Generali Siap Hadapi 4 Tantangan Ini

Industri asuransi jiwa masih menghadapi tantangan klasik, yakni rendahnya kesadaran berasuransi di Indonesia. Tapi, sesungguhnya masih ada 3 tantangan lainnya, yakni dari segi sumber daya manusia, proses bisnis, dan regulasi. Hanya regulasi yang tidak bisa dikendalikan karena menjadi tanggung jawab regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan dan stakeholder terkait. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia punya resep jitu untuk mengatasi tiga tantangan lainnya.

“Strategi kami simple, cukup fokus pada apa yang kami lakukan. Kami ada tiga bisnis besar, yakni employee benefit, life insurance, dan pension,” kata Edy Tuhirman, Direktur Utama AJ Generali Indonesia.Untuk menguatkan sumber daya manusia, lanjut dia, perusahaan banyak melakukan investasi dalam bentuk pelatihan di internal maupun eksternal perusahaan. Pada level tertentu, ada mentoring dan coaching antarnegara.

Dalam mengatasi tantangan di proses bisnis, Generali Indonesia membuat keterhubungan, lewat ekspansi distribusi. Kekuatan agen terus digenjot dan pada saat yang bersamaan melakukan intensifikasi pada rekan bisnis.

Edy Tuhirman Chief Executive Officer CEO Generali Indonesia. Edy Tuhirman Chief Executive Officer CEO Generali Indonesia.

“Market ini (Indonesia, red) menarik. Penetrasi (asuransi terhadap) GDP masih rendah yakni 2%. Masih banyak masyarakat yang belum ter-cover asuransi. Kelihatannya indah. Tapi, dari banyak perusahaan yang masuk, berapa yang sudah meraup triliunan?” ujar dia.

Sayangnya, pelaku asuransi tidak banyak melakukan inovasi dari segi produk maupun layanan. Bisa jadi, yang benar-benar baru adalah cakupan perlindungan terhadap penyakit berat tertentu. Salah satu kunci sukses Generali Indonesia adalah selalu lebih baik dan berbeda dengan kompetitor serta memberi experience kepada pelanggan.

“Dari produk unitlink (insurance dan investment), kami unik. Investment dipotong tiap bulan untuk bayar proteksi. Kalau dipotong dan tidak dijaga baik, bagaimana bisa proteksi. Nature investment itu naik turun. Jika sedang turun, kami pasang rem. Cara kerjanya seperti mobil,” kata dia.

Edy percaya dengan kemudahan dalam melakukan segalanya, termasuk disiplin dan fokus dalam mengembangkan produk. Inovasinya antara lain dengan meluncurkan web aplication di produk employee benefit. Tujuannya, semua pihak dari Divisi Sumber Daya Manusia sampai karyawannya sendiri mengetahui kondisi terkini manfaat yang diterima.

“Yang juga penting adalah customer experience. Customer mendapatkan kemudahan saat deal dengan agency kami. Transaksi bisa lewat tablet. Tanpa teknologi akan repot. Customer akan punya pengalaman tersendiri dengan kami,” katanya.

Sepanjang tahun 2015, AJ Generali Indonesia berhasil membukukan pendapatan premi Rp 2,1 triliun. Raihan tersebut menjadi prestasi tersendiri mengingat perusahaan asuransi jiwa yang berbasis di Milan ini tergolong pemain baru di Indonesia. (Reportase: Rizky C. Septania)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)