Irvandi Gustari (CEO Bank Riau Kepri); Mendorong Perubahan Lewat Profesionalisme

Irvandi Gustari Irvandi Gustari, Presdir Bank Riau Kepri

Sejak awal terpilih sebagai CEO Bank Riau Kepri dua tahun lalu, Irvandi Gustari (52 tahun) bertekad tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan stakeholders yang diberikan kepadanya. Putra daerah kelahiran 11 Agustus 1965 ini membawa misi mengubah Bank Riau Kepri dari bank regional menjadi bank nasional yang ada di daerah. “Kami ingin posisi kami sama dengan bank nasional lainnya, sebagai bank profesional yang tidak mengandalkan fasilitas (kedaerahan),” kata Gustari menegaskan.

Untuk mencapai tujuan itu, Gustari mengembangkan lima strategi. Pertama, mendorong Bank Riau mengarah ke kredit produktif, tetapi berbasis risk management dan dimonitor oleh prinsipal. Dirut dipastikan tidak punya kewenangan mutlak terhadap kredit. Semua pemberian kredit tergantung pada komite. Kedua, memperhatikan perimbangan antara dana Pemda dan Non-Pemda. Dana Pemda tidak boleh mengendap di bank daerah. Kebutuhan pembiayaan didorong untuk mencari Dana Pihak Ketiga (DPK).

Ketiga, melakukan terobosan budaya kerja produktif berbasis kompetensi. “Karyawan yang maju adalah karyawan yang punya potensi dan kinerja, tidak ada yang lain, karena semua punya kesempatan yang sama,” kata Gustari. Keempat, melakukan pengembangan operasional berbasiskan teknologi yang dibungkus dengan sistem teknologi infomasi yang andal dan dikemas dengan keamanan yang bagus yang ujung-ujungnya menghasilkan efisiensi. Dan kelima, mengembangkan kontrol internal yang membudaya di antara karyawan.

Diakui Gustari, untuk menyukseskan strategi tersebut, harus berangkat dari pola pikir yang sama antarkaryawan. Itu sebabnya, dia melakukan perubahan melalui pendekatan budaya. “Saya angkat budaya Melayu dengan mengangkat harga diri mereka supaya memiliki kebanggaan. Maka, ketika mereka harus berubah, perubahan itu bukan karena saya paksa, melainkan karena harkat martabat mereka yang menghendakinya,” ungkapnya. Dengan demikian, tambahnya, perubahan yang terjadi keluar dari dalam tanpa disadari oleh karyawan sendiri.

Alumni MBA Modular 1991 Universitas Prasetiya Mulya ini menyadari, melakukan perubahan lewat pendekatan kebudayaan berarti harus berangkat dari perilaku sehari-hari. Itulah sebabnya, doktor summa cum laude dengan konsentrasi di bidang Change Management dari Institut Pertanian Bogor, 2012, ini gigih menampilkan kepemimpinan profesional. Misalnya, demi menegakkan kedisiplinan, Gustari memberi contoh bagaimana bekerja yang benar dan optimal. Dia membiasakan diri tertib waktu dan rutin menjalankan evaluasi kinerja. Hasilnya terlihat baik. “Budaya sehabis absen terus main ke kedai kopi kini sudah tidak ada di Bank Riau. Begitu absen, mereka langsung kerja,” ujar Gustari bangga. Dia mempersilakan membandingkannya dengan pegawai bank daerah lain yang terbesar di Indonesia.

Terkait upaya kaderisasi dari dalam, jauh-jauh hari Gustari telah mempersiapkannya pula. Selain membentuk learning center di Pekanbaru dan Batam, dia juga telah menyiapkan 15 kandidat, untuk mencari tiga nama pemimpin yang harus diajukan ke gubernur. Prinsipnya, semua harus diberi kesempatan sama melalui tes untuk menempati posisi tertentu sesuai dengan persyaratan kepangkatan, tanpa melihat umur. “Untuk menjadi pemimpin di Bank Riau, saya tidak akan pernah memberikan kesempatan orang luar masuk,” ujarnya tegas.

Gustari berusaha konsisten sebagai panutan yang membimbing, mengayomi, dan memberikan solusi bagi sekitar 2.500 karyawan. Dia menegaskan pada diri sendiri, tidak boleh memiliki kepentingan dan tidak boleh memanfaatkan jabatan. Semua proses harus dijalankan melalui komite yang beranggotakan tujuh orang dengan latar belakang berbeda. “Karena sistemnya sudah terbentuk, perubahan bisa dilakukan,” katanya.

Kedisiplinan dan etos kerja keras yang diterapkannya kini terbayarkan dengan berbagai penghargaan yang diterimanya. Di antaranya, Regional Bank of the Year 2017 Nation Brightest Awards 2017, The 2nd Best BUMD pada IHCA Awards III 2017, hingga Top CSR Improvement 2017 pada TOP Corporate Social Responsibility Awards2017.

Berkat kepemimpinannya, Gustari juga mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain CEO of The Year 2017 untuk kategori Banking & Corporate Leader versi National Brightest Awards 2017, Indonesia Top leader of The Year 2016 versi Nirwana Indonesia Foundation, The Best Visionary CEO 2015 versi Perbanas Institute & Business Review, serta yang terbaru: Top 10 CEO Terbaik berdasarkan hasil survei majalah SWA bekerjasama dengan Dunamis Consulting. “Bank Riau Kepri sekarang mulai dilihat orang dan menjadi selevel dengan bank papan atas di Indonesia,” kata Gustari bangga. Dia berjanji tidak akan berpuas diri dengan pencapaian yang telah diterimanya.(*)

Reportase: Darandono

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)