Cara OCBC NISP Persiapkan Talent Hadapi Disrupsi

Lanskap industri perbankan beberapa tahun belakangan mengalami pergeseran akibat perkembangan teknologi digital. Salah satu indikasinya adalah kemunculan fintech sebagai pemain baru dan menurunnya fungsi cabang bank. Hal ini menuntut bank untuk merumuskan kembali strategi bisnis dan pengelolaan talent. Menghasilkan talenta secara organik yang mampu menghadapi ombak digitalisasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Julie Anwar, Head of Human Capital Bank OCBC NISP, saat berbagi best practice dalam acara Indonesia Leadership & Human Capital Conference 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan NBO Group yang bertajuk Human Potential & Strategy for the Future of the Corporation and Indonesia.

“Banyak tuntutan baru di perbankan. Kami mendefinisikan kembali employer brand, yaitu Caring untuk menjaga sifat kekeluargaan; Progressive dan Deliver a Difference,” ujar Julie.

Demi mencetak pemimpin berkualitas yang siap menghadapi kondisi tersebut, Julie menjelaskan, OCBC NISP memiliki dua program utama yaitu Standardized Program dan Customized Porgram. Semuanya mewadahi Instill skills, Up-skills, dan Re-skills.

Ia melanjutkan, pertama ada Young Bankers Program yang sifatnya seperti management trainee, dalam program ini karyawan digembleng di tempat-tempat yang menarik misalnya menjadi personal assistant presiden direktur. Kemudian ada Banking Academy Program Up-skills untuk menjawab tantangan kebutuhan dunia bisnis yang baru. Lalu, Banking Academy Program yang Re-skills untuk peran yang diperkirakan akan hilang atau berubah.

Julie menjelaskan, Young Bankers Program dipersiapkan khusus untuk head office di bagian mana saja, sementara Banking Academy Program sifatnya lebih spesifik, misalnya untuk TI atau penjualan.

“Contoh, ada anak yang awalnya masuk menjadi teller, kemudian kami pindah menjadi service assistant. Kemudian dia berubah role dari yang service oriented menjadi sales. Dia di-equipped di program tersebut. Sekarang, dia menjadi premier banking manager,” jelasnya.

Adapun Customized Program dilaksanakan berdasarkan talent exercise, setahun dua kali. Program unggulannya adalah Rotation for Exposures, Expansion of Role, dan Betting for Organic Growth. Program ini bersifat bottom-up dari divisi sampai direksi, dan didiskusikan juga di dewan direksi.

“Kami sadar bahwa semua orang itu tidak sama sehingga ada program yang perlu diintervensi dengan cara yang berbeda (customized),” katanya.

Untuk level manajer dan senior, ada Leadership Program Suit, Leading as People Manager, Leading Managers, dan Regional Programs. Selain itu ada pula program Learning at Lunch, Learning Festival, Participative Learning, dan Learng Through Giving Back agar pembelajaran tidak satu arah.“Sebanyak 80% talenta pada satu level di bawah direksi berasal dari program-program ini,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut OCBC NISP juga mendapat penghargaan Indonesia Best Companies in Creating Leaders from Within 2019 dari Majalah SWA dan NBO Group. Penghargaan bagi perusahaan-perusahaan terbaik dalam hal keunggulan dan kemampuannya mencetak para leader dari dalam perusahaan sendiri yang telah melalui tahapan seleksi dewan juri.

Kemal E. Gani, Chief Editor SWA Group, mengatakan, penghargaan ini dilaksanakan untuk mendorong lahirnya para leader yang handal dan dapat berkontribusi optimal terhadap perkembangan perusahaannya maupun pengembangan dunia usaha secara keseluruhan.

“Secara konsisten setiap tahun kami menyelenggarakan awarding ini dengan harapan akan lahir lebih banyak lagi leader dari dalam perusahaan untuk ikut berkontribusi mengembangkan perusahaannya agar lebih kokoh dan berkembang,”ujar Kemal.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)