Damai Sejahtera Abadi, Fokus Ekpansi Usaha Setelah Sukses IPO

Poedji Harixon, Direktur Utama PT Damai Sejahtera Abadi Tbk.
Poedji Harixon, Direktur Utama PT Damai Sejahtera Abadi Tbk.

Perusahaan ritel produk elektronik dan furnitur rumah tangga, PT Damai Sejahtera Abadi Tbk. (kode di bursa: UFOE), merupakan pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini menjadi emiten ke-5 yang mencatatkan sahamnya di tahun 2021.

Damai Sejahtera Abadi (DSA) melepas 457,5 juta saham ke publik, yang merupakan 20% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga pelaksanaan Rp 101 per saham. Total dana yang diperoleh emiten baru ini dari hasil IPO sebesar Rp 46,26 miliar.

Pada semester I/2021, saham perusahaan ini sukses naik pesat hingga 1.178%. Harga saham terlihat mulai naik pada hari pertama terdaftar di BEI, 1 Februari 2021. “Faktor kenaikan tersebut karena adanya kepercayaan dari investor yang melihat bahwa perseroan memiliki nilai fundamental dan prospek yang bagus ke depannya,” kata Poedji Harixon, Direktur Utama DSA.

Sesuai dengan rencana yang tertulis dalam prospektus, sekitar 91,7% dari dana hasil IPO akan digunakan emiten ini untuk investasi aset tanah dan bangunan untuk pembangunan gudang di Gresik, Jawa Timur; serta untuk investasi tanah dan bangunan toko di Banjarbaru, Kalimatan Selatan. Adapun sisanya, 8,3%, untuk modal kerja, seperti pembelian barang persediaan dan pembayaran utang usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional.

Menurut Poedji, langkah manajemen dalam menjaga ekspektasi investor setelah go public secara internal adalah melakukan pembaruan sistem dan memberikan pelatihan kepada karyawan di bidang pemasaran. Secara eksternal, perusahaan akan membuka cabang atau outlet baru untuk meningkatkan penjualan. Di antaranya, cabang di Tuban untuk induk perusahaan dan cabang di Malang untuk anak perusahaan.

Dari sisi kinerja fundamental, sampai semester I/2021, DSA mencatat pertumbuhan omzet kurang-lebih 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Sampai akhir tahun ini kami menargetkan pertumbuhan 10%,” ucap Poedji.

Melihat beberapa tahun ke depan, DSA optimistis bisa mengalami pertumbuhan 15% per tahun. Menurut Poedji, perusahaan akan tetap fokus pada pengembangan usaha. Secara offline, dengan penambahan cabang di daerah yang berpotensi. Dan secara online, melalui web untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang elektronik dan furnitur yang masih tinggi meskipun dalam keadaan pandemi.

Poedji berharap kehadiran DSA, yang memiliki jaringan yang tersebar luas di berbagai penjuru Indonesia di bidang elektronik dan furnitur, dapat berkontribusi pada kemajuan dan kesejahteraan msyarakat. “Sekaligus memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas,” ujarnya. (*)

Jeihan Kahfi Barlian & Andi Hana M.E.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)