Batara Sianturi, “Keterbukaan Pegang Peranan Sangat Penting dalam Memimpin”

Berkarier selama 33 tahun di Citi Group, Batara Sianturi tentunya sudah mengenal betul karakter dan kultur lembaga keuangan besar asal Amerika Serikat itu. Terlebih, sebagai salah satu the best talent, ia pun sempat menduduki posisi penting di perusahaan tersebut. Batara pernah menjabat sebagai CEO Citi Hungaria, Regional Head Citi Hungaria serta Wilayah Balkan & Baltik, CEO Citi Filipina, sampai akhirnya didapuk menjadi CEO Citi Indonesia pada Juni 2015.

Tantangan yang dihadapinya sebagai komandan Citi Indonesia dalam dua tahun terakhir tidaklah ringan. Ia mengungkapkan, tantangan utama berasal dari berbagai perubahan yang didorong oleh pandemi Covid-19. Adanya pembatasan interaksi sosial membuat seluruh karyawan harus beradaptasi dengan kondisi bekerja dari rumah, sembari tetap menjaga produktivitas dan ketelitian dalam menjalankan tugas. Perusahaan juga perlu beradaptasi dan bertransformasi seiring dengan perkembangan industri perbankan selama pandemi.

Menghadapi pandemi, Batara menerangkan, yang menjadi perhatian utama manajemen Citi Indonesia adalah kesehatan serta keselamatan karyawan dan nasabah. Dari sisi bisnis, Citi Indonesia terus menggalakkan strategi digitalisasi agar nasabah dapat melakukan transaksi keuangan secara real-time tanpa disrupsi, juga mencari solusi keuangan baru agar mereka dapat mempertahankan dan meningkatkan kekayaan di tengah kondisi yang sangat menantang.

Dalam kondisi yang sangat menantang, leadership seorang pemimpin diuji. Dan, kepercayaan dari seluruh stakeholder menjadi faktor yang sangat penting bagi seorang CEO untuk mengambil langkah-langkah strategis demi menjaga perusahaan tetap tumbuh.

Bagi Batara, terbangunnya kepercayaan (inspiring trust) diawali dengan keterbukaan dan transparansi kepada seluruh karyawan. Namun, pada saat yang sama tetap menerapkan prinsip kerahasiaan bank.

“Saya mengarahkan tim manajemen senior kami untuk terus melakukan komunikasi secara rutin dan menampung tantangan ataupun kesulitan yang dihadapi nasabah maupun karyawan,” katanya. Strategi ini membuahkan hasil yang baik: indeks survei karyawan yang dilakukan Citi Indonesia di tahun 2021 menunjukkan peningkatan hasil kepuasan karyawan, termasuk dalam penanganan untuk merespons pandemi Covid-19.

 Terkait create new vision di Citi Indonesia, Batara menjelaskan, ia selalu menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang dievaluasi penerapannya setiap tahun dalam penilaian kinerja karyawan. Prinsip kepemimpinan tersebut meliputi drive client value, deliver results, lead change, act as an owner, work as a partner, dan build great teams.

“Enam prinsip ini merupakan prinsip kepemimpinan universal yang harus dijunjung tinggi oleh pimpinan tertinggi, manajemen senior, manajer, dan seluruh karyawan Citi,” Batara menegaskan. Menurutnya, dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip itulah, arah baru perusahaan dalam setiap perubahan siklus ekonomi ataupun lanskap industri perbankan dapat ditetapkan, dengan tujuan untuk mencapai hasil terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kemudian, untuk mengeksekusi strategi di tengah situasi yang menantang ini, empowerment tim manajemen senior dan kolaborasi antartim merupakan dua hal yang sangat penting. Hal ini wajib dijalankan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian agar risiko-risko terkait bank dapat terus terjaga.

Batara pun menegaskan, prinsip keterbukaan kembali memegang peranan yang sangat penting. Ia mengaku selalu mendorong seluruh karyawan untuk mengemukakan tantangan ataupun kendala yang dihadapi di lapangan agar dapat diatasi bersama, dengan atasan mereka, tim lintas departemen, dan tim manajemen senior.

Dalam memberdayakan karyawan, yang paling penting adalah memiliki empati terhadap apa yang mereka alami dan rasakan setiap saat, terutama dalam kondisi seperti pandemi Covid-19 ini. “Kita harus memahami kesulitan apa yang mereka hadapi, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi,” ujar peraih gelar MBA bidang keuangan dari St John's University ini.

Batara melihat, di tahun 2021 roda perekonomian Indonesia sudah membaik dibandingkan saat awal pandemi. “Saya optimistis dengan terjaganya keseluruhan iklim bisnis sepanjang tahun 2021, dengan peran aktif pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga penyebaran varían baru Covid-19, kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, sembari menjaga tekanan inflasi,” tutur Master of Chemical Engineering dari Steven's Institute of Technology.

Ke depan, Citi Indonesia akan fokus untuk tumbuh di lini bisnis perbankan korporasi. Dan, sebagaimana diketahui, Citigroup Inc., induk perusahaan Citibank N.A., telah keluar dari bisnis konsumer di 13 negara, termasuk Indonesia.

“Kami akan fokus untuk memenuhi kebutuhan kredit nasabah korporasi dan institusi, baik dari sisi kredit investasi maupun kredit modal kerja,” kata Batara. Ia menargetkan pertumbuhan kredit korporasi Citi Indonesia tahun 2022 sebesar 7% year on year (YoY), dan didukung pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 11% YoY. Dengan target pertumbuhan tersebut, ia memproyeksikan dapat membawa Citi Indonesia mencapai pertumbuhan laba bersih dua digit. (*)

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)