Transformasi WIKA untuk Menjadi Bintang Asia

Direktur SDM & Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya (Persero), Tbk., Novel Arsyad.

Transformasi bisnis PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dilakukan dengan mengembangkan bisnisnya ke investasi. Upaya ini bertujuan untuk membesarkan perusahaan tanpa meninggalkan bisnis infrastruktur yang telah menjadi bisnis inti BUMN konstruksi yang didirikan sejak tahun 1961 itu.

WIKA memiliki visi menjadi perusahaan Engineering Procurement Construction (EPC) dan investasi terintegrasi di Asia Tenggara. Perseroan ingin dapat menyediakan layanan dan produk terpadu untuk industri EPC dalam investasi, industri, infrastruktur & gedung, energi, realty & property, sesuai dengan 5 pilar yang dianut.

Lebih jauh, manajemen WIKA berusaha untuk mempromosikan perusahaan sebagai corporate citizen dan melakukan strategi ekspansi ke luar negeri serta menerapkan best practice integrated management system. Direktur SDM & Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya (Persero), Tbk., Novel Arsyad,  menjelaskan, pihaknya memiliki nilai ACE yaitu Agility, Caring, dan Excellence. Paradigma perusahaan untuk melakukan perubahan menjadi dasar tuntutan pasar yang mendasari pengembangan bisnis.

Menurutnya, pelanggan adalah sumber penghasilan bagi karyawan, didukung dengan kepemimpinan yang akan mendorong kinerja terbaik. Tak hanya itu, pengetahuan dan kompetensi adalah aset andalan setiap perusahaan. Segala akivitas karyawan wajib memberikan nilai tambah dan keberadaan teknologi menjadi pendorong produktivtas. “Kami ingin bertransformasi menjadi 'Bintang Asia'. Turbulensi dan dinamika lingkungan usaha mendorong kami melakukan transformasi,” ungkap Novel.

Tahun 2010 WIKA menetapkan visi 2020 untuk menjadi salah satu perusahan EPC yang terbesar dan terintegrasi di Asia Tenggara. Pada 2013, perseroan mulai mengoperasikan WIKASATRIAN sebagai bentuk rekrutmen dan pembinaan karyawan. Perubahan manajemen dilakukan WIKA untuk dapat beradaptasi dan sustain melalui talent yang kompeten. “Kami percaya bahwa orang yang tepat akan menghasilkan prestasi maksimal. Kami menyiapakan dari sisi human capital secara kapasitas dan kapabilitas, lalu transformasi pada rekrutmen,” ujarnya.

Transformasi sumber daya manusia (SDM)  dilakukan pada capacity, capabilities, attract & retain.  Hal ini dijalankan melalui program WIKA Leadership Centre, WIKA Overseas Development Centre, WIKASATRIAN dan WIKA PRATAMA di tahun 2007. Berbagai pendidikan untuk mendukung pengembangan SDM pun terus diberikan. Human Capital Strategies Program diciptakan untuk kajian efektivitas organisasi, implementasi ACE, sinergi rotasi WIKA Group, penyiapan talent, pendidikan lanjutan, executive education, sertifikasi keahlian, SHE Training Centre, dan evaluasi remunerasi.

WIKA juga melakukan transformasi di bidang industrial plant. Caranya dengan memasang instalasi mekanikal elektrikal proyek industri dan pembangkit listrik, pabrikasi, operasi dan pemeliharaannya, konstruksi, dan EPC. Investasi dilakukan dalam pembangunan terminal LPG dan pembangkit listrik serta melakukan akuisisi perusahaan migas. “Ekspansi WIKA pada proyek luar negeri ditandai dengan project manajemen service lokasi di Dubai, Aljazair, Libya, Malaysia, Brunei, Myanmar dan Timor Leste. Kami juga investasi  bidang realty & property. Investasi konstruksi yang paling  terbaru adalah tol Serang Panimbang di 2017,” ungkapnya.

Transformasi WIKA ini dilakukan dengan sinergi GCG. Sinergi GCG tidak hanya di holding, tetapi juga di anak perusahaan, karena beberapa proyek dipegang oleh anak usahanya. Sinergi ini memberikan performa perusahaan yang meningkat setiap tahun.

 

Reportase: Tiffani Diahnisa

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)