Pentingnya Perusahaan Perhatikan WAI dan Pengelolaan SDM

Suryandi Human Resources Director and General Affair PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (foto: Ino)

Majalah SWA secara konsisten mengapresiasi perusahaan yang telah menjalankan pengelolaan perusahaan dengan baik. Hal ini mengingatkan pelaku bisnis di Indonesia melalui para pemenang tentang tata kelola perusahaan yang baik.

Dua gelaran penghargaan yang secara rutin diselenggarakan Majalah SWA itu adalah SWA100 dan HR Future Leader 2019. Bertempat di Ceria Room, ShangriLa Hotel Jakarta (25/07/2019), dua acara penghargaan tersebut diselenggarakan bersamaan, ini menyiratkan bahwa pengelolaan manajemen keuangan yang tepat pun harus didukung pengelolaan human capital yang mumpuni yang lahir dari talenta terbaik perusahaan.

Kemal E. Gani, Pimpinan Usaha/Grup Pimpinan Redaksi SWA Media Inc., menjelaskan, ada sejumlah cara dalam dalam pengukuran kinerja perusahaan publik. "Seperti telah diketahui pada Fortune 500, pengukuran berdasarka nilai omset terbesar, jadi ranking diukur size perusahaan. Berbeda dengan yang Majalah SWA lakukan bersama Stern Value Management, konsultan manajemen dan keuangan terkenal dari Amerika yang dikenal dengan pengukuran EVA (economyc value added), kami menggunakan pengukungan Wealth Added Index (WAI) sejak 2008," terangnya.

Dalam pengukuran WAI, lanjut Kemal, cost of equity sangat diperhatikan, berapa nilai tambah kekayaan yang bisa diberikan perusahaan pada investornya. Menurutnya, ini menunjukkan seberapa jauh para pengelola perusahaan bisa menghasilkan return. "Jika WAI positif, perusahaan Bapak dan Ibu telah bisa memberikan tambahan nilai pada investor," imbuhnya. Dalam pengukuran WAI yang kemudian menjadi ranking SWA100 bagi perusahaan yang mencetak WAI positif, Stern Value Management bersama SWA menggunakan laporan keuangan selama 5 tahun terakhir.

"Kami mengukur sejauh mana perusahaan dapat memberikan return optimal secara keseluruhan, itulah tambahan kekayaan yang diberikan pada para investor," ujar Kemal. Dengan menyuguhkan hasil perhitungannya per sektoral, ini akan memudahkan perusahaan di industri yang sama melakukan bench marking dengan perusahaan lain (Baca: Majalah SWA edisi 13/2019 yang telah terbit minggu lalu dengan tema SWA100: Indonesia Best Wealth Creators)

Dalam event ini Majalah SWA juga memberikan penghargaan pada eksekutif muda puncak yang andal dibidang human resources di Indonesia. "Kami memandang human resources atau human capital saat ini mengambil peran sangat penting dalam perusahaan. Secanggih apa pun teknologi dan strategi bisnis perusahaan tetap ujung tombaknya human capital," tandas pria yang akrab disapa KEG ini.

Suryandi, Human Resources Director and General Affair PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. mengatakan tantangan tersendiri mengelola WAI dengan size  perusahaan yang sangat besar agar tetap positif. "Kapasitas produksi Chandra Asri terus naik dari tahun ke tahun 1,5 juta ton pada 2005, menjadi 4 juta ton tahun ini dan tahun depan targetnya 4,2 juta ton. EBITDA perusahaan US$ 550,3 juta di 2017, namun turun menjadi US$ 401,7 juta pada 2018 disebabkan volume penjualan yang lebih rendah, margin petrokimia pun lebih rendah serta kenaikan harga minyak mentah," ungkapnya.

Walau demikian perusahaan dengan karyawan 2120 orang itu terus menjalankan ekspansi yang terukur. "Pas dan tidak over budget dan terus menciptakan produk lebih beragam. Maka itu secara konsisten deviden yang dibagikan pada 2017 dan 2018 sekitar 30% dari net profit yang dihasilkan perusahaan meski pendapatan bersih pada 2018 hanya tumbuh 5,16% dibanding 2017 menjadi US$ 2,54 miliar," paparnya.

Mengingat perhitungan WAI dengan menggunakan laporan keuangan 2014-2019, Chandra Asri berhasil mencetak WAI yang positif, naik ke posisi 3 dari posisi 8 tahun lalu dan merupakan satu-satunya perusahaan non bank. WAI CAP tercatat Rp 67.45 triliun, turun sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 70.88 triliun, namun tetap tampil sebagai salah satu perusahaan terbaik dalam pemeringkatan tersebut.

Menurutnya sifat industri petrokimia adalah cyclical, akan selalu ada siklus dimana supply dan demand mengalami fluktuasi. "Hal ini merupakan faktor eksternal yang akan berdampak pada keuntungan (margin product). Namun karena kondisi balance sheet kami yang cukup kuat  dan manajemen balance sheet yang bijak, perusahaan dapat melalui tantangan dan mampu memberikan margin yang realistis terhadap pemegang saham," terangnya.

Dengan bisnis yang terintegrasi dari hulu ke hilir juga menjadi keuntungan bagi posisi Chandra Asri lanjut Suryandi, didukung dengan skala ekonomi lebih eifisien (cost per unit). Rampungnya penambahan kapasitas Chandra Asridi tahun 2019 juga menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan industri petrokimia yang cyclical ini.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kehidupan berkelanjutan, Chandra Asri juga memastikan pemakaian energi yang efektif dan efisien dalam operasional bisnis. "Kami memperhatikan penerapan People, Planet dan Profit dalam pengelolaan perusahaan," katanya. Chandra Asri baru saja menerima penghargaan Energy Management Insight Award yang diselenggarakan oleh The Clean Energy Ministerial Management Working Group, sebuah partnership dari pemain ekonomi utama dunia yang berfokus mempromosikan kebijakan dan berbagi praktik terbaik dengan tujuan mempercepat transisi ke energi bersih. Penghargaan ini merupakan penghargaan atas program manajemen energi yang telah sesuai dengan sertifikasi ISO 50001.

Rina Faqih Head of HRGA Directorate Great Giant Foods, salah satu pemenang HR Future Leaders 2019 dalam paparannya menegaskan bahwa sebagai menjalankan perannya di HR, ia menerapkan pemetaan apa saja pekerjaan di masa depan yang akan hilang pada 5-10 tahun. Ia meyakini, bahwa job future map akan memudahkan divisinya dalam mengelola posisi-posisi yang dibutuhkan dengan kapabilitas yang dibutuhkan.

"Dalam pekerjaan saya menekankan ingin menjadi impactful HR Leader who provide added value for CEO (Customer, Employee, dan Owner) melalui holistik HR practices, HR itu bukan punya program sendiri, tapi HR selalu mulai dan end the business sehingga kita harus ambil bagian dari bisnis bukan hanya supporting," tandas eksekutif kelahiran 33 tahun lalu ini.

Beberapa terobosan yang telah dijalankan Rina, msalnya ia berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan HR system platform (GENESYS) untuk Great Giant Foods Group. Hasilnya, ada pengurangan biaya sekitar Rp 700 juta untuk biaya karyawan, mengurangi 200 ribu kertas yang digunakan pada 2015-2018, dan mengurangi 15 langkah proses manual untuk layanan HR. Rina juga berhasil meningkatkan talent retention index di 4.0/5.0 naik 0.2 point ddibanding 2016 dan recruitment cost turun 70% di 2018.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)