggunakan big data analytics, dan kehadiran Alfamart sebagai toko komunitas.

“Digital bagi kami adalah aspek yang sangat strategis. Kami menaruh banyak perhatian pada pengembangan strategi digital kami. Ada dua hal tentang peran digital di Alfamart. Pertama dari sisi proses bisnis internal dan kedua dari sisi konsumen,” ujar Direktur Utama Alfamart, Anggara Hans Prawira.

anggara hans alfamart Direktur Utama Alfamart, Anggara Hans Prawira.

Dengan karyawan berjumlah lebih dari 80.000 orang, lanjut dia, perseroan harus punya cara untuk berkomunikasi dengan efektif. Dengan begitu, instruksi dan arahan yang diberikan bisa diterima dengan baik oleh seluruh karyawan.

Dalam industri ritel, tentunya banyak program promosi yang harus disampaikan dengan jelas ke konsumen. Seluruh karyawan harus bisa dengan cepat mempelajarinya melalui platform digital yang mereka miliki.

“Jangan sampai sudah gencar promosi ke konsumen (melalui digital marketing), tapi karyawannya tidak paham. Kami menyediakan sarana yakni tablet khusus untuk mengakses info promo terbaru. Kami menyebutnya A-Learning,” katanya.

Alfamart kini tengah mengembangkan sistem yang bernama A-Touch yang diperuntukkan untuk berkomunikasi. Harapannya, rapat bisa dilakukan secara interaktif kapan saja. Perseroan juga telah membuat sistem planogramming digital untuk memudahkan karyawan dalam penyusunan barang di gudang dan rak yang sebelumnya menggunakan diagram print.

Menurut dia, manfaat digitalisasi jauh lebih besar di sisi konsumen. Pola belanja konsumen telah mulai berubah. Sebagian tak lagi mendatangi gerai toko fisik, melainkan berbelanja lewat toko online. Akibatnya, aktivitas marketing pun berubah dengan lebih banyak masuk melalui digital. Aktivitas above the line, seperti iklan di media cetak, TV, dan media ruang mulai dikurangi karena hanya bagus untuk brand awareness.

“Kami ingin menyentuh konsumen tertentu dengan promosi produk tertentu. Misalnya, komunitas pecinta kopi, kami menawarkan promosi produk kopi langsung kepada mereka. Hal semacam ini hanya bisa dilakukan melalui aktivitas digital,” kata dia.

Hans menjelaskan, marketing digital meliputi penggunaan media sosial dan aplikasi mobile bernama Alfagift. Promosi via media sosial sangat gencar dilakukan. Itu terlihat dari akun Facebook Alfamart yang telah diikuti lebih dari 1,2 orang. Sementara, follower akun Twitter mereka mencapai 244.000 orang dan akun Line mencapai hampir 7 juta orang.

Alfagift adalah aplikasi mobile yang diperuntukkan untuk pelanggan yang ingin melihat promo-promo terbaru dari Alfamart, katalog produk, hingga lokasi toko. Saat ini, penggunanya sudah 300.000 orang. Targetnya pada akhir tahun ini adalah satu juta pengunduh.

Alfamart juga mengembangkan game bernama fishmart sebagai bagian dari strategi digital marketing. Pengguna bisa memancing poin-poin yang nantinya bisa digunakan untuk berbelanja produk sponsor di toko fisik Alfamart.

“Beberapa inovasi di digital ini lebih efisien dan efektif. Bagi konsumen pun ada experience yang berbeda dan engagement yang lebih baik dari belanja yang tradisional. Kami bisa banyak melakukan eksplorasi melalui digitalisasi. Ini baru dari sisi marketing,” katanya. (Reportase: Raden Dibi Irnawan)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)