Dafam Mempertajam 4 Fundamental Perusahaan di Tengah Pandemi

Andhy Irawan, CEO Dafam Hotel, dalam acara Conference & Virtual Awarding, Indonesia Best CEO 2021 yang diselenggarakan SWA

Covid-19 menjadi penyebab runtuhnya industri perhotelan di Bumi Pertiwi. Data Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan, tingkat hunian kamar hotel menurun sebanyak 39,75% di tahun 2020. Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan asing juga menurun 75,03%.

Dafam Hotel Management merupakan salah satu pemain di industri hospitality yang harus menelan pil pahit ini. Berdiri sejak tahun 2010, kinerja bisnis jaringan dan management hotel itu terjun bebas pada periode 2 tahun pandemi. “Yang kami lakukan di masa pandemi adalah mempertajam 4 fundamental perusahaan,” kata Andhy Irawan, CEO Dafam Hotel, dalam acara Conference & Virtual Awarding, Indonesia Best CEO 2021 yang diselenggarakan SWA , Dunamis serta SWAnetwork.

Keempat fondasi tersebut adalah inovatif, adaptif, komunikatif, dan kolaboratif. Dalam aspek Inovatif, dia mengatakan, perusahaan menerapkan 2 strategi, yakni breakthrough based on maximum result dan empower team work to provide added value. Strategi pertama, Dafam Hotel melakukan inovasi di bidang produk dari mulai melakukan digital marketing hingga meluncurkan platform aplikasi yang diberinama Hai Dafam. Aplikasi tersebut diluncurkan untuk memudahkan, serta menambah pengalaman konsumen. “Produk yang ada harus go deep untuk bisa melakukan breakthrough dengan maximun result,” ujarnya.

Strategi yang kedua, Dafam melakukan program back to campus selama 6 bulan hingga 8 bulan. Dalam program ini, perusahaan mempertajam strategi dan kemampuan karyawan. Sehingga, mereka siap menghadapi pasar ketika pandemi berakhir. Sementara itu, dalam fundamental perusahaan yang kedua, Adaptif, Dafam Hotel merubah produk sesuai dengan kebutuhan pasar. “Kita tidak bisa lagi melihat business as usual,” kata pria lulusan Cornell University New York jurusan Hospitality ini.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan menerapkan protokol kesehatan di area hotel, mula dari check in, pelayanan, hingga operasional. Terlebih, Dafam juga melakukan adaptasi dengan melakukan perubahan ke arah market demand yang ada agar tetap bisa bertahan dan berkelanjutan.

Fundamental ketiga, komunikatif. Komunikasi menjadi kunci dalam menjalankan bisnis. Apalagi kini Dafam memiliki 24 jaringan hotel di seluruh Indonesia, ditambah kebijakan yang terus berubah dari waktu ke waktu. Untuk mengelolanya, diperlukan komunikasi yang jelas dan terarah dengan karyawan. “Perubahan selalu dilakukan, tanpa ada penjelasan yang clear dikhawatirkan akan membingungkan karyawan,” kata dia. Selain itu, Dafam melakukan komunikasi secara periodik dengan konsumen terkait komitmen perusahaan dalam menerapkan protokol kesehatan melalui kanal informasi digital yang dimilikinya.

Keempat, kolaboratif. Andhy dalam paparannya menyebutkan, Dafam Hotel mempertajam koordinasi dengan para stakeholder, vendor, rekanan bisnis untuk mendukung keberhasilan perusahaan di tengah pandemi. Koordinasi dilakukan untuk mempertajam strategi, visi misi, dan target. “Kolaborasi dengan partner yang ada juga penting. Misalnya kolaborasi dengan Artotel pada akhir tahun 2021 kemarin. Kami sepakat untuk bisa menjadi the biggest hospitality di indonesia.”

Strategi memperkuat fundamental perusahaan dalam dua tahun terakhir membuahkan hasil. Dafam berhasil keluar dari masa awal krisis Covid-19 tanpa menutup jaringan hotelnya. Bahkan, menurut Andhy, di tengah pandemi pihaknya terus menyiapkan strategi untuk tetap melanggengkan bisnisnya di masa depan. “Kami tidak ingin saat Covid-19 selesai, kami baru memulai. Makanya, kami terus bersiap dari sekarang.”

Di tahun 2022, Dafam direncanakan akan membuka 3 hotel baru, merilis 10 project, dan membuat konsep baru yang lebih segar.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)