Unilever Siapkan Dua Penerus di Posisi Kunci

Investasi di sumber daya manusia adalah hal yang paling utama. Apalagi, di tengah persaingan yang ketat seperti sekarang plus situasi ekonomi yang masih belum menentu. Faktor orang ini juga sangat menentukan kesuksesan sebuah merek andalan.

PT Unilever Indonesia Tbk menaruh perhatian besar pada sumber daya manusia. Dalam manajemen suksesi, mereka menyiapkan dua orang untuk setiap posisi kunci yang jumlahnya mencapai 25-30%. Ini untuk mengantisipasi jika ada sosok kunci mereka yang hijrah ke perusahaan lain atau pensiun.

“Jika penerus ini belum siap menggantikan, line manajernya harus segera melatih penerus ini agar siap lebih cepat. Jika tidak, pilihan terakhirnya adalah mendatangkan ekspatriat,” kata Willy Saelan, Human Resource Director Unilever Indonesia.

Willy_Saelan_edit2

Menurut dia, seorang talent yang jumlahnya sekitar 20 orang di Unilever Indonesia, bahkan berpotensi mengisi 2-3 posisi kunci seiring pengalaman yang dimiliki. Untuk non posisi kunci manajemen suksesinya hanya berdasarkan waktu pindah karyawan.

“Kami punya daftar kapan karyawan harus pindah ke posisi yang lebih tinggi. Misalnya, junior manager harus tetap di jabatannya selama 2,5 tahun, senior manager 3-4 tahun. Sebelum itu, idealnya tidak dipindah-pindahkan dulu,” ujarnya.

Willy menjelaskan, prinsip dalam manajemen suksesi adalah kekuatan sumber daya yang ada. Pertama, perseroan harus mengidentifikasi jumlah talent potensial. Kedua, adalah melihat keseimbangan jumlah karyawan pria dan wanita (keberagaman gender). Idealnya, komposisinya adalah 50:50.
“Tapi, di Unilever baru setengahnya. Kami berharap di 2020, komposisinya sudah 50:50. Untuk setiap promosi jabatan, kami melihat apakah ada kandidat perempuan. Perempuan harus diberi kesempatan untuk memiliki jabatan tinggi seperti pria,” katanya.
Selain dua hal di atas, manajemen Unilever Indonesia juga memonitor talent di luar negeri untuk mengisi posisi yang lowong. Ini untuk mengantisipasi jika ada posisi kunci yang penerusnya belum siap menggantikan. Terakhir, program Unilever Future Leaders Programme (UFLP) alias program management trainee Unilever.

Perseroan memiliki rencana pengembangan untuk semua karyawan sejak tahun 2008, yakni Individual Development Plan (IDP) yang dibuat sendiri oleh karyawan dan dibimbing lini manager sebagai coach. Karyawan melihat apa tujuan, target 3 tahun ke depan, apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbaiki.

Proses pengembangan individunya dilakukan melalui pekerjaan sebanyak 70%, 20% lewat coaching dengan orang lain, dan 10% lewat pembelajaran di kelas. Nantinya, karyawan memiliki target 3+1, yakni target bisnis plus target development plan. Evaluasi oleh atasan dilakukan di akhir tahun.

“Lewat IDP, kami menghubungkan tujuan dengan pengembangan karier. Kami membantu karyawan untuk memenuhi keinginan mereka dalam karier development plan. Banyak perusahaan tidak menggabungkan purpose karyawan dengan karier development,” katanya. (Reportase: Maria Hudaibyah Azzahra)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)