Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Sahamnya Naik Lebih dari 250%

Leonard, Direktur Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Sangat menarik, berdasarkan riset peringkat Wealth-Added Index (WAI) perusahaan publik yang diselenggarakan Majalah SWA dan Stern Value Management, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. menjadi salah satu dari segelintir perusahaan bidang FMCG yang nilai WAI-nya positif. Lima tahun terakhir, dari 2017 ke 2021, nilai WAI Sido Muncul mencapai Rp 9,6 triliun. Dengan WAI positif sebesar itu, artinya Sido Muncul mampu memberikan shareholder return yang menggiurkan ke investornya (pemegang saham) dan nilainya tertinggi dibandingkan nilai WAI perusahaan FMCG lainnya.

Perolehan WAI Sido Muncul itu jelas pantas mendapat acungan jempol karena berdasarkan pemeringkatan SWA-Stern Value Management, tahun ini hanya ada 27 perusahaan yang WAI-nya posisitif dari 100 perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar terbesar. Untuk masuk dalam liga SWA 100, memang hanya dicari dari 100 perusahaan publik dengan kapitalisasi terbesar yang dari sana kemudian dilakukan pemeringkatan berdasarkan nilai WAI.

Perusahaan yang mencetak WAI positif, sebagaimana Sido Muncul, berarti punya Cost of Equity (CoE) yang lebih rendah dibandingkan Total Shareholders Return (TSR). Tipikal perusahaan seperti ini layak disebut sebagai wealth creator atau wealth generator.

Leonard, Direktur Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk., mengapresiasi para investor yang selama ini memberikan respons positif terhadap saham Sido Muncul sejak perusahaannya go public. “Selain terus menjaga kinerja perusahaan, kami juga selalu melakukan komunikasi yang baik dengan investor, dengan membagikan informasi dan update terkini dari perusahaan. Kami berusaha bertanggung jawab, terbuka, serta transparan dalam menjabarkan kinerja,” tuturnya.

Pihaknya pun aktif dalam melaksanakan aktivitas investor relations. Di antaranya, melakukan roadshow ke beberapa negara serta melakukan analyst meeting setiap kuartal dengan tepat waktu.

Selain dengan menjaga transparansi, pihaknya juga sudah melakukan beberapa aksi korporat untuk menunjang pergerakan serta likuiditas harga saham Sido Muncul. Antara lain, melakukan stock split dengan rasio 1:2 pada tahun 2020, membagikan Saham Bonus dengan rasio 131:1 pada 2021 (yang berasal dari saham treasuri), serta membagikan dividen tunai dengan rata-rata payout di atas 90% melalui dua kali pendistribusian, yaitu dividen interim dan dividen final setiap tahunnya.

Dari sisi peningkatan kinerja dan fundemantal bisnis, pihaknya mengembangkan dari berbagai lini, mulai dari pemasaran hingga produksi. Dari sisi produksi, “Kami berinvestasi dengan menggunakan teknologi terkini untuk mesin-mesin produksi sehingga menghasilkan efisiensi yang signifikan. Hal ini berdampak pada peningkatan profitabilitas, terutama laba kotor yang meningkat 10%-11% dari tahun 2017 sebesar 46% menjadi 57% di tahun 2021,” ungkap Leonard.

Tak hanya itu, Sido Muncul juga aktif meluncurkan produk baru, memaksimalkan tingkat utilisasi kapasitas produksi, mengembangkan kanal online untuk menjangkau pelanggan dan menjaring pelanggan baru, memperkuat jaringan distribusi dengan terus menambah gerai baru, serta meningkatkan penjualan ekspor.

Berbagai investasi yang dilakukan pada bidang-bidang tersebut juga tecermin dari kinerja perusahaan yang terus tumbuh dengan CAGR (2017-2021) pada pendapatan sebesar 12% dan laba bersih hingga 24%. Serta diikuti dengan peningkatan profitabilitas margin laba bersih sebesar 10%, dari 21% di tahun 2017 menjadi 31% di tahun 2021.

Tak mengherankan, kapitalisasi pasar Sido Muncul dalam lima tahun terakhir pun berlipat. Pada 2017 masih di level Rp 7,8 triliun, sedangkan lima tahun berikutnya (2021) sudah naik menjadi Rp 26,1 triliun alias naik 316,8%

Yang jelas, pertumbuhan fundamental bisnis itu akhirnya juga diikuti kinerja harga saham Sido Muncul, yang telah meningkat lebih dari 250% dalam lima tahun terakhir. Otomatis, investor yang memegang saham SIDO dari awal akan mendapatkan cuan yang tumbuh berlipat.

Bisa dimengerti pula bila selama empat tahun terakhir jumlah investor Sido Muncul pun bertambah signifikan. “Sebelumnya hanya 7-8 ribuan investor, sekarang menjadi 135 ribuan investor,” kata Leonard. (*)

Sudarmadi/Riset: Armiadi M.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)