Pertamina Ciptakan Suistanability Lewat GCG

Pertamina sebagai salah satu perusahaan negara yang memilki tanggung jawab menjaga kemandirian energi, bekerja keras memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Upaya ini  didukung pemerintah melalui PP Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Seiring dengan keinginannya tersebut, Pertamina menjalankan praktik Good Corporate Governance (GCG).  Gunanya untuk mencapai suistanability dan menjadi budaya yang tetap terjaga. Menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Elia Massa Manik, penerapan GCG di Pertamina tidak lagi bersifat mandatory, tetapi telah menjadi sebuah kebutuhan. “Transformasi GCG telah dilakukan Pertamina sejak 2008 silam. Semua terfokus pada tercapainnya sustainabillity dengan berkomitmen pada 3 prinsip yaitu compliance, conformance, dan performance,” tambahnya.

Compliance atau kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan menjadi prinsip utama Pertamina dalam menjalankan bisnisnya. Sedangkan melalui conformance, Pertamina melakukan pengendalian internal dan penerapan manajemen risiko secara efektif. Prinsip ketiganya adalah performance dengan mengutamakan kinerja unggul perusahaan yang profesional dan menjunjung tinggi etika.

Dengan semangat baru yang ada pada tubuh Pertamina ini menjadi landasan dalam penerapan GCG di perusahaan. Pembenahan ini dilakukan untuk mewujudkan cita-cita dalam hal membangun kekuatan yang sesuai dengan perubahan iklim bisnis yang terjadi. “Pertamina berusaha beradaptasi secara terus-menerus dan berevolusi untuk menjadi yang terbaru. Cita-cita ini menjadi dorongan bagi setiap insan Pertamina untuk terus melesat ke depan,” ujar Elia.

Dalam penerapan GCG, Pertamina menerapkan nilai-nilai unggulan yang disebut dengan 6C yaitu Clean, Confident, Commercial, Competitive, Customer Focus, dan Capable. Clean yang dimaksud adalah berpedoman pada asa tata kelola perusahaan yang baik. Pertamina berusaha berperan dalam pembangunan ekonomi nasional dan menjadi pelopor reformasi BUMN melalui Confident. Sebagai sebuah perusahaan, sisi Commercial dengan menciptakan nilai tambah berdasarkan prinsip bisnis yang sehat dijalankan Pertamina.

Selain itu, Pertamina berusaha untuk mampu Competitive dalam skala regional maupun internasional guna mendorong pertumbuhan investasi. Bergerak di bidang jasa, komitmen untuk membangun kemampuan riset menjadi prinsip Capable. Terakhir, Customer Focus memberikan komitmennya untuk pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Sebagai Direktur Utama, Elia dan jajaran direksi melakukan kajian dan review peraturan internal dan perundangan yang terkait dengan bisnis perusahaan yang sesuai dengan penerapan GCG. Mereka  juga melakukan edukasi dan sosialisasi GCG kepada setiap pegawai Pertamina dan seluruh pemegang saham perusahaan. “Dalam menjalankan tugas dan tangung jawabnya, setiap insan Pertamina dibekali dengan sistem tata kerja sesuai Pedoman. Pedoman tersebut adalah refleksi tekad dan komitmen perusahaan yang dijadikan landasan utama dan acuan aktivitas organisasi,” ungkap Elia.

Untuk memastikan pencapaian hasil yang maksimal dari penerapan GCG, direksi dan dewan komisaris melakukan pemantauan  dan evaluasi atas pencapaian dari setiap program kerja, prioritas strategis, dan inisitif Pertamina. Selai itu, dilakukan evaluasi dan monitoring secara berkala atas pencapaian perusahaan. “Direksi juga melakukan evaluasi atas laporan pelaksanaan RKAP yang disampaikan oleh setiap unit kerja dan terkadang juga menyusun perubahan RKAP,” jelasnya.

Hasilnya, penerapan GCG berdampak baik pada bisnis Pertamina, produksi minyak mentah tahun 2016 meningkat 11,9% di angka 311,56 MBOPD dibandingkan produksi tahun sebelumnya (2015) sebesar 287.37 MBOPD. Untuk produksi gas bumi tahun 2016 meningkat 3,1% menjadi 1.960,93 MMSCD dibandingka tahun 2015 hanya sebesar 1.902,27 MMSCD.Pertamina juga mampu melakukan efisiensi melebihi target di segala lini sepanjang 2016 sebesar USD2,67 miliar, dari target yang dipasang sebesar US$ 2,13 miliar.

Laba bersih yang berhasil dicatatkan Pertamina mengalami pertumbuhan  121,6%, dari US$1,42 miliar pada 2015 menjadi US$3,15 miliar pada 2016. Sedangkan aset Pertamina juga tumbuh 4%, dari US$45,52 miliar pada 2015 menjadi US$47,23 miliar  tahun 2016. “Pertamina juga mendapat nilai 7 Gold Proper dalam penilaian peringkat kerja perusahaan dalam hal pengelolaan lingkungan hidup periode 2015-2016 dari Kementrian Lingkungan Hidup & Kehutanan RI,” ujar  Elia dengan bangga.

 

Reportase: Akbar Keimas

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)